Mr. Queen Ep. 17.2

Cheol Jong dan Bong Hwan lalu bersama-sama melakukan aksi bermesraan di gazebo. Disaksikan para dayang dan pengawal yang melewati gazebo itu.

Hwan Jin menanyakan apa Gaebi yang menyebar rumor itu? Gaebi tidak menolak, bukannya info itu datang dari Hwan Jin? Hwan Jin memohon agar Gaebi berhenti. Gaebi tertawa, rumor itu telah beredar dan telat bagi Hwan Jin untuk mengatakan dirinya tak bersalah.

Hwan Jin balik mengancam. Ia akan menuliskan dan membeberkan semua yang ia ketahui dengan Gaebi, dan lihat bagaimana klan menanggapinya. Hwan Jin tidak akan membiarkan Gaebi menginjak-injak mimpi Cheol Jong.

Hwan Jin kembali ke istananya, ia memutuskan pergi ke istana So Yong. Bong Hwan sedang bersama ketiga selir untuk ‘meluruskan’ gosip itu. Bong Hwan jadi bertanya-tanya, apa deskripsinya tentang keperkasaan Cheol Jong yang jadi dasar tulisan di sejarah?

Bong Hwan yakin akan bisa menang, ia punya keyakinan dan alasannya sendiri untuk memastikan kemenangan ada di tangan Cheol Jong. Hwan Jin lalu menghadiahi Bong Hwan busur dan anak panah, meminta Bong Hwan belajar memanah agar kemampuannya meningkat.

Hwan Jin menghadap Cheol Jong dan minta dikeluarkan (dibuang) dari istana. Cheol Jong tidak setuju, karena bekas selir yang dibuang akan menanggung hinaan yang tidak sedikit. Hwan Jin tidak peduli, itu lebih baik daripada terperangkap di istana tanpa rasa cinta.

Cheol Jong mengumpulkan para menteri dan mengumumkan dilepasnya gelar selir pertama Hwan Jin. Man Hong berbisik pada rekan menteri, kalau Hwan Jin bukan lagi anggota klan Jo.

Pyeong berusaha menarik Hwan Jin kembali. Hwan Jin menolak, terutama, karena ia tak mau lagi memanfaatkan rasa cinta Pyeong pada dirinya untuk melampiaskan rasa cinta pada Cheol Jong. Ia berharap Pyeong bisa mencintai dan dicintai orang yang tepat untuknya. Hwan Jin meminta maaf.

Bong Hwan memuji kekuatan tekad Hwan Jin.

Cheol Jong melampiaskan kegalauannya dengan berlatih pedang. Pyeong datang bergabung. Sampai akhirnya Cheol Jong berteriak sampai kapan ia harus kesepian dan tertekan, sampai kapan? Pyeong pergi meninggalkannya.

Gaebi berpura-pura khawatir dengan rumor yang beredar, itu sebabnya ia mendatangi Sunwon. Gaebi mulai menyebar racun, bayi yang dikandung So Yong adalah putra Byeong In. Sunwon tertarik mendengarnya. Para menteri mulai mempercayainya.

Sunwon memanggil Byeong In dan menitahkannya memenggal kepala So Yong yang membuat malu klan Kim. Sunwon memberi tahu tentang rumor itu. Meski Byeong In membantah, Sunwon tidak peduli akan kebenaran. Byeong In berteriak kalau ia akan segera mengembalikan jabatan Sunwon, Sunwon tersenyum.

Byeong In masuk ke ruang kerja Cheol Jong, memberi tahu tentang tulisan pemberontak Donghak. Ia tidak segera memberantas pemberontak, karena itu akan menyakiti So Yong juga. Byeong In memberi tahu rencana klan Kim. Byeong In mengingatkan kalau keluarga Kim sendiri yang menguatkan rumor, maka mereka bisa membuang So Yong dan bayinya.

Satu-satunya cara adalah membasmi seluruh pengkhianat Donghak sekarang juga. Cheol Jong harus terlibat langsung menghukum mereka, agar membuat para menteri percaya.

Cheol Jong datang ke kamar Bong Hwan, yang setengah tertidur menunggu kepulangannya. Ia lalu menidurkan Bong Hwan dan pergi keluar.

Cheol Jong pergi menghadap Sunwon. Ia akan pergi berperang ke San Nam. Ia menitipkan tahta kerajaan dan So Yong berserta bayinya dalam perlindungan Sunwon. Sunwon menyuruhnya bergegas, matahari telah mulai terbit.

Hong dan Pyeong langsung menemui Cheol Jong. Cheol Jong membenarkan ia akan membasmi penduduk yang ia dukung selama ini. Byeong In menemukan kode di buku Dongmongseonseup, kalau ia tidak bertindak, akan lebih banyak lagi penduduk yang akan mati atau terluka.

Cheol Jong memastikan bukan So Yong yang memberikan buku itu pada Byeong In. Ia akan pergi dan menanggung hal ini sendiri. Cheol Jong pergi meninggalkan Hong dan Pyeong.

Cheol Jong mempercepat jalan kudanya ketika mendengar suara So Yong.

Bong Hwan dibawa ke jalan terpencil dan para pengawal mengurungnya. Byeong In datang. Mereka berdiri berhadapan dan mulai bertarung satu lawan satu. Mereka berhasil saling melukai lawannya.

Bersambung

Komentar aku: Hoi… kekekeke… asyik cliff hanger. Apalagi cuplikan seri berikutnya buat dag dig dug deeeerrrrr… Tapi, kenyataan sering begitu kok, dan kenyataan di sejarah (kalau benar mengikuti sejarah tertulis) tentang Cheol Jong memang akhirnya tragis. Di pembuka seri tertulis drama ini tidak berhubungan dengan sejarah. Boleh dong minta happy ending, yay!

Aku suka Hwan Jin kembali ke dirinya yang dulu, meski patah hati. Dan ia tahu, kalau Pyeong mencintainya dan tidak ingin menjadi keji. Tepuk tangan untuk Hwan Jin!

By the way, ketiga selir, apa benar mereka hanya sekedar jabatan? Wah, tak terbayang hidup di sangkar emas lalu harus menyaksikan pria yang mereka sukai hanya dari jauh. Tapi, mungkin ada yang suka. Seperti kata Cheol Jong ke Bong Hwan, ‘Bagi orang lain, hamil itu anugerah. Tapi, bagimu mungkin itu lain cerita.’ Yup. Kita tidak pernah tahu (isi hati) orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: