Beyond Evil Ep. 03.1

Chief Sang Bae membujuk Jin Mook untuk meninggalkan toserba. Di kantor polisi, Ji Hoon menutup telpon dari wartawan. Di toko daging ‘Manyang’ Jae Yi berusaha terus bekerja, tapi meski akhirnya menyerah. Jung Je duduk menatap langit-langit di kantornya, dan tidak mempedulikan panggilan dan text dari ibunya. Joo Woon minum miras, melirik ke text dari Ji Hwa dan menulis di crime-board di apartmentnya.

Di basement rumahnya, Dong Sik tak jadi menginjak semut yang ia kibaskan. Ia mengingat semua pembunuhan yang terjadi, mulai menarik lepas semua file dari crime board di depannya, dan tersenyum.

Episode 3: Senyum

Dong Sik membawa file itu ke kantor Jung Je. Dong Sik minta Jung Je keluar ruangan, tidak terlibat dengan apa yang ia lakukan, mengembalikan file yang ia curi. Joo Won yang datang atas text Ji Hwa, mencoba mendengarkan pembicaraan mereka.

Joo Won berusaha mendengar pengakuan dari Dong Sik, kalau ia yang membunuh Min Jung. Sayangnya, ponsel Joo Won tiba-tiba berdering, membuat Jung Je – Dong Sik berhenti berbicara. Joo Won menyelinap keluar, dan Dong Sik menutup pintu di belakangnya.

Dong Sik tidak peduli kalau ada yang menuduh dirinya, asal bukan Jung Je yang jadi sasaran. Dong Sik membaca pesan dari Ji Hwa. Pesan itu membuat Dong Sik menebak siapa yang ada di balik pintu tadi.

Dong Sik masuk ke ruang saksi, ia bertanya kenapa tidak diinterogasi di ruang utama? Joo Won membela Ji Hwa, yang pastinya mengerti kalau itu dilakukan, media akan berpesta menunjuk Dong Sik sebagai pembunuh.

Ji Hwa tanpa basa-basi menerangkan hasil penyelidikan polisi: sidik jari di kantong plastik, jejak kaki di depan toserba, jemari yang masih dalam penyelidikan NFS, semuanya tidak memberikan bukti kuat, sama seperti pembunuhan 20 tahun lalu.

Joo Won memprotes perlakuan Ji Hwa. Seharusnya, hasil penyelidikan polisi tidak dibagikan pada Dong Sik, juga Dong Sik harus dikeluarkan dari team penyelidik karena hubungan keluarga dengan korban.

Dengan dingin Dong Sik bertanya apa yang salah, kalau ia, selaku polisi ingin menangkap orang yang membunuh orang yang ia kasihi? Apa salah kalau Dong Sik memberi briefing tentang kemiripan pembunuhan 20 tahun lalu, atau polisi salah karena memberi tahu tersangka pembunuhan briefing tentang pembunuhan yang sekarang?

Ji Hwa menengahi dengan memanggil detektif Kang Do Su sebagai pengawas interogasi ini, dan mulai mencatat kesaksian mereka. Joo Won kembali protes karena Ji Hwa sebagai detektif yang bertanggung jawab justru menguatkan alibi tersangka. Ji Hwa minta Joo Won menerangkan keberatannya.

Pendapat Joo Won didasari atas fakta bahwa dua tindak kejahatan dengan rentang waktu 20 tahun, terjadi dengan MO (Modus Operandi) yang persis sama yang detailnya tidak pernah dikeluarkan ke media. Kesimpulannya: pembunuh musti orang yang sama. Ditambah: orang yang mengaku sebagai saksi, kembali tinggal di tempat ini dan menemukan jasad korban. Pastinya, bukan sebuah kebetulan belaka.

Joo Won tidak peduli, polisi sengaja bertindak bodoh atau tidak tahu bagaimana bekerja dengan benar. Apa pun itu, Joo Won baru akan bekerja sama kalau polisi yang bertugas diganti. Ia memberi salam dan mulai berjalan ke luar. Tapi Dong Sik mengahalanginya.

Dong Sik membalikkan semua perkataan Joo Won. Bagaimana dengan Joo Won yang tertarik dengan file kasus dan juga kembali ke desa ini setelah dua puluh tahun berlalu. Bagaimana kalau pembunuh adalah Joo Won yang mempelajari detail dari file polisi, juga menjadi saksi untuk dua pembunuhan terakhir, dan juga menemukan jasad korban?

Joo Won makan malam dengan ayahnya. Joo Won tidak bisa tinggal diam atau menganggap pembunuhan Geum Hwa sebagai copycat, seperti permintaan Ki Hwan. Apalagi, Dong Sik, detektif yang dikagumi ayahnya, menuduhnya membunuh Min Jung. Ki Hwan mengingatkan Joo Woon bertindak lebih emosional dan gegabah, membuat Dong Sik terlihat lebih rasional, dan akan membuat Joo Won kesulitan menangkap si pembunuh.

Ki Hwan bertanya bagaimana dengan alibi Joo Won sendiri? Joo Won ingat akan alibinya yang dibalikkan oleh Dong Sik: pulang ke unit sendirian, tapi pagi-pagi buta sudah ada di depan rumah Dong Sik, yang berada di dekat TKP. Joo Won minta bantuan ayahnya memberikan rekaman CCTV yang berada di dekat ruang file dan ruang interview basement polisi Munju.

Polisi mengerahkan petugas dan anjing pelacak menyusur daerah hutan mencari Min Jung. Di rumah, Dong Sik sibuk mengatur CCTV di basement. Ia lalu mulai membersihkan dan menyikat basement, dan melihat ke bercak darah di meja saat bel rumah berbunyi.

Ji Hwa – Jung Je datang berkunjung setelah menengok Jin Mook. Jung Je menyuruh Dong Sik duduk dan memakan sup daging yang dimasakkan Jae Yi. Jung Je mengingatkan kalau yang hidup musti meneruskan hidup mereka. Ji Hwa bertanya pada Dong Sik, apakah Min Jung masih hidup?

Dong Sik mengalihkan jawaban, ia sadar selama 20 tahun ini, tidak ada yang pernah melapor kalau melihat perempuan berusia 40 tahun, yang mirip Yu Yeon dan tidak memiliki jari, artinya: Yu Yeon sudah meninggal. Ji Hwa tidak mengerti kenapa Dong Sik begitu yakin Min Jung sudah meninggal.

Dong Sik tertawa, ia yakin polisi tidak akan menemukan jasad Min Jung, karena si pembunuh tidak ingin memberikan Min Jung kembali. Di luar rumah, Ji Hwa bertanya pada Jung Je apa Dong Sik tahu siapa pembunuh Min Jung? Jung Je membela Dong Sik, Dong Sik sudah kehilangan kewarasan dan tak tahu apa yang ia bicarakan atau perbuat. Mereka berdua saling berusaha meyakinkan kalau masing-masing sama-sama percaya bahwa bukan Dong Sik yang melakukan semua pembunuhan itu.

Joo Won memperhatikan foto kumpulan polisi di toko daging Manyang. Foto yang sama yang ia perlihatkan pada Geum Hwa, wanita yang ia jadikan umpan, sekaligus korban ke-6. Geum Hwa mengaku tak kenal. Joo Won memberikan ponsel dengan penyadap lokasi dan mengancam melaporkan status Geum Hwa sebagai imigran ilegal, kalau menolak membantu.

Pada hari Geum Hwa menghilang, masuk text ke ponsel Joo Won dari Geum Hwa, berisi text seperti yang Joo Won minta.

Bersambung

Komentar aku: whoa, sekarang sedikit lebih mengerti kenapa Joo Won begitu terobsesi membuktikan kalau Dong Sik adalah si pembunuh serial desa Munju. Pertama, mengurangi beban bersalah karena melanggar aturan atasan sekaligus membuat Geum Hwa sebagai umpan dibunuh (itu tiga kesalahan, ya? Melanggar atasan + mengancam Geum Hwa untuk bekerja sama padahal statusnya imigran ilegal + membuat Geum Hwa terbunuh) dan Ki Hwan mengagumi otak Dong Sik. Bayangkan… hidup di bawah bayang seorang ayah lalu dibandingkan dengan (tersangka) pembunuh serial. Tidak heran, jadi ‘gila’ terobsesi pada Dong Sik dan (sangat) mengaburkan logika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: