Mr. Queen Ep. 20.1

Jwa Geun menyuruh putra Chang Hyuk memeriksa setiap gerobak yang memasuki istana. Di halaman belakang, para pemberontak mengeluarkan Cheol Jong dan Bong Hwan. Cheol Jong menghadiahi kepala inspektur dengan pukulan, membuatnya langsung pingsan. Mereka bersiap masuk ke dalam istana.

Kepala kasim membereskan ruang kerja Cheol Jong. Ia melihat buku kesayangan Cheol Jong dan menangis. Kepala kasim merasa melihat hantu Cheol Jong. Ia menyuruh Cheol Jong pergi dengan tenang ke nirwana, dan baru tertawa dalam diam setelah Bong Hwan masuk dan menyapanya.

Cheol Jong dan Bong Hwan berganti pakaian, mereka diserang para pengawal. Mereka melawan. Tiba-tiba terdengar suara bunyi kerang bergaung, tanda upacara sudah mulai berjalan. Bahkan Gaebi yang sedang bersembahyang pun kaget, ia tak diundang.

Di dalam balairung, terlihat upacara berlangsung hanya diwakili oleh Sunwon, Jwa Geun, Byung Hak dan sekretaris istana. Bong Hwan menepuk pundak Cheol Jong, minta agar Cheol Jong tidak kaget karena ia telah menyiapkan rencana pendukung. Byung Hak berteriak kaget saat kotak cap kerajaan dibuka dan kosong, cap telah menghilang.

Di sudut sebuah ruangan, Kim Hwan mengeluarkan suara kecil, ia pasti sudah gila, menyetujui membantu Lee Saeng Mang / ratu mencuri cap kerajaan. Cheol Jong mengagumi rencana Bong Hwan.

Kim Hwan pergi ke penjara dan memberikan cap kerajaan itu pada Pyeong dan Hong. Hong sengaja memperlihatkan cap itu pada pengawal yang datang, dan menawarkan melihat lebih dekat.

Para pemberontak Donghak yang berkumpul di sekitar istana, melemparkan bom asap dan masuk ke dalam gerbang kota. Chang Hyuk berteriak marah, menyuruh mengirim seluruh pasukan ke empat penjuru benteng. Selesai upacara, ia akan memimpin langsung menghabisi mereka.

Sunwon dan lainnya sibuk berlarian di balairung mencari cap kerajaan. Sunwon mulai berteriak dan menyalahkan Jwa Geun. Jwa Geun sadar kalau itu adalah taktik pengalihan saat Chang Hyuk datang melapor. Ia menyuruh Chang Hyuk memanggil semua prajuritnya kembali dan mengambil pedang.

Cheol Jong menggenggam tangan Bong Hwan, berjalan menuju balairung. Dari sudut matanya, Bong Hwan melihat Sal Soo siap membidik dari atap istana. Bong Hwan memutar melindungi tubuh Cheol Jong. Suara tembakan bergema mengagetkan istana. Jwa Geun tersenyum. Bong Hwan terkulai dalam pelukan Cheol Jong.

Sal Soo membidik kedua kalinya. Kali ini, tepat mengenai Cheol Jong. Hong menembak Sal Soo, ia dan Pyeong mengejar Sal Soo yang mencoba melarikan diri. Rasa sakit di badan Bong Hwan mengembalikan arwah Bong Hwan ke RS. Bong Hwan menolak, ia mencoba bertahan di Joseon, setidaknya sampai tahu kalau Cheol Jong selamat.

Bong Hwan berhasil meraih tangan Cheol Jong, semuanya menjadi putih. Di RS, Bong Hwan menarik nafas panjang, ia tersadar dari koma. Ia ingin menyelamatkan Cheol Jong, tapi, itu terjadi 200 tahun lalu. Ia mengambil ponsel detektif dan melarikan diri, dikejar oleh para detektif dan meloncat dari jembatan lantai 2.

Bong Hwan berlari ke toko buku terdekat. Ia membuka buku sejarah. Di Joseon, mereka berdua selamat karena vest anti peluru yang mereka pakai. So Yong menusuk kaki Jwa Geun yang hendak membunuh Cheol Jong. Cheol Jong bangun dan mulai melawan Jwa Geun.

Cheol Jong berteriak, dia adalah raja yang keluarganya dibantai Jwa Geun. Ia adalah raja yang diinjak-injak Jwa Geun. Berdiri menghadapi Jwa Geun bukanlah hal yang sulit. Cheol Jong mengerahkan seluruh tenaganya melawan Jwa Geun. Saat pedangnya patah, Jwa Geun menutup matanya. Mahkota Jwa Geun terjatuh, lehernya masih menyatu dengan kepala.

Cheol Jong menyuruh Jwa Geun tetap hidup, hiduplah dengan penuh rasa malu. Kalau Jwa Geun berusaha membunuh diri, Cheol Jong akan berusaha sekuat tenaga menyelamatkannya. Hiduplah dalam cangkang kosong. Jwa Geun berteriak kencang.

Sal Soo akhirnya terpojok dan dieksekusi oleh Pyeong dan Hong.

Hong membopong So Yong, mereka berdua meminta Cheol Jong menyelesaikan tugasnya. Begitu juga Pyeong. Ia mengulurkan cap kerajaan. Hujan salju mulai turun dan Cheol Jong mengalungkan syal yang dibuat Bong Hwan untuknya di leher So Yong.

Sunwon yang terus berteriak-teriak marah baru menyadari kalau raja kecil tidak duduk di tahta. Ia bersembunyi di balik tahta. Sunwon berteriak menyuruhnya kembali. Tak lama, Cheol Jong mendobrak pintu dan masuk. Ia berjalan ke arah tahta.

Cheol Jong membanting cap kerajaan dan menyuruh raja kecil pergi dari tahtanya. Setelahnya, ia berbalik dan menghadapi Sunwon. Ia akan menyapa Sunwon secara formal.

Dayang berlari memberi tahu Gaebi. Gaebi sedemikian kaget sampai kalung doa yang ia pegang putus.

Kondisi So Yong tidak terlalu baik, kemungkinan besar ia keguguran dan darah terus mengalir. Kalau tidak berhenti, baik So Yong mau pun bayinya tidak bisa diselamatkan. So Yong berteriak, ia tersadar. Lady Choi meminta Cheol Jong keluar agar mereka bisa menyelamatkan So Yong.

Cheol Jong hanya bisa berdiri diam, menunggu di depan kamar So Yong.

Bersambung

Komentar aku: boiiiinnnggg. Kalau ada yang salah direkap, itu karena sulit membaca/menerka. Setelah Bong Hwan sadar dan berlari ke toko buku, yang di Joseon itu masih So Yong atau Bong Hwan mengingat masa lalu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: