Beyond Evil Ep. 03.2

Pihak kepolisian Munju terus melakukan penyusuran di area gunung, meski hari sudah malam. Tiba-tiba, salah satu anjing pelacak menggonggong. Ji Hwa dan sr. det. Kwak berlari ke arah suara gonggongan dan menemukan sebuah ponsel yang nyaris tertutup dedaunan kering.

Joo Won menerima email rekaman CCTV yang ia minta dari ayahnya. Ia ingat melihat Dong Sik di basement kantor polisi Munju sekitar pukul 15.00. Tetapi, setiap video, dari dua kamera yang berbeda, selalu berhenti sebelum mencapai pukul 15.00.  

Esok harinya, Joo Won menunggu di depan ruangan Jung Je, sambil terus memperhatikan kamera. Setelah pintu dibuka oleh Jung Je, Joo Won langsung memeriksa box file dan tertawa terbahak-bahak. Ia memperlihatkan semua file yang sebelumnya hilang. Jung Je mengaku ia menemukan file-file itu terselip di box lain, dan mengembalikan pada tempatnya.

Joo Won langsung menuduh Jung Je sebagai kaki tangan Dong Sik. Ingatan Jung Je kembali ke saat ia diinterogasi Sang Bae. Jung Je terus bersikeras kalau Dong Sik ada bersamanya semalaman. Tapi, Sang Bae mengancam akan memukulinya kalau terus berbohong.

Dong Sik menghadap chief Sang Bae, minta izin cuti. Ia merasa tidak sepantasnya ikut penyelidikan, karena ia adalah saksi mata dan tersangka dari 20 tahun lalu. Saat chief Sang Bae menolak dan menyebutnya pembuat onar, Dong Sik bertanya apa chief Sang Bae akan memukulinya lagi seperti 20 tahun lalu?

Dong Sik mengambil cawan teh milik Sang Bae, menyindir kalau Sang Bae tidak perlu merasa bersalah. Penyelidikan 20 tahun lalu tidak secanggih sekarang, sehingga kekerasan dibenarkan untuk mendapatkan pengakuan. Chief Sang Bae mengambil cawan itu dan berharap Dong Sik tak pernah memaafkannya.

Dong Sik tidak percaya zaman telah berubah. Dulu & sekarang, kalau mau menangkap pembunuh, mereka harus mendapatkan pengakuan. Apa pun harus dilakukan agar mendapatkan pengakuan itu. Bagi Dong Sik, untuk bisa menangkap monster, kita harus menjadi monster serupa. Tidak ada jalan lain.

Jung Je menelpon Dong Sik memberi tahu kalau Joo Won datang, menemukan file dan tertawa seperti orang gila. Dong Sik balas tertawa, membuat Jung Je heran, apa yang lucu dari semua itu? Dong Sik menutup telpon dan membatalkan permintaan cutinya.

Dong Sik keluar dan melihat Joo Won telah menunggunya dengan mobil patroli. Kali ini, Joo Won bersikeras untuk mengemudi, karena pastinya Dong Sik masih berduka atas kematian Min Jung yang sudah seperti keponakannya sendiri. Muka Dong Sik mengeras.

Joo Won sengaja mengambil rute berbeda dan mengarahkan mobilnya ke toserba. Ia ingat pepatah kalau penjahat selalu kembali ke tempat ia melakukan kejahatan. Mereka melihat Jin Mook keluar dan jongkok tersungkur di samping meja temuan jemari. Joo Won memperhatikan raut muka Dong Sik lekat-lekat.

Menjawab pertanyaan Joo Won, bagi Dong Sik tidak penting ‘siapa’ yang mengambil dan mengambalikan file-file itu. Perhatian Joo Won terpotong, karena menerima telp dari Ji Hwa menyuruhnya datang, segera.  

Ji Hwa mengajukan beberapa pertanyaan. Joo Won dengan tegas memastikan kalau ada di Munju hanya sebelum mulai bekerja dan waktu berumur 7 tahun, tidak diantaranya. Ia juga tahu siapa itu Min Jung, tapi tak kenal dekat. Sebatas bertemu saat Dong Sik membawa Min Jung yang mabuk berat ke kantor polisi.

Ji Hwa menunjukkan gambar ponsel yang mereka temukan. Dari ponsel itu didapat: tiga text, bau serupa wangi Min Jung, dan text dikirim ke no ponsel pribadi Joo Won. Joo Won bersikeras tidak kenal dekat dengan Min Jung tapi terdiam saat ditanya ponsel itu milik siapa.

Ki Hwan membanting laporan forensik tentang ponsel yang ditemukan yang dibawa oleh Kwon Hyeok. Ki Hwan menjanjikan promosi sebagai jaksa khusus violent-crimes di kota Munju, kalau Kwon Hyeok membantunya menangani kasus ini. Ki Hwan minta terus dikhabari hasil penyelidikan kasus ini.

Di luar ruangan, Kwon Hyeok tertawa senang, dan berterima kasih pada Joo Won, membuatnya mendapat kesempatan emas dari Ki Hwan.

Anggota dewan Hae Won mengunjungi kantor polisi Munju dan memuji-muji kinerja mereka. Jung Jae yang baru kembali melihat mobil ibunya, perhatiannya teralih melihat Lee Chang Jin, CEO JL Construction yang berjalan. Ia buru-buru masuk kantor dan meminta ibunya keluar. Hae Won menjanjikan pada Sr. Det. Kwak kalau ia terpilih, ia akan membantu polisi Munju.

Di samping mobil, Jung Je membentak ibunya yang dianggap terlalu ikut campur urusan polisi, lalu memohon agar tidak pernah bekerja sama dengan Chang Jin.

Di parkiran mobil, Chang Jin menyapa dan memuji Ji Hwa. Ji Hwa nyaris memukulnya saat Chang Jin mengaku ia kangen bekas istrinya. Akhirnya, Chang Jin mengaku kalau ia akan kembali menetap di Munju dan menjalankan bisnisnya, ia juga minta agar Ji Hwa menjauhinya.

Joo Won luar biasa kesal saat Kwon Hyeok mengatakan kalau Ki Hwan meminta Kwon Hyeok menjadi pengacara untuk kasus pembunuhan di Munju.  Kwon Hyeok menyarankan Joo Won mengambil berkas penyidikan yang ia bawa, agar tidak menyesal. Karena DNA mayat perempuan yang ditemukan ada di ponsel yang memiliki contact nomor Joo Won.

Ki Hwan memarahi Joo Won. Joo Won membantah, ia akan bersikeras menempis semua tuduhan dan hubungan dengan mayat wanita yang ditemukan. Ki Hwan khawatir polisi akan melakukan rujuk silang dengan divisi hubungan internasional.

Joo Won berteriak tidak akan ada yang bisa melacak siapa itu Lee Geum Hwa, yang hanyalah seorang imigran gelap!  Ki Hwan menjadi marah, kalau kasus ini sampai keluar ke media, akan ada skandal yang akan mengaitkan Joo Won dan dirinya. Apa Ki Hwan musti kehilangan jabatan barunya karena kebodohan Joo Won?

Joo Won terpekur. Tiba-tiba pandangannya terarah pada satu detil yang dituliskan di laporan: ditemukan di gunung Simju. Kenapa ponsel itu bisa ada di gunung Simju?

Staff polisi Manyang bergosip tentang kasus itu. Gwang Young minta chief Sang Bae jujur pada mereka. Apakah Joo Won terlibat karena ia dipanggil oleh kepolisian Munju dan gosip terbaru, DNA mayat wanita ada di ponsel itu?

Joo Won mendengar semua itu dari balik pintu kantor polisi. Ia masuk dan mengakui kebenaran gosip itu. Karenanya, ia meminta maaf sekaligus izin cuti pada chief Sang Bae. Joo Won juga meminta maaf pada Dong Sik, menunduk hormat dan pergi keluar.

Dong Sik menyusul Joo Won, menunduk dan berterima kasih.  Saat menunduk, ia tertawa terbahak-bahak, tapi mukanya langsung berubah biasa saat ia mengangkat mukanya. Joo Won menjadi terprovokasi dan bersumpah tidak akan pergi sampai berhasil menangkap Dong Sik.

Dong Sik bukannya menenangkan, malah semakin mencemooh, mengatakan kalau Joo Won mengalami breakdown dan perlu terapi. Joo Won semakin marah dan mencengkeram kerah baju Dong Sik. Dong Sik mengingatkan mereka terekam kamera CCTV. Ia melepaskan cengkeraman Joo Won, menunduk dan masuk ke dalam kantor. Joo Won berusaha menahan emosinya.

Joo Won pergi ke gunung Simju. Ia memperhatikan kamera yang terpasang di sekitar. Seorang penghuni menjelaskan kalau tidak ada CCTV yang aktif di daerah ini dan tidak seperti kota Seoul, di sini orang bebas parkir mobil di dekat kediaman mereka.

Joo Won mencoba mencari mobil yang diparkir di dekat situ dan menemukan sebuah mobil dengan kamera terpasang di kaca spion dalam. Ia mendapat izin untuk mengambil simcard dari kamera mobil.

Dari gambar yang terekam, Joo Won melihat Dong Sok berjalan dengan membawa kantong plastik hitam. Joo Won lalu pergi menuju rumah Dong Sik, dan masuk ke dalam basement. Ia menemukan bleach pembersih, dinding bertempelkan flyer orang hilang, dan meja dengan bekas setitik darah.

Dong Sik memperhatikan ponselnya dengan seksama. Mukanya datar tanpa reaksi. Ji Hwa masuk dan menahan Dong Sik atas tuduhan menculik dan melukai Min Jung. Di ponsel Dong Sik, terlihat gambar live CCTV merekam Joo Won yang sibuk memeriksa basement Dong Sik.

Joo Won keluar dari rumah Dong Sik saat polisi berdatangan dan menyegel rumah Dong Sik. Ia membaca text yang dikirim untuknya kalau penahanan Dong Sik dilakukan tanpa surat perintah dan Dong Sik dibawa ke kantor polisi Munju. Joo Won tersenyum, begitu pula Dong Sik yang sedang dibawa dengan mobil polisi.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Entah siapa sekarang yang waras vs gila, benar vs salah, buruan vs pemburu, polisi vs pembunuh di drama ini. Masing-masing bersikeras dengan teori dan kebenaran yang mereka pegang. Akhirnya, jadi personal dan bias. Aku juga heran, seharusnya Dong Sik berbesar hati menerima permintaan maaf Joo Won, tapi kenapa malah memprovokasi? Dan, tidak mungkin detektif seperti Dong Sik kehilangan 1 titik darah di mejanya, yang terlihat begitu nyata. Gegara drama ini aku jadi baca cara membersihkan darah agar tidak terdeteksi gen nya. Dan ternyata, bisa : https://www.reuters.com/article/us-blood-cleaning-idUSTRE4A498620081105 kekeke… pastinya jejak darah itu ditinggalkan oleh Dong Sik untuk ditemukan oleh Joo Won. Lagi-lagi, kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: