Mr. Queen Ep. 19.2

Tak disangka, kepala pengikut Donghak yang menyelamatkan Cheol Jong adalah ayah Dam Hyang, pak Jang. Sedianya ia akan membunuh Cheol Jong, karena membenci raja yang begitu kejam pada rakyatnya. Tetapi, berbalik mengabdi, setelah mengetahui kebenaran di balik tahta kerajaan, dan bahwa Cheol Jong yang menyelamatkan putrinya.

Bong Hwan memperlihatkan dokumen yang diberikan Byeong In padanya. Cheol Jong, Bong Hwan, pak Kang memikirkan bagaimana Cheol Jong bisa mengambil tahta kembali hanya dengan 1000 pengikut Donghak. Sementara, kerajaan baru saja merekrut 1000 tentara baru. Mereka kalah jumlah.

Chef Man Bok datang dan bergabung dengan mereka.

Jwa Geun menghadap Sunwon. Jwa Geun membawa khabar buruk, Byeong In wafat karena membela So Yong. So Yong diselamatkan oleh Cheol Jong. Sunwon langsung terduduk mendengarnya, jadi, raja dan ratu selamat?!

Jwa Geun merasa ada mata-mata dalam istana Sunwon dan menghunus pedang ke arah mata dayang buta. Dayang terdiam tidak bergerak, tetapi keringat menetes dari balik kupingnya. Sunwon mengingatkan, dayang itu dibutakan dan ditulikan oleh Jwa Geun, tidak mungkin ia berkhianat.

Bong Hwan tahu, Sunwon sangat pemilih dalam memakan hidangan yang disiapkan. Karenanya, mereka bisa menyusup melalui jalur masuk bahan makanan dan bumbu yang dibawa ke dalam istana. Chef Man Bok memberi tahu 62 gerobak makanan akan masuk istana besok untuk persiapan upacara pengangkatan raja baru.

Untuk menghindari pemeriksaan, mereka bisa menggunakan gerobak khusus milik inspektur, yang selalu mengambil bahan makanan istimewa untuk dirinya, dan menukar dengan yang biasa. Pak Jang berkomentar, itu bukan istana, itu sarang pencopet.

Mereka sampai di depan mayat Byeong In yang ditinggalkan begitu saja. Bong Hwan berterima kasih dan meminta maaf, serta menguburkannya dengan layak. Cheol Jong menancapkan pedangnya, mendoakan Byeong In beristirahat dengan damai.

Mun Geun menghadap dan memperlihatkan selebaran. Memaksa Sunwon mengakui kalau So Yong melarikan diri mencoba mencari raja. Mun Geun tidak menahan diri dan mengkritik kelakuan Sunwon. Sunwon tidak peduli, ia tak akan melepaskan tahta, sampai ia puas.

Jwa Geun memergoki dayang buta yang mencoba menulis pesan. Jwa Geun yakin, meski buta dan bisu, dayang tidak tuli. Ia menghunus pedang dan membunuh dayang buta.

Pak Jang merasa raja dan ratu cukup gila. Mereka bisa nyaman tinggal di istana dan menutup mata atas penderitaan rakyatnya. Tapi, mereka malah mempertaruhkan nyawa bergabung dengan rakyat jelata. Apalagi, Cheol Jong memimpikan sistem negara, di mana rakyat bisa memilih rajanya, dengan voting. Mereka semua tersenyum.

Bong Hwan mengaku kalau sejarah menuliskan mereka akan kalah. Tapi, Bong Hwan sudah bertaruh 100% untuk Cheol Jong. Cheol Jong berjanji akan terus berjuang, meski tahu mereka akan kalah. Ia akan terus berusaha, sampai badannya tidak bisa menerima lagi.

Saat Kim Hwan datang ke penjara, Hong sengaja membuang makanan yang dibawakan Kim Hwan dan mengusirnya pergi. Hong tidak ingin Kim Hwan terlibat dengan perbuatannya. Pyeong hanya bisa menyaksikan Hong menangis tersedu-sedu setelah Kim Hwan pergi dengan hati patah.

Sunwon melarang dayang mencicip obat untuknya. Hari ini adalah hari penobatan, tidak boleh satu tetes pun obat terbuang sia-sia. Sunwon meminum ramuannya dengan yakin dan menyuruh para dayang mendandaninya dengan sempurna.

Jwa Geun menjemput calon raja baru, Lee Kyung Won. Ia telah menyuruh diberlakukan jam malam dan upacara pengangkatan akan dilakukan dengan diam-diam. Ia menyuruh Kyung Won mengikuti perkataannya tanpa membantah.

Cheol Jong – Bong Hwan bersiap masuk ke dasar gerobak bahan makanan. Mereka berpamitan pada rekan-rekan mereka. Pak Jang berjanji, kalau Cheol Jong selamat, ia akan me-voting Cheol Jong sebagai raja, apa pun “voting” itu.

Pyeong dan Hong dibacakan hasil pemeriksaan kejahatan mereka. Putra menteri Chang Yuk memastikan akan langsung mengeksekusi hukuman mereka setelah upacara penobatan berlangsung.

Jwa Geun menyuruh menteri Chang Hyuk melaksanakan upacara tanpa kesalahan sedikit pun dan dengan gusar menegur Byung Hak yang khawatir dengan dokumen pengakuan mereka. Setelah penobatan selesai, Jwa Geun akan berkuasa penuh atas klan Jo dan raja baru itu.

Bong Hwan cs menahan gerobak milik kepala inspektur. Ia menjanjikan bayaran dua kali lipat pada kusir kalau mereka berhasil melewati gerbang istana dengan selamat. Jadi, kusir sebaiknya bekerja sama dan bertingkah seperti biasa, atau pedang yang akan bicara.

Jwa Geun memberikan senapan yang ia beli dari Inggris. Kalau Cheol Jong menunjukkan diri di istana, Sal Soo harus menembak tepat di hatinya.

Mereka berhasil masuk ke dalam istana. Tiba-tiba Jwa Geun menyuruh kusir berhenti dan menitahkan pemeriksaan. Jwa Geun tidak begitu saja percaya, ia menghunus pedang dan menusukkannya ke dasar gerobak.

Bersambung

Komentar aku: Dugeun, dugeun, dugeun… (bukan lagu ‘Twice’, Likey) tapi suara hati… ahh… lebay. Aku menahan tidak menonton 2 episode terakhir, karena berat melepaskan Mr. Queen. Kim Tae Woo bermain bagus di sini sebagai Kim Jwa Geun. Meski di ‘Awaken’, ia tidak seseram / sekeji Jwa Geun. Apa bermain dengan perangkat pakaian sejarah membawa dampak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: