Beyond Evil Ep. 02.1

Team forensik mulai mengolah TKP. Polisi memberi tahu Ji Hwa kalau tidak ada CCTV di dekat TKP. Ji Hwa menyuruh anak buahnya pergi ke divisi lalu lintas untuk memeriksa kendaraan yang melewati jalan di depan ladang ilalang.

Petugas forensik memperlihatkan foto kaki korban yang diikat dalam kantong plastik, mengingatkan polisi akan pembunuhan yang terjadi 20 tahun lalu. Saat itu, polisi menemukan pick gitar di dekat korban dan menjadikannya bukti untuk menangkap Dong Sik.

Dong Sik berteriak pada ayahnya, ia tidak membunuh Yu Yeon. Kenangan itu mengalir dalam ingatan Dong Sik.

Episode 2: Menghilang

Sang Bae protes, kenapa polisi menangkap Dong Sik? Rekannya menyarankan Sang Bae untuk berhenti mengkoleksi anak buah eksentrik. Dong Sik DAN si detektif baru memasuki ruangan itu atas kemauan mereka sendiri.

Dong Sik merasa perlu diinterogasi karena ada rekan polisi yang mencurigainya. Ia juga tahu Joo Won melakukan penyelidikan atas dirinya. Joo Won mengaku tak ingat. Dong Sik menyindir kenapa akhir-akhir ini ingatan Joo Won hilang semua, termasuk identitas mayat wanita yang baru saja mereka temukan.

Ji Hwa masuk, kali ini ia akan mengikuti permainan mereka. Joo Won menegaskan ia ada untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan. Ji Hwa menghela nafas dan menendang komputer yang tidak mau menyala. Ia memeriksa ulang laporan tertulis, menolak menjawab pertanyaan atas hasil otopsi, dan menyuruh mereka pulang.

Sang Bae menjemput dan memarahi mereka berdua. Meski sebetulnya, ia khawatir dan tak ingin Dong Sik terseret kembali dicurigai sebagai pembunuh. Ia mengajak mereka berdua makan malam.

Pemilik restoran mengenali Sang Bae dan terus menuduh Dong Sik. Dong Sik dengan tenang mengangkat mangkuknya, menegur si pemilik dan meminta tambahan sup daging gratis, atas tuduhan tanpa bukti. Pemilik langsung mengambil mangkuk Dong Sik. Joo Won mendengarkan dan memperhatikan dengan diam.

Sang Bae jadi kehilangan selera makan dan mengajak pergi. Dong Sik menolak, ia mengambil mangkuk Joo Won yang tidak suka sup daging dan mulai makan. Sang Bae beranjak pergi. Dong Sik bertanya apa Joo Won menikmati semua itu? Joo Won berdalih, ia tetap tinggal karena seorang partner harus bersama 24/7. Ha.

20 tahun lalu, saat melakukan reka ulang kejahatan, Dong Sik menolak mengakui jemari itu sebagai milik Yo Yeon, karena cat kuku yang dipakai berbeda. Di balik pagar, ibunya berteriak putus asa saat dia digelandang polisi. Kembali ke masa ini, Dong Sik mengupas jeruk di samping ibunya yang tidak bereaksi, terbaring di RS.

Jin Mook menegur dan mengambil waslap dari tangan Dong Sik, ia yang akan menyeka ibu Dong Sik. Jin Mook bertanya apa Dong Sik baik-baik saja? Dong Sik memberikan jeruk yang ia beli, untuk Jin Mok, bukan untuk ibunya. Jin Mook tertawa, ia akan memastikan ibu Dong Sik makan jeruk siang ini.

Jin Wook ingin membalas budi dan merawat ibu Dong Sik. Dong Sik menegur Jin Mook telah bekerja keras untuk keberhasilan toserba itu. Jadi, kalau memang mengambil libur, sebaiknya Jin Wook mengajak Min Jung makan enak. Jin Wook terdiam, Dong Sik tahu itu artinya putrinya tidak pulang lagi.

Dong Sik meninggalkan pesan untuk Min Jung. Ia menyuruh Min Jung cepat pulang, atau ia akan menggerebek semua club malam dan untuk tidak pernah menyentuh ponsel Dong Sik lagi. Min Jung mengganti namanya di ponsel Dong Sik menjadi ‘kekasih abadi Dong Sik’.

Do Hae Won, walikota Munju, marah-marah saat staff menyebut nama Dong Sik. Ia telah bekerja keras selama 20 tahun ini mencitrakan Munju sebagai kota tanpa kejahatan. Kenapa Dong Sik musti berulah lagi?

Hae Won bertanya pada putranya, Jung Je, apa yang ia tahu? Jung Je menjawab dengan sinis, bagaimana kalau mayat yang ditemukan Dong Sik itu benar adalah Yu Yeon? Artinya, status ‘kota tanpa kejahatan’ terbukti, karena selama 20 tahun ini tak ada kejahatan lain. Hae Won menatap mata Jung Je dalam-dalam.

Petugas forensik memberi tahu mayat itu telah terkubur kurang lebih selama 8 bulan, dan mengenakan sepatu desainer koleksi musim gugur/dingin tahun ini. Sepatu itu dibersihkan dengan teliti sebelum ditutupi dengan kantong plastik, lalu diikat dengan pita, bagai memberikan hadiah berharga.

Sang Bae menyuruh duo Dong Sik – Joo Won pulang dari patroli. Tapi, Dong Sik punya pikiran lain. Mereka mungkin tidak pulang, karena harus menangkap pembunuh yang masih bebas berkeliaran. Joo Won setuju, seorang pembunuh harus ditangkap, bagaimana pun caranya. Mereka saling berpandangan tajam.

Tiba-tiba Dong Sik menghentikan mobil keluar dalam hujan, Joo Won mengikuti. Mereka menemukan Shin Seok Gu, penderita cacat intelektual, terduduk di jembatan dan menolak ditolong, ia ketakutan mendengar kata polisi. Dong Sik membujukknya dan berhasil meminjam ponsel Seok Gu untuk menelpon ibunya.

Joo Won tertegun saat kembali dari membeli hot-pack dan melihat Dong Sik, bertelanjang kaki, memayungi Seok Gu dan tersenyum.

Genk Dong Sik cs: Dong Sik, Ji Hwa, Jung Je, Ji Hoon dan Jae Yi duduk, makan & minum bersama. Ji Hwa memberi tahu, mayat itu bukan Yu Yeon. Jae Yi bertanya apa itu pembunuh dari 20 tahun lalu? Ji Hwa tidak yakin kalau itu copycat, karena MO nya sama persis. Bisa jadi, di antara span 20 tahun itu, ia membunuh lebih banyak gadis dan berhasil menyembunyikan mayat mereka dengan baik.

Jae Yi menjadi gelisah dan terus meminum soju sampai Jung Je melarangnya. Dong Sik menegaskan yang penting sekarang adalah mengetahui identitas si mayat.

Ki Hwan bertanya pada Joo Won apa Joo Won meminta ditugaskan di Munju karena mengetahui keberadaan mayat itu? Joo Won mengaku ia melakukan kesalahan, ia melanggar perintah atasan, menggunakan wanita itu sebagai umpan dan menyebabkannya terbunuh dengan cara yang persis sama dengan kasus pembunuhan 20 tahun lalu yang ditutupi ayahnya.

Ki Hwan senang kalau benar polisi mengkaitkan kasus itu dengan pembunuhan 20 tahun lalu. Artinya ia bisa menggunakan kekuasaannya untuk mengumumkannya sebagai kasus copycat yang tidak terselesaikan dan menguburnya dalam-dalam sebelum orang bisa mengidentifikasi si mayat, dan tidak akan ada yang tahu siapa yang wanita itu temui sebelum mati.

Joo Won hanya perlu menutup mulut. Kalau sampai orang mengetahui identitas wanita itu, tamatlah sudah karir mereka berdua. Dan, itu adalah sebuah perintah untuk Joo Won! Joo Won terdiam, tertunduk.

Joo Won minta Jung Je memberinya berkas kasus Yu Yeon. Meski enggan, Jung Je memberi tahu di mana musti mencari. Joo Won menemukan satu kasus sebelum Yu Yeon, Bang Ju Seon, tapi yang tersisa hanyalah lembar pertama.

Jung Je beralasan, kantor polisi sempat beberapa kali pindah, bahkan kebakaran. Seharusnya polisi mendigitalisasi semua file kasus-kasus lama. Tapi, karena harus memprioritaskan kasus-kasus baru, maka pekerjaan tersebut terbengkelai. Joo Won kelepasan bicara, kalau ia tertarik akan kasus itu karena Dong Sik.

Joo Won melihat nama polisi yang bertugas untuk kedua kasus itu: Nam Sang Bae. Ia lalu teringat omongan pemilik restoran saat mereka makan bersama.

Bersambung

Komentar aku: anjing vs kucing. Ini anjing setan – kucing malaikat, atau kebalikannya? Biasanya, kucing lebih ‘gila’. Pengalaman dari kucing aku yang menjemput aku pulang kantor dan dengan galak mencakar hidung anjing tetangga, membuat anjing tetangga kapok dan tak berani mendekat. Ha! Padahal anjing tetangga ada 2, kucing aku sendiri. Hu, rupanya Joo Won, dan Ki Hwan,  juga menyimpan rahasia tak kalah berat. Meski Joo Won tidak membunuh wanita itu dengan tangannya sendiri, tapi secara tidak langsung ia menyebabkan wanita itu terbunuh plus melanggar larangan atasan. Jadi ingat seri ‘Line of Duty’, huhuhu… my fave.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: