Love Scene No. 42 Ep. 2

Chung Kyung bangun, pertanyaan mulai hadir di benaknya. Kenapa mereka tak lagi berhubungan seks, apa ia penyebabnya, apa mereka tidur bersama? Chung Kyung mengingat raut muka Woon Beom saat menengok Hwa Ran dan membasuh mukanya berulang-ulang kali.

Chung Kyung mentraktir Ji Sung yang datang hendak membeli perabotan, dan meminta Ms. Jang makan siang bersama Woon Beom. Ji Sung menjelaskan kalau itu bukan pertama kalinya Hwa Ran keguguran. Lebih tepatnya, Hwa Ran sakit karena patah hati. Myung Woon tidak keberatan tidak punya anak, tapi Hwa Ran sangat ingin punya anak, sehingga akhirnya menjadi obsesi dan merugikan kondisi fisiknya sendiri.

Chung Kyung terlalu sibuk berpikir tentang Hwa Ran. Apa arti Hwa Ran untuk suaminya? Apakah selingkuh secara fisik atau secara emosional yang lebih bisa dimaafkan olehnya? Mana yang lebih buruk? Membuat jari Chung Kyung terluka terkena gergaji listrik.

Chung Kyung memperhatikan kedekatan Woon Beom dengan ayahnya. Ia bertanya apa ayahnya selingkuh karena ibunya tidak bisa masak? Chung Kyung membenci perselingkuhan itu, memperingatkan Woon Beom agar tidak melakukan hal yang sama. Kali ini, Woon Beom yang meminta maaf.

Mereka kembali ke RS, dan dokter memberi tahu diagnosa yang ternyata tidak terlalu buruk. Chung Kyung memilih dioperasi tanpa mengangkat rahim. Ia juga menanyakan kemungkinan hamil setelah operasi. Dokter menyarankan pembuahan buatan karena akan sulit bagi Chung Kyung untuk hamil secara alamiah.

Chung Kyung ingin tahu kemungkinan hamil tanpa mendiskusikannya dengan Woon Beom karena ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk punya anak. Woon Beom mengingatkan kalau pembuahan buatan tidak mudah, dan mungkin ada efek samping yang akan berpengaruh pada kesehatan Chung Kyung.

Myung Woon menelpon mengajak Chung Kyung – Woon Beom makan bersama akhir pekan ini. Woon Beom mengiyakan. Chung Kyung menyeletuk kalau Hwa Ran sedang tidak sehat. Saat Chung Kyung kembali setelah bertemu klien, Ms. Jang memberi tahu kalau Woon Beom pergi menjenguk kenalan di RS.

Di RS Woon Beom menengok Mr. Jung, ayah Chung Kyung, dan mengajaknya makan siang bersama setelah Mr. Jung selesai menjalani pemeriksaan kesehatan.

Chung Kyung langsung menginterogasi Woon Beom yang baru datang. Woon Beom mengingatkan kalau ia sudah memberi tahu Chung Kyung jadwal periksa Mr. Jung dari dua hari sebelumnya. Chung Kyung tetap kesal dan menyuruh Woon Beom memberi tahu Ms. Jang dengan jelas lain waktu.

Chung Kyung tidak ingin Woon Beom ikut menengok Mr. Jung. Woon Beom bersikeras setidaknya mengantar dan menurunkan di depan rumah, karena hari sudah malam. Sebelum turun, Woon Beom mengingatkan kalau Mr. Jung sebetulnya khawatir dengan hasil periksa dan agar Chung Kyung bersikap lebih sabar pada ayahnya.

Chung Kyung bercerita pada Mr. Jung kalau Woon Beom punya wanita lain. Chung Kyung menolak pulang untuk bertanya langsung, ia memilih berpura-pura tidak tahu. Karena kalau bertanya artinya harus siap dengan kemungkinan berpisah. Chung Kyung tahu itu sulit, membuatnya marah-marah tanpa sebab setiap hari. Chung Kyung mencoba menekan patah hatinya, itu hanya membuatnya semakin sakit.

Woon Beom meninggalkan Chung Kyung bertemu Myung Woon seorang diri, karena ada masalah impor yang harus segera ditangani. Myung Woon senang karena akhirnya ia punya waktu bicara bebas dengan Chung Kyung. Woon Beom meminta maaf atas nama Hwa Ran, ia juga memastikan kalau hubungan Hwa Ran dan Woon Beom tidak melewati batas.

Myung Woon tahu, karena setelah beberapa waktu Hwa Ran tidak lagi menghubunginya saat di RS dan para dokter juga memberi tahu. Hwa Ran beralih menelpon dan meminta tolong pada Woon Beom. Chung Kyung heran kenapa Myung Woon diam saja padahal tahu Hwa Ran memperalat Woon Beom.

Myung Woon minta maaf. Ia menganggap Woon Beom bodoh karena tidak menyadari apa yang ia lepaskan. Bagaimana kalau Chung Kyung tidur bersamanya, meski hanya sekali? Dengan begitu, keadaan menjadi seimbang dan mungkin Chung Kyung bisa melanjutkan hidup. Chung Kyung melepaskan genggaman tangan Myung Woon.

Myung Woon mengajak Chung Kyung pergi bersamanya ke RS. Chung Kyung menolak masuk. Di pintu RS, Chung Kyung melihat kalau Hwa Ran mendorong Myung Woon dan pertengkaran mereka.

Woon Beom tertawa melihat acara di TV. Chung Kyung kesal dan mematikan TV, ia menuduh Woon Beom sebetulnya tak ingin bertemu Myung Woon. Chung Kyung terus menyerangnya dengan tuduhan Woon Beom tak peduli melihat istrinya makan dengan seorang pria, tapi tak bisa menjawab saat Woon Beom bertanya apa Myung Woon melakukan hal yang tidak pantas?

Malam, saat ponsel Woon Beom menyala, Chung Kyung mengambilnya dan melemparkan ke dinding. Akhirnya Chung Kyung mengakui kalau beberapa malam lalu ia memergoki Woon Beom. Woon Beom menjelaskan kalau ia merasa kasihan pada Hwa Ran yang depresi dan tak punya teman. Tapi, tak lebih dari itu.

Ms. Jang memberi tahu kalau ada tamu, ternyata Hwa Ran. Chung Kyung menolak pesanan Hwa Ran, lemari untuk ruang kerja suaminya. Hwa Ran heran, biasanya Chung Kyung selalu memenuhi permintaannya. Chung Kyung melepas tangan Hwa Ran dan masuk ke dalam workshop. Woon Beom dengan sopan menolak pesanan Hwa Ran.

Woon Beom meminta Chung Kyung berhenti mencurigainya, ia tidak berbuat apa-apa dengan Hwa Ran dan sudah berhenti menerima telpon/text darinya. Woon Beom benar-benar tidak tahu kenapa hari ini Hwa Ran datang ke kantor mereka.

Tapi, Hwa Ran menelpon dan memberi tahu maksud kedatangannya adalah untuk memberi tahu kalaui Woon Beom jatuh hati padanya. Ia minta maaf dan mengundang Chung Kyung makan malam bersama.

Chung Kyung datang ke restauran, menemui Ji sung. Chung Kyung menuduh Ji Sung sama seperti Hwa Ran. Ji Sung mempermainkan Chung Kyung untuk tahu perasaan dan reaksi Chung Kyung. Sama seperti Hwa Ran mempermainkan perasaan Woon Beom. Tak berapa lama Hwa Ran juga datang dan meminta maaf.

Hwa Ran mengakui kalau ia tidak tidur dengan pria beristri. Meski demikian, perhatian Woon Beom khusus untuk Hwan Ran pasti terasa berat untuk Chung Kyung, untuk itu ia minta maaf. Ia mengerti kalau Chung Kyung pasti sangat marah padanya.

Chung Kyung tidak marah, ia justru kasihan pada Hwa Ran. Ia tahu semua yang Woon Beom lakukan, karena sejak awal dialah yang menyuruh Woon Beom untuk menghibur Hwa Ran. Dan perasaan Woon Beom pada Hwa Ran bukan cinta, tapi rasa kasihan semata. Ya, Chung Kyung dan Woon Beom mengasihani Hwa Ra.

Hanya saja, rasa kasihan ada batasnya. Sekarang Chung Kyung dan Woon Beom sudah merasa lelah melakukan itu semua. Jadi, kalau Hwa Ra depresi dan sedih, silahkan mencurahkan isi hatinya pada Myung Woon, jangan lagi menghubungi Woon Beom. Chung Kyung berdiri dan meninggalkan mereka. Restoran dipenuhi suara teriakan Hwa Ran.

Di lift, Chung Kyung memberi tahu kalau ia bertemu Hwa Ran yang beranggapan kalau Woon Beom jatuh hati padanya. Chung Kyung juga mengikuti Woon Beom malam itu ke RS menemui Hwa Ran, dan melihat semuanya. Kenapa Woon Beom tidak sekalian tidur dengan Hwa Ran, tapi membuatnya terlihat menyedihkan? Bagaimana mungkin Woon Beom yakin tidak ada perasaan yang terlibat?

Chung Kyung membereskan koper dan pergi dari rumah. Myung Woon menelpon Chung Kyung menawarkan minum anggur bersama.

Myung Woon punya apartemen terpisah karena nyaman baginya mempunyai tempat rahasia. Ia juga tidak peduli lembaga pernikahan seperti apa yang ia jalani. Kali ini, Chung Kyung setuju.

Woon Beom terburu-buru pergi ke rumah mertuanya dan mendapati Mr. Jung terkena serangan jantung. Myung Woon sengaja mengaktifkan telpon saat Woon Beom menghubungi dari RS. Ia membiarkan Woon Beom mendengarkan apa yang sedang mereka lakukan.

Chung Kyung menghentikan Myung Woon saat ia mencoba membuka pakaiannya. Woon Beom terburu-buru pergi ke apartemen Myung Woon yang ia ketahui dari Hwa Ran. Ia memukul Myung Woon. Woon Beom terus menggedor pintu kamar mandi, memberi tahu kalau Mr. Jung meninggal dunia. Chung Kyung membuka pintu, badannya basah kuyup dan berjongkok menangis di depan pintu kamar mandi.

Woon Beom berusaha merapikan rambut Chung Kyung yang berantakan sebelum masuk ruang pemakamam.

Setelah tamu pulang, Chung Kyung berterima kasih pada Woon Beom. Ia bisa mengantarkan ayahnya dengan pantas karena Woon Beom. Chung Kyung mengajak Woon Beom bercerai. ia tak tahu bagaimana Woon Beom akan bisa memaafkannya. Woon Beom menolak, Chung Kyung adalah satu-satunya keluarga yang ia punya sekarang.

Rasa sakit hati yang mereka timbulkan pada pasangan mereka, hanya bisa disembuhkan bersama oleh mereka berdua. Mari mereka mengubur rasa sakit itu, membiarkan waktu menyembuhkan hati mereka dan hidup bersama untuk waktu yang panjang. Setidaknya, itu permintaan Woon Beom pada Chung Kyung.

Pagi menjelang, musim berganti, salju pun turun perlahan. Chung Kyung dan Woon Beom kembali merapikan tempat tidur mereka. Mereka sarapan bersama. Chung Kyung memuji masakan Woon Beom, sedaaaappp… Mereka menikmati kebersamaan mereka.

Love Scene No. 42 Tamat

Komentar aku: 4.8/5 bintang! Yassss! 1 jam 45 menit! Aku sungguh menyukai episode kali ini. Pemain √, cerita √, sutradara/cinematografi √… ada sedikit yang kurang, meski minor. Penguatan karakter Woon Beom. Karena, agak sulit melihat kalau Woon Beom benar-benar tidak punya rasa apa pun pada Hwa Ran kecuali kasihan, dan memang karakternya lurus kaku seperti batang pohon yang kuat, tempat orang berlindung dan menyandarkan diri padanya. Meski aku kenal baik pria seperti ini.

Penceritaan pintar membuat aku ikut tidak percaya, kalau Woon Beom tidak punya rasa apa-apa, sama seperti dugaan Chung Kyung. Misal: Woon Beom marah pada Ji Sung saat Ji Sung mengumumkan kehamilan Hwa Ra. Apa hubungannya? Ternyata memang karena menjunjung privacy. Woon Beom tidak cerita atau membangunkan Chung Kyung saat menolong Hwa Ra. Besar kemungkinan karena pasti menimbulkan konflik (dilarang membantu) plus tidak mau mengganggu tidur Chung Kyung. Ha!

Aku senang, akhirnya mereka berdua kembali bisa menikmati perkawinan mereka. Huhuhu… Untuk Myung Woon dan Hwa Ra… ke laut aja… Kalian juga pasangan yang serasi. Ji Sung, tetap perannya sebagai teman sekaligus psikolog. Tidak menghakimi, tapi tidak juga membantu. Well… setidaknya ia bisa merawat atau memberikan referensi dokter jiwa untuk Hwa Ra setelah pertemuan mereka di restoran. Kudos!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: