Mr. Queen Ep. 20.2

Cheol Jong tidak tidur, pagi hari tiba, ia langsung masuk ke kamar So Yong dan menungguinya, bersama tabib istana. Saat So Yong sadar tabib memeriksa dan memberi khabar baik, bayi mereka juga selamat. Tidak ada di ruangan itu, yang matanya kering, mereka semua menangis gembira dan terharu.

Dayang berlari dan berteriak, membuat Sunwon naik darah. Dayang memberi tahu kalau raja menitahkan memindahkan Sunwon ke istana Barat, yang adalah istana pengasingan. Mereka berdua mencoba membuka pintu, tetapi ditahan oleh para dayang dari arah sebaliknya.

Dayang memberi tahu kedatangan ratu. So Yong datang memberi khabar yang sama. Bagaimana pun Sunwon berteriak dan berusaha keluar, So Yong tidak bergeming. Kali ini, kejatuhan Sunwon akan terjadi di tempat ia biasa berkuasa. Mulai hari ini, So Yong lah yang akan berkuasa, dan perubahan yang Sunwon takutkan, sudah mulai berjalan.

So Yong kembali ke kamarnya, dan mulai memaki. Kali ini, Lady Choi tidak menegurnya. Rasanya puas berhasil menurunkan Sunwon.

Pyeong masuk ke dalam ruang sembahyang Gaebi, membawa titah raja. Atas kejahatannya membuat rumor tentang ratu, ia juga akan dibuang ke istana Barat. Gaebi bersumpah atas nama almarhum raja, kalau ia tak bersalah. Hong memanggil dayang mata-mata sebagai saksi.

Raja menghukum para menteri yang terlibat pada rencana penggulingan dirinya. Ia menghukum mereka menjadi budak kerajaan dan membuang ke daerah terpencil. Tapi, istri dan anak mereka diampuni. Mereka berusaha menyalahkan Byeong In.

Cheol Jong menjadi sangat marah, dan menyebutkan kesalahan mereka adalah mementingkan kehidupan mewah mereka di atas rakyat, kedua: menyiksa dan merampas masa depan rakyat sampai para ayah dan raja tak mampu menghidupi keluarga, rakyat dan negaranya.

Rakyat melempari Jwa Geun yang diarak ke tempat pembuangan dengan sayuran dan mengutuknya. Jwa Geun hanya terdiam terus berjalan dikawal para prajurit.

Sunwon memperhatikan semua harta yang ia kumpulkan. Ia menyuruh dayangnya meninggalkan peralatan berhias. Dayang setianya menolak dan menangis saat Sunwon tak lagi memarahinya. Di tempat sembahyangnya, Gaebi berusaha meyakinkan diri, kalau ia harus terus hidup, karena itu satu-satunya jalan untuk bisa menang. Dan terpuruk menangis tersedu-sedu.

So Yong berziarah ke makam Byeong In. Ia menggantikan pedang dengan bunga. Ia menangis teringat ucapan terakhir Byeong In, satu-satunya yang percaya meski ia bersembunyi jauh di dalam tubuhnya.

Hong Yeon dan Lady Choi memuji So Yong, yang jauh berubah dari sejak malam pernikahannya. So Yong melihat ke danau, teringat dulu ia menyangka kematian adalah satu-satunya jalan keluar. Ia mengelus batu yang diukir Bong Hwan, berharap Bong Hwan hidup dengan baik di manapun ia berada.

Mun Geun datang membawakan banyak hadiah. Mereka berbicara hal yang sama pada waktu yang sama dan mulai tertawa bersama. Mun Geun bersyukur, waktu para pemberontak memasuki kota, penduduk sekitar melindungi rumah Mun Geun yang membuka gudang dan membagi hartanya pada mereka. Itu semua karena So Yong membuka pikiran Mun Geun.

Mun Geun berjanji akan menjadi kakek yang bisa dicontoh oleh cucunya nanti.

Chef Man Bok sibuk memasak. Ia memeluk Lady Choi dan berjanji membuat ramyeon terenak untuknya.

Hong memberi selamat pada Kim Hwan yang ditunjuk sebagai anggota delegasi kementrian luar negeri, yang artinya Kim Hwan musti berjalan jauh sampai kakinya melepuh. Saat Cheol Jong masuk, Kim Hwan dengan bangga mengatakan kalau ia dapat jabatan dari raja. Cheol Jong tidak percaya Kim Hwan masih juga tak mengenalinya.

Hwan Jin menyapa Pyeong yang menunggunya di depan rumah, sampai terjatuh karena kakinya keram, menunggu di udara dingin terlalu lama. Pyeong tersenyum lebar saat Hwan Jin menekankan kalau yang ia tanyakan adalah kondisi Pyeong, bukan Cheol Jong.

Kondisi kerajaan mulai berjalan dengan baik. Perhatian Cheol Jong terarah pada buku diari ratu yang ia tulis. Entah bagaimana, ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.

Bong Hwan bersyukur membaca buku sejarah yang menuliskan Cheol Jo sempat memerintah di era Joseon. Ia tertawa melihat gambar resmi Cheol Jong persis seperti yang ia tunjukkan saat berada dalam tubuh So Yong.

Detektif menghampirinya, tapi mereka datang untuk melindungi Bong Hwan. Sejarah berubah. Bong Hwan tidak sengaja memperbaiki CCTV yang memperlihatkan tindak kejahatan Sekretaris Han dan Chef Bu, dan mengirimnya ke media. Mereka berdualah yang menerjunkan Bong Hwan dari balkon.

Bong Hwan bingung, kalau ia dan Cheol Jong berhasil mengubah sejarah, kenapa sekretaris Han masih hidup? Ia bergegas memeriksa data dari internet, yang ia baca semuanya adalah pujian untuk raja Cheoljo dan ratu Cheorin, sebagai model pendukung reformasi kerajaan, meletakkan dasar bagi demokrasi.

Bong Hwan melihat berita di TV yang menyiarkan penangkapan sekretaris Han yang selama ini mencuri uang rakyat. Di setiap masa, akan selalu ada korupsi dan koruptor. Tinggal bagaimana mereka-mereka memeranginya dan membuat dunia yang lebih baik, seperti dirinya dan Cheol Jong.

So Yong memerintahkan Lady Choi menuliskan aturan baru di istana, antara lain, para dayang yang telah berusia 18 tahun ke atas, diperbolehkan menikah, anak yang berusia 10 tahun tidak diperbolehkan menjadi dayang.

Cheol Jong tidak bisa fokus bekerja, begitu juga So Yong, tapi mereka selalu berselisihan jalan. Akhirnya, So Yong memutuskan menunggu Cheol Jong di tepi danau. Benar saja, tak lama Cheol Jong datang menghampiri.

Mereka berpelukan erat disaksikan para dayang dan pengawal, yang langsung membalikkan badan. Cheol Jong heran, kenapa So Yong memanggilnya dengan panggilan hormat, apa ia punya kejutan lain? Membuat So Yong tertawa. Matahari senja bersinar hangat menerangi mereka.

Tamat

Komentar aku: 5/5***** Yas! Meski filler terasa mengganggu, tapi mereka bagian dari cerita ini. Aku ingin tahu, Hong Yeon akhirnya memilih Hong atau Kim Hwan? Bwahahaha… delegasi kementrian luar negeri = siap-siap jalan jauh sampai kaki melepuh, secara belum ada pesawat terbang. Atau pantat kepanasan karena kelamaan naik kuda/duduk di kereta? Yay untuk akhirnya Lady Choi bisa menikah dengan chef Man Bok, dan Hwan Jin akhirnya memperbolehkan Pyeong mendekatinya. Kedua ratu, Sunwon dan Gaebi boleh beradu pandang, siapa yang berkedip lebih dahulu kalah. Kali ini, tidak ada yang membela atau mengancam hukuman pancung. Yas juga untuk dunia utopia yang dipilih penulis, kekeke… nice ending!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: