Beyond Evil Ep. 01.2

Esok hari, Joo Won menolak uluran tangan Dong Sik yang memperkenalkan diri, ia hanya menyebutkan namanya dan mengangguk. Briefing pagi ini digunakan Sang Bae untuk mengatur ulang regunya. Melihat Dong Sik dan Joo Won saling tidak menyukai, Sang Bae memutuskan mereka menjadi partner.

Ketika Joo Won mencoba menolak, Sang Bae langsung menegur Dong Sik yang dianggap menunjukkan contoh tidak baik, sehingga seorang inspektur baru pun berani melawan keputusan atasan. Joo Won tahu teguran itu ditujukan untuk dirinya, ia tidak bisa menolak. Sang Bae memerintahkan mereka berdua untuk berpatroli.

Di dalam mobil, Dong Sik menegur Joo Won yang berkendara secara ugal-ugalan dengan bukti cara berkendara Joo Won seminggu lalu secara detil, sehingga Joo Won tidak bisa berkutik. Dong Sik juga mengingatkan di kota kecil ini tidak ada rahasia, akan selalu ada orang yang mengawasi tindak-tanduk mereka.

Joo Won tidak suka saat Dong Sik menerima laporan warga lewat ponsel pribadi. Laporan mengenai Bang Wu Cheol, penderita demensia yang pergi dari rumah dan lupa jalan pulang. Dong Sik menyuruh Joo Won mencari di ladang dan tertawa saat Joo Won minta memeriksa CCTV. Daerah belum berkembang tidak punya CCTV.

Joo Won mulai memasuki ladang, ia benci tanah berlumpur dan bersentuhan dengan ilalang. Ia mulai menuduh Dong Sik mempermainkan dirinya. Wu Cheol yang takut polisi melarikan diri saat Joo Won menyebut nama & jabatannya. Mereka akhirnya berhasil menangkap Wu Cheol, meski harus berlumuran lumpur.

Joo Won ingin tahu, rahasia apa yang dipegang putri Wu Cheol, yang membuat Dong Sik hanya terdiam saat dimarahi putri Wu Cheol. Padahal, mereka sudah membantu membawa pulang Wu Cheol dengan selamat.

 Di kantor polisi, Joo Won musti menggigit lidah. Pertama, saat ia menjelaskan memilih tidak berteman, karena selama ini orang yang mendekatinya selalu punya maksud lain. Membuat Dong Sik menyindir, koneksi seperti apa yang bisa menjadikan Joo Won arogan dan keras kepala? Kedua, karena menganggap kantor polisi Manyang tidak higienis. Membuat Sang Bae tersinggung, karena ia telah menyiapkan jamuan menyambut Joo Won di warung Jae Yi.

Meski enggan, akhirnya Joo Won datang juga ke warung. Ia diperkenalkan pada Jung Je, dan tetap menolak uluran tangan Jung Je. Sang Bae menegur Joo Won yang tak tahu keberadaan Dong Sik, seorang partner harus tahu di mana partnernya berada 24/7.

Tak lama, Ji Hwa datang bergabung diikuti oleh Dong Sik yang membantu membeli makgeoli dan soju dari toserba Kang Jin Mook. Jin Mook menolak bergabung. Putrinya, Kang Min Jung, sibuk di Seoul, jadi tidak ada yang jaga toko. Tanpa basa-basi Ji Hwa berkomentar kalau Joo Won tidak mirip ayahnya, membuat suasana jadi canggung. Dong Sik menjelaskan, Joo Won tidak suka nama ayahnya disebut.

Tapi, Gil Goo dan Gwang Young tidak bisa membaca suasana terus menyebut nama Ki Hwan. Membuat Joo Won kehilangan kesabaran. Akhirnya, Dong Sik menyuruh mereka menyebut nama ayahnya saja.

Sebelum jamuan berakhir, Joo Won menyelinap keluar. Dong Sik yang sedang memotong daging mengingatkan kalau Sang Bae tidak suka anak buahnya menyelinap pergi. Joo Won tidak peduli. Joo Won melihat kunci yang dibeli Dong Sik, ia mengungkit lagi rahasia apa yang dipegang putri Wu Cheol?

Dong Sik menjawab kalau ia membunuh putri termuda keluarga Bang, lalu tertawa terbahak-bahak saat Joo Won menjadi sangat serius. Dong Sik mengaku sekedar jahil dan ia menyukai Joo Won. Jadi, sebaiknya Joo Won pergi sebelum ketahuan oleh Sang Bae.

Joo Won tidak pulang, ia pergi menemui Kwon Hyeok, temannya yang juga seorang jaksa. Joo Won minta file autopsi terhadap Wi Sun Hee, gadis muda yang ditemukan di ladang, diberikan padanya.

Di apartment, Joo Won membuka lemari yang penuh berisi file, dan di satu sisi terdapat foto dan data pembunuhan gadis-gadis muda, termasuk foto Dong Sik dan potongan berita berjudul ‘Muka Asli si Pembunuh’.

9 bulan yang lalu, Joo Won memberikan briefing di divisi hubungan Internasional kepolisian Metropolitan Seoul tentang pembunuhan berseri dengan signature yang sama: potongan jari, tangan diikat dan kaki dimasukkan ke kantong plastik dan Dong Sik sebagai tersangka utama.

Jun Joon Woo, salah seorang detektif, mengenali Dong Sik. Detektif handal yang terkenal akan kegilaannya. Dong Sik tidak bisa menjelaskan kematian partnernya, membuat teamnya dibubarkan dan ia didemosi.

Dong Sik mengganti banner usang pencarian Yu Yeon dengan yang baru, dibantu oleh Ji Hoon dan Jin Mook. Mereka melihat mobil Joo Won melintas, tapi tidak berhenti. Tak lama Dong Sik menerima berita kalau Wu Cheol melarikan diri lagi, ia mengajak Ji Hoon mencari bapak tua itu.

Sesampainya Joo Won di kantor polisi, Sang Bae langsung melempar kunci mobil dan menyuruh Joo Woon membantu mencari Wu Cheol. Ladang ilalang menjadi tempat yang sulit, hujan turun semalaman.

Hari sudah malam saat Joo Won sampai di ladang. Ia melihat lampu senter berpendar di tengah ladang dan suara memanggil Wu Cheol.  Dong Sik menyuruh Joo Won mengikutinya agar tidak lagi tersesat.

Saat itulah Ji Hoon berteriak panik menyuruh Dong Sik bergegas datang. Dong Sik menyuruh Ji Hoon mengarahkan cahaya senternya ke atas. Dong Sik dan Joo Won langsung berlari ke arah sumber cahaya.

Begitu Dong Sik sampai, Ji Hoon langsung menunjuk ke tangan yang tersembul dari tanah. Yang pertama terpikir oleh Dong Sik adalah mayat Yu Yeon. Tak lama Joo Won pun sampai di lokasi. Ia memperhatikan gerak-gerik Dong Sik dengan seksama.

Joo Won melihat Dong Sik berjongkok dekat tangan, dan ia melihat cincin yang masih melekat di jari si mayat. Joo Won terkesiap, ia mengenali pemilik cincin itu. Tanpa Joo Won sadari, ia mundur ke belakang. Dong Sik melihat itu dan memperhatikan raut muka  Joo Won.

Dong Sik menyuruh Ji Hoon menunggu di mobil. Saat Ji Hoon sudah pergi, ia meraih baju Joo Won, ia yakin kalau Joo Won pasti tahu, siapa wanita itu. Giliran Joo Won yang bertanya, dari mana Dong Sik tahu kalau itu mayat wanita?  Dong Sik melepaskan genggamannya dan menyuruh Joo Won melaporkan penemuan itu.

Joo Won percaya Dong Sik yang membunuhnya. Dong Sik mempersilahkan Joo Won melaporkan kecurigaannya selama ada bukti. Joo Won terus mendesak Dong Sik, memaksanya mengakui kalau Dong Sik membunuh adiknya.

Dong Sik mengangkap muka dan berbalik menghadapi Joo Won lalu tersenyum lebar. Senyum aneh yang membuat bulu kuduk berdiri.

Bersambung

Komentar aku: Huah! Hebat! Setengah episode aku tidak menyukai Dong Sik muda. Setengah episode lagi, aku tidak menyukai Joo Won! Benar-benar perang antar dua ego yang yang kuat, yang satu kuat kegilaannya yang satu kuat kearogansiannya. Untung Sang Bae cukup bijaksana dan memegang kendali. Kalau tidak itu satu kantor polisi isinya perang dingin terus. Oh, aku juga suka rekan-rekan dari kepolisian Munju yang tidak peduli dengan status keluarga Joo Won, sekalian ditanya di depan muka, ‘Tak mirip bapak, ya?’ kekekeke…

Di satu sisi, keluarga akan selalu menjadi rantai atau inspirasi bagi anggotanya. Rantai, karena akan selalu dibandingkan. Inspirasi karena cinta dan prestasi yang bisa dicapai. Hu.. berat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: