Mr. Queen Ep. 18.1

Sunwon menyuruh Byeong In mengganti tatanan tahta segera. Byeong In mengiyakan sembari mengatakan kalau So Yong kembali mendukung klan Kim. Sunwon akan memaafkan So Yong kalau benar demikian, demi bayi yang akan menjadi pewaris tahta berikutnya.

Byeong In – Cheol Jong mundur selangkah saling melepaskan pedang yang menyayat lawan mereka. Lalu mereka kembali bertempur. Cheol Jong berhasil melempar pedang Byeong In dan melarikan diri. Ia sampai di tepi jurang laut dikelilingi Byeong In dan pengikutnya.

Byeong In menyuruhnya menyerah. Tapi, Cheol Jong memilih meloncat ke dalam laut.

Bong Hwan melampiaskan kegelisahannya dengan makan sebanyak-banyaknya. Ia pergi ke tepi danau, dan kenangan akan Cheol Jong membanjirinya. Ia berlari ke gazebo, tapi bayangan Cheol Jong terus menghampirinya.

Episode 18: Serangan Balik Kenangan

Byeong In datang menghadap. Ia meyakinkan Bong Hwan kalau Cheol Jong baik-baik saja, dan ia terluka karena latihan. Byeong In juga minta agar Bong Hwan kembali berbaikan dengan klan Kim dan menawarkan bantuan apabila diperlukan. Bong Hwan berterima kasih, tetapi menolak semua itu. Pyeong memperhatikan dengan mata penuh kebencian.

Salah seorang menteri membacakan keputusan raja pergi meredam pemberontakkan dan mewakilkan pemerintahkan pada Sunwon. Sunwon mengumunkan perubahan staff dengan menempatkan kembali anggota dari klan Kim. Ia duduk di kursi raja dan mengancam siapa yang membuat gosip tentang ratu, tidak akan selamat.

Pengawal Byeong In menemukan jubah raja hanyut di hilir.

Bong Hwan kembali menulis buku hariannya, menyuruh bayinya melakukan apapun yang ia mau. Meski tetap cemberut, Bong Hwan meminum obat penguat sampai habis.

Bong Hwan menghabiskan waktu dengan bermain bersama para selir. Mereka bermain tebak kata. Tapi, apa pun kata dan gerakan yang dilakukan, Bong Hwan menebaknya sebagai raja. Mereka mengerti, Bong Hwan pasti sangat merindukan raja. Ia pun mulai menangis.

Sunwon sudah tidak sabar, ia menyuruh Byeong In bersiap. Lady Choi membawa khabar buruk ini ke Bong Hwan. Suara tiupan dari kelomang raksasa pun berkumandang mengabarkan berita duka.

Sunwon sudah tidak sabar dengan acara berduka ini. Byeong In memastikan raja tidak bisa kembali meski masih hidup, ia sudah menjaga semua pintu masuk sampai acara penobatan selesai. Sunwon gembira dan mulai makan.

Bong Hwan terduduk terdiam di kamarnya. Ia membaca tulisan Cheol Jong di buku diary bayi dan mulai menangis tersedu-sedu.

Pyeong merangsek masuk kamar Bong Hwan, menuduhnya dalang kematian Cheol Jong. Bong Hwan bingung tak mengerti. Tak lama Byeong In dan pengawalnya datang. Pyeong menarik Bong Hwan sebagai tawanan dan menuduh Byeong In bekerja sama dengan So Yong membunuh Cheol Jong.

Melihat Bong Hwan memegang perutnya, Pyeong tidak tega dan melepaskan Bong Hwan. Bong Hwan minta penjelasan Byeong In. Byeong In menjelaskan kalau Pyeong dicurigai yang memberikan info tentang raja pada para pemberontak Donghak. Bong Hwan ingat luka di pundak Byeong In dan ketidak percayaannya kalau Pyeong akan berkhianat. Tapi ia diam saja.

Byeong In kembali mengumpulkan para tetua klan di rumah hiburan. Ia minta para tetua tidak usah berpura-pura, mereka harus merayakan kematian raja. Ia menjelaskan dengan detail rencana selanjutnya.

Byeong In meninggalkan para menteri. Tapi, ia tidak pergi dan mendengarkan percakapan mereka. Terutama, salah satu menteri yang berkata kalau So Yong sampai melahirkan putra mahkota itu sama saja dengan hukuman mati baginya. Mereka terrtawa terbahak-bahak.

Bong Hwan menyamar menjadi pelayan dan pergi mengganti dupa di ruang kerja raja bersama kepala kasim. Ia mendatangi peti mati dan mencoba memeriksa mayat yang ada di sana. Ia tidak berani melihat muka, tetapi meraba-raba bagian tubuh mayat itu dan… ‘Eureka!’.

Lady Choi memberi tahu kalau ada peraturan yang memerintahkan penggantian raja baru bisa dilakukan setelah 5 hari berkabung, Sangwibok. Bong Hwan tahu ia punya waktu 6 hari untuk membawa kembali Cheol Jong ke istana.

Bersambung

Komentar aku: Whoa… kekuasaan memang menakutkan. Apa kata orang zaman dulu? Yang bisa menjatuhkan seseorang adalah: ‘harta, tahta, wanita’, nah… kalau ratu seperti Sunwon? ‘harta, tahta, pria?’ kekeke… Itu mayat yang dipilih sebagai pengganti raja, pasti kasim kah? Karena…

Tentu saja Sunwon / klan Kim takut kalau So Yong melahirkan seorang putra mahkota. Meski bisa menguasai sebagai ratu, tapi seperti berjudi dengan maut. Bagaimana kalau setelah dewasa si putra mahkota memutuskan membalas dendam? Wah… kebanyakan menonton dan membaca C-drama sepertinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: