Beyond Evil Ep. 02.2

Tak disangka Sang Bae menelponnya, Joo Won langsung kembali ke kantor. Sang Bae mengingatkan di kota ini, tidak ada rahasia, itu sebabnya ia tahu Joo Won ada di kantor polisi Munju. Joo Won menyebut nama Bang Ju Seon dan bertanya kenapa Sang Bae memperkejakan Dong Sik? Sang Bae menyuruh Joo Won tutup mulut.

Bertentangan dengan asumsi Joo Won kalau Sang Bae menyukai dan menutupi keterlibatan Dong Sik. Dong Sik bersikeras mencari Wu Cheol, berdiri selama 6 jam bersama Seok Gu, bukan karena dedikasinya sebagai polisi. Tetapi untuk menutupi kepedihan hati yang teramat dalam.

Ayah Dong Sik meninggal karena beku dalam salju, menunggu kepulangan Yu Yeon. Ibu Dong Sik kehilangan ingatan saat menemukan jenazah suaminya. Dong Sik tidak ada di kota ini saat hal itu terjadi, tapi tundingan orang-orang terus melekat di dirinya. Karenanya, Sang Bae minta agar Joo Won tidak meneruskan obsesinya.

Joo Won harus berkaca pada Sang Bae, yang menghancurkan hidup Dong Sik dengan gegabah menuduhnya sebagai pembunuh. Seorang polisi tidak boleh sembarangan menggunakan otoritasnya.

Dong Sik menemui temannya, Kim Dong Hyun, dari kantor polisi Met. Seoul. Divisi Hubungan Internasional sepertinya berusaha memecahkan kasus rahasia, tiba-tiba seorang anggota elit mereka dengan koneksi tinggi, meminta ditransfer, dan dia adalah Joo Won. Divisi Hubungan Internasional berurusan dengan imigran ilegal.

Dong Hyun menerangkan kemungkinan besar kasus itu menyangkut seorang imigran legal yang menjadi pembunuh berseri dan korbannya semua adalah wanita.

Joo Won memperhatikan papan penyelidikan yang ia buat. Ia menambahkan data di salah satu foto: korban keenam, Lee Geum Hwa, 2020.10.19. Lalu memperhatikan foto Dong Sik di sampingnya. Ia menghela nafas saat Ki Hwan menelpon memberi tahu kalau Unit Investigasi Daerah mencari tahu tentang Joo Won.

Joo Won minta ayahnya tidak khawatir dan langsung menutup telpon. Joo Won tidak menyangka kalau Dong Sik masih punya koneksi di Met. Seoul yang bersedia membantunya.

Dong Sik kembali menemui Jin Mook di ruang RS ibunya. Ia langsung menebak kalau Min Jung masih juga tidak pulang. Dong Sik menelpon Ji Hwa, ia tahu bahwa NFS tidak bisa mengindetifikasi mayat perempuan itu. Tapi, kali ini Dong Sik minta bantuan Ji Hwa melacak no telpon Min Jung.

Jae Yi memaksa Ji Hoon makan lalu melakukan hal-hal yang menyenangkan, akan lebih baik daripada diam dan memikirkan mayat yang ia temukan. Tiba-tiba telp Ji Hoon berbunyi, dan isinya adalah foto-foto Min Jung. Dong Sik menyuruh Ji Hoon mencari tahu nama klub tempat Min Jung berpesta, dari foto-foto itu.

Dong Sik langsung menuju ke klab, dan berhasil mengetahui lokasi Min Jung.  Ia memperingatkan pemuda yang menghabiskan waktu bersama Min Jung, bahwa meninggalkan seorang gadis dalam kondisi berat memang bukan kejahatan. Tapi Dong Sik bisa melacak identitas pemuda itu, jadi sebaiknya ia berhati-hati.

Min Jung terbangun di kursi kantor polisi, dengan tangan terbogol ke besi pembatas. Dong Sik datang dan menyuruh Min Jung tidur lagi saja, ia tak kan keluar dari kantor polisi kalau belum sadar. Dong Sik menyilahkan Joon Won melepas borgol Min Jung, tapi kalau lari, maka Joo Won harus membawa Min Jung kembali.

Hari ini Joo Won berpatroli bersama Ji Hoon. Ji Hoon bercerita tentang latar belakang Min Jung. Orang tua Dong Sik mengangkat Jin Mook, ayah Min Jung, sebagai anak dan memberinya toserba. Ibu Min Jung melarikan diri setelah melahirkan Min Jung, membuat Jin Mook patah hati. Dong Sik bertindak sebagai ayah sekaligus ibu bagi Min Jung. ‘Begitulah kepribadian Dong Sik’, ujar Ji Hoon.

Dong Sik mengurusi Min Jung, menyuruhnya menghapus cat kuku dan pulang. Min Jung meminta agar Dong Sik tidak bercerita pada ayahnya.

Min Jung menyelinap pergi saat seluruh polisi di Manyang mendengarkan berita bahwa polisi Seoul melepaskan tersangka yang terlibat dalam pembunuhan orang hilang karena mayat si orang hilang tidak ditemukan. Ji Hoon merasa itu tidak adil.

Dong Sik mengingatkan hukum di Korea Selatan mensyaratkan adanya bukti mayat korban pembunuhan, atau hakim di mana pun tidak akan menyetujui adanya persidangan. Bukan demikian, detektif inspektur Joo Won? Joo Won membenarkan. Joo Won mengingatkan Dong Sik kalau Min Jung melupakan kuncinya.

Dong Sik langsung menelpon Min Jung. Tiba-tiba Min Jung menghentikan percakapan mereka dan melihat ke arah di depannya. Ia berjalan perlahan, melihat sosok di atas jembatan dan tersenyum.

Saat Min Jung bangun, ia sudah dalam keadaan terikat dan mulutnya direkat lakban. Ia mendengar suara pisau di asah, dan berusaha melihat ke arah suara itu. Matanya terbeliak, seolah mengenali siapa si pengasah itu.

Dong Sik masuk ke toko daging dalam kondisi gelisah, dan langsung menghabiskan setengah gelas soju. Ia terdiam dan menghela nafas saat Jin Mook memberinya potongan daging. Lalu, langsung mengambil jepitan untuk membakar daging dari tangan Jin Mook, tapi ia malah membiarkan daging itu hangus.

Sang Bae mengajak semua berdiri dan memberi penghormatan terakhir pada mayat yang mereka temukan. Saat wanita itu dibunuh, polisi tidak ada untuk melindunginya. Karenanya, mereka harus berusaha sekuat tenaga menangkap si pembunuh itu. Mereka mengheningkan cipta lalu mengangkat gelas, bersama bertekad menegakkan keadilan.

Dong Sik melihat ke sekelilingnya, anggota polisi yang berkerja bersamanya.

Jung Je menunggu lama di depan rumah Dong Sik, ia memperhatikan kalau Dong Sik bertingkah aneh sejak makan malam. Dong Sik mengaku habis olah raga.  Dong Sik melarang Jung Je turun ke basement. Jung Je bertanya, apa karena di situlah Dong Sik menyimpan file-file yang hilang?

Dong Sik berteriak, dia tidak mengambil file-file itu. Klipping berita kematian yang dikumpulkan dan ditempelkan di dinding oleh ibunya saja, sudah cukup membuatnya gila. Jung Je meminta maaf dan pamit pulang. Jung Je mengatakan yang menyadari kalau file-file itu hilang adalah Joo Won, bukan dirinya.

Dong Sik turun ke basement dan membuka satu ruang. Selain foto dan file tentang pembunuhan, tertempel juga flyer berita Yu Yeon yang hilang.

Dong Sik keluar dari rumah, bersiap olah raga di dini hari. Tak disangka, Joo Won memarkir mobilnya tepat di samping rumah Dong Sik. Joo Won beralasan ingin mengenal lingkungan lebih dekat.  Dong Sik mengajak Joo Won berjalan kaki menelusuri lingkungan ini. Tiba-tiba Joo Won menyatakan niatnya untuk tinggal di sekitar sini

Dong Sik menebak, rupanya Dong Sik si tersangka yang menarik perhatian Joo Won. Joo Won membalas kalau Dong Sik juga tertarik dengan pekerjaannya dulu di divisi hubungan internasional. Dong Sik tertawa. Tapi, tiba-tiba matanya beralih ke meja di depannya.

Mereka berdua melihat potongan jemari di tersusun rapi di atas meja itu. Melihat reaksi Dong Sik, Joo Won sadar ada yang tidak beres dan berusaha memperhatikan lebih teliti. Ia baru sadar, hiasan kuku yang ada di jemari itu adalah milik Min Jung.

Dong Sik menangis tersedu-sedu dan menundukkan badan. Ia tersedak dan menyebut nama Min Jung. Joo Won berdiri memandang Dong Sik, telpon yang sedianya akan digunakan untuk melapor dibiarkan  diam.

Malam sebelumnya, seseorang mengenakan pakaian dan hoodie hitam, berjalan membawa kantong plastik. Ia berhenti di depan sebuah meja dan mulai mengeluarkan isi kantong plastik itu. Ia menata jari-jari tersebut dengan rapi. Sewaktu ia mengangkat muka, tampak wajah Lee Dong Sik.

Bersambung

Komentar aku: arrghhh… minggu depan lambretta ratahayo! Asyik sekali melihat detail perubahan raut dan bahasa tubuh kedua pemeran utama ini. Meski Joo Won digambarkan sebagai pemuda dengan karakter dingin dan mengesalkan (dan berhasil, karena kesal sekali melihat arogansinya), tapi ia bisa menyampaikan emosi, dan ini seharusnya terbaca oleh Dong Sik (dan tersampaikan ke penonton juga). Begitu juga dengan Dong Sik, matanya tiba-tiba bisa menjadi ‘gila’ atau simpati, seperti saat menghadapi Seo Guk.

Lalu, Dong Sik kah pembunuhnya? Ha! Kalau semudah itu, kenapa perlu 16 episode? Tapi, parah, kalau ternyata setelah 16 episode, ternyata Dong Sik benar pembunuhnya. Aku terbiasa dengan ‘twist’ , sehingga tidak percaya kalau apa yang ada di depan mata, itu yang terjadi (hanya untuk drama/film, lho). Bwahahaha… itulah twist di dalam twist. Ketuk meja 6 kali… Hadaw, aku merekap 1 episode ini selama 6 jam? Wah!

3 thoughts on “Beyond Evil Ep. 02.2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: