Beyond Evil Ep. 01.1

Pada malam hari di dataran kosong dipenuhi rumput liar yang tinggi, terlihat cahaya senter menyinar dan seseorang berteriak. Pria itu terjatuh, ketika terbangun dan melihat apa yang ada dihadapannya, ia berteriak memanggil Dong Sik agar segera datang. Tangan manusia menyembul keluar dari dalam lumpur.

Flash Back: 14 Oktober 2000. Lee Yu Yeon, pianis yang mengiringi paduan suara gereja dipuji oleh seorang ibu. Ia pemudi yang baik, patuh dan baru saja diterima di UN Seoul. Bertentangan 180° dengan saudara kembarnya, Lee Dong Sik, yang suka berkelahi dan hanya sibuk bermain gitar tanpa peduli keluarga.

Bang Ju Seon, pemilik café ‘Bonjour’ mengusir Dong Sik yang sudah berjam-jam bernyanyi sambil bermain gitar. Ju Seon membandingkan Dong Sik dengan kembarannya, membuat Dong Sik marah dan nyaris memukul Ju Seon. Ju Seon balik menantang, agar ayah Dong Sik bisa membayar ganti rugi. Dong Sik pergi dengan muka menahan amarah.

Yu Yeon berusaha menghubungi kakaknya. Tapi, Dong Sik enggan pulang, ia meminta Yu Yeon keluar rumah menemuinya. Yu Yeon menyelinap keluar, ia berjalan di jalanan sepi berbatas padang rumput. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dan lampu jalanan mati. Yu Yeon berlari dan berlari…

Di pagi hari, di antara rerumputan, seorang wanita muda tergeletak dengan tangan terikat dan kaki terbungkus kantong plastik.

Ibu Yu Yeon membuka pintu rumah dan mengambil koran di halaman. Perhatiannya teralih pada pagar rendah di depannya dan ia berteriak. Di atas pagar, terjajar rapi potongan 10 jari manusia dengan kuku bercat merah.

Episode 1: Kemunculan

20 tahun kemudian: 11 Oktober 2020. Dong Sik bersiap pergi bertugas. Di dinding rumahnya, terpasang berita lama tentang pembunuhan, di antaranya berita bahwa jari yang ditemukan dulu adalah milik Yu Yeon. Di depan lampu merah jalan utama kota Munju, berhenti sebuah mobil mewah. Si pengedara melihat sekeliling, pandangannya mengarah ke banner usang pencarian Yu Yeon.

Oh Ji Hoon memperhatikan Dong Sik yang berusaha membubarkan ibu-ibu yang bersitegang saat bermain kartu. Pertengkaran mulut berubah menjadi fisik, Ji Hoon bergegas memberi tahu kantor polisi, lebih karena khawatir Dong Sik akan kehilangan kendali. Benar saja, Dong Sik menangkap para ibu dengan tuduhan berjudi.

Kepala polisi, Nam Sang Bae, membela para ibu dan menegur Dong Sik. Begitu juga Hwang Gwang Young, rekan polisi. Dong Sik bersikeras judi adalah judi, dari hanya 1 sen lama-lama menjadi ribuan. Mereka masih saling ribut sendiri saat Han Joo Won, si pengemudi mobil mewah, masuk dan memperkenalkan diri.

Joo Won mengaku melapor datang lebih awal karena Sang Bae sudah lama meminta detektif baru dan ia tidak suka menunggu. Saat Joo Won bertanya siapa yang akan menjadi partnernya, Sang Bae memarahi komputer tua yang mendadak berhenti bekerja dan harus dinyalakan ulang.

Kecuali Dong Sik, anggota kepolisian Manyang bergosip tentang Joo Won, yang ternyata lulusan dengan pujian dari Univ. Kepolisian Nasional Korea. Ayah Joo Won adalah orang kedua di kepolisian Korea, yang akan diangkat sebagai Komisaris Besar Polisi, Han Ki Hwan.

Dong Sik menerangkan pada seorang pria kalau ia tidak bisa melaporkan putranya, yang telah berusia di atas 18 tahun, sebagai orang hilang, tetapi sebagai orang yang melarikan diri dari rumah, sesuai dengan hukum yang berlaku di Korea Selatan. Dong Sik mengutip aturan itu dengan detil. Sang Bae memilih masuk ke ruangannya, sementara Joo Won mendengarkan dengan seksama lalu pergi ke luar.

Saat malam tiba, Dong Sik tertatih menyeberangi jalan, kakinya terasa sangat sakit. Ia berhenti dan meminum obatnya. Joo Won yang berkendara melihat Dong Sik dan melewatinya. Dong Sik melihat dan menghafal nomor mobil Joo Won.  

Di toko daging, Yoo Jae Yi mengasah pisau dan mulai memotong. Ia menyiapkan daging dan sayuran lalu membawanya ke tempat para polisi makan malam bersama. Dong Sik memuji kelezatan sup buatan Jae Yi.

Ji Hoon memberi tahu Oh Ji Hwa, kakaknya, dan Park Jung Je, keduanya sahabat karib Dong Sik dan polisi dari kantor Munju, kalau Dong Sik naik darah dan menahan para ibu. Jae Yi membela Dong Sik, karena Dong Sik sebetulnya tidak ingin para ibu-ibu itu terlibat dengan rentenir yang mulai mendekati dan memperdaya mereka karena permainan kartu itu.

Ji Hwa pura-pura memukul adiknya, agar lebih menghargai dan mempercayai Dong Sik. Ji Hoon tertawa, sepertinya Dong Sik akan punya partner baru. Dong Sik berkilah, ia tidak menyukai anak baru itu.  Ji Hoon tidak setuju, apalagi Joon Won bukan anak sembarangan. Dong Sik menerangkan kalau anak baru itu adalah putra dari Han Ki Hwan, wakil kepala kepolisian kantor pusat.

Joo Won makan bersama ayahnya, Ki Hwan. Joo Won menolak tawaran ayahnya untuk bekerja di kantor pusat. Ki Hwan menegur Joo Won untuk tidak pernah berpikir akan bisa kembali ke divisi hubungan internasional, menjaga sikap dan tidak menarik perhatian untuk sementara waktu. Joo Won tersenyum dan mengiyakan perintah ayahnya.

Bersambung

Komentar aku: whoa, Lee Do Hyun! Dari anak teladan Woo Young di ’18 Again’ menjadi pemberontak di ‘Beyond Evil’, dan aku benar-benar bisa melihat kemiripan Lee Do Hyun vs Shin Ha Kyun saat Dong Shik marah waktu diusir dari café. Saluté, Anda benar-benar bunglon sejati! Merinding jadinya. Nanti kalau suatu saat ada sutradara yang menawari jadi pembunuh berseri, mau ya? Siapa tahu jadi epic seperti Hannibal (yang film)?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: