Mr. Queen Ep. 16.2

Tentu saja, seseorang yang spesial adalah… Jwa Geun. Jwa Geun mengerti, setelah semua orang, kini gilirannya. Bong Hwan setuju, Jwa Geun gagal menjaga keselamatannya. Jwa Geun juga setuju, Bong Hwan gagal mengatur Cheol Jong. Bong Hwan melemparkan pedang dan menyuruh Jwa Geun menghunusnya.

Pedang itu hadiah pensiun yang bertuliskan semua prestasi Jwa Geun. Jwa Geun menarik pedang keluar dan isinya adalah pedang patah. Seperti itulah hidup Jwa Geun. Bong Hwan akan memastikan kalau ia akan berhasil, karena Bong Hwan tak kan merugi (nothing to lose).

Hwan Jin datang menghadap. Cheol Jong mengingatkan kalau ia mencintai Hwan Jin bukan semata karena diselamatkan olehnya dari dasar sumur. Ia telah jatuh hati pada Hwan Jin saat kembali dari pengasingan.

Pyeong menghadap, Hwan Jin pun pergi. Cheol Jong berkata kalau berpaling dari kebenaran yang tidak ingin diungkapkan adalah pilihan yang digemari banyak orang.

Sal Soo menyalakan lilin di depan kamar raja. Sementara Cheol Jong dan Bong Hwan terus berdiskusi tentang pemerintahan di masa depan. Sementara Byeong In melarutkan kesedihannya dalam arak. Ia telah kehilangan segalanya, rumah dan cintanya.

Hwan Jin yang tidak ingin percaya kalau Cheol Jong mengetahui kebenaran, memaksa masuk ruang kerja raja. Ia melihat Cheol Jong dan Bong Hwan tertidur bersama.

Hong tidak percaya Cheol Jong menyuruhnya bekerja sama dengan Bong Hwan untuk strategi militer. Bong Hwan memulai dengan meningkatkan kebugaran tubuh para pengawal raja, dimulai dengan Hong.

Hwan Jin berdandan dan berkaca di cermin. Ucapan So Yong tergiang-ngiang terus di pikirannya.

Cheol Jong menyuruh Pyeong menggunakan catatan palsu untuk mulai menjatuhkan menteri. Tak lama, Hwan Jin datang menghadap. Hwan Jin mengakui semuanya, yang menyelamatkan Cheol Jong 8 tahun lalu adalah So Yong, yang menemukan buku inventori dan memberikan pada Gaebi adalah dirinya.

Cheol Jong tidak percaya Hwan Jin melakukan itu, apalagi Hwan Jin tahu betapa berartinya buku itu bagi perjuangan Cheol Jong. Hwan Jin menyalahkan Cheol Jong yang beralih hati pada So Yong.

Cheol Jong jatuh terduduk dan mulai menyalahkan dirinya, Hwan Jin pamit pergi, ia sadar akan kesalahan dirinya, dan akan mencoba mencari jati dirinya yang hilang. Pyeong mendengarkan dari balik pintu.

Bong Hwan sendiri sibuk membaca novel bersambung, ‘The World of the Married’, bersama Lady Choi dan Hong Yeun. Lady Choi mengingatkan apa sudah waktunya Bong Hwan pergi ke ruang raja? Bong Hwan minta waktu satu halaman saja lagi…

Cheol Jong mengembalikan buku pada Bong Hwan, seperti janjinya dulu delapan tahun yang lalu, di dasar sumur. Cheol Jong hanya heran, apa yang terjadi selama delapan tahun ini? Dulu So Yong memang aneh, tetapi sekarang jadi ajaib? Bong Hwan tertawa.

Pyeong memulai dengan menangkap menteri Seok Geun.

Cheol Jong mengangkat pengganti Seok Geun, ayah dari selirnya dari klan Yeoheung Min. Semua menteri menolak, tapi terdiam saat melihat Byeong In tidak berkata apa-apa.

Sunwon melarang Byeong In duduk di hadapannya, ia sudah tidak sabar. Byeong In meyakinkan kalau setidaknya tidak ada dari klan Kim yang ditangkap lagi dan ia sudah mengatur rekanan militer. Sunwon menjadi lebih tenang. Ia mendengar kalau So Yong memasukkan ajaran sesat pada pikiran Cheol Jong setiap malam.

Byeong In langsung memeriksa kamar So Yong, tapi malah menemukan surat cinta dari Cheol Jong untuk So Yong. Ia melihat buku Dongmongseonseup, membuka halaman dan terbeliak. Byeong In merobek salah satu halaman buku itu dan pergi.

Pengawal Byeong In memastikan tahu kalau tulisan di buku Dongmongseonseup itu adalah kode yang digunakan para pemberontak.

Cheol Jong cs, langsung menyembunyikan catatan, saat tiba-tiba Kim Hwan masuk. Ia mengenali Bong Hwan sebagai sahabat lamanya, Saeng Mang dan langsung memeluknya. Tentu saja Jong Cheol jadi cemburu. Mereka lalu melanjutkan dengan bermain kartu a la Joseon.

Para menteri membahas penangkapan Seok Geun, pastinya Cheol Jong punya buku inventori itu. Byeong In memutuskan perang akan dimulai dan pasti akan meneteskan darah. Ia akan memulai operasi pembersihan di mana semua pejabat wajib mengakui harta korupsi dan yang bersalah mengundurkan diri. Yang tidak mengikuti akan menjadi kambing hitam untuk semua kejahatan yang ada.

Cheol Jong menyadari kekuasaan Byeong In semakin kuat. Pyeong menyarankan mencari kebusukan Byeong In, sayangnya Hong tahu kalau Pyeong tidak melakukan kejahatan. Diskusi mereka terhenti karena Kim Hwan datang lagi.

Lady Choi kembali mengeluarkan isi hatinya, tapi kali ini ditemani Man Bok. Mereka bersenang-senang.

Cheol Jong memberikan buku semua ide yang diceritakan Bong Hwan. Bong Hwan bersyukur ada seseorang yang mau berusaha menuliskan ‘Diary Ratu’, membuatnya tidak merasa kesepian di istana. Saat akan dicium, Bong Hwan tiba-tiba mual.

Tabib istana mengucapkan selamat dan memberikan hormat, ratu hamil!

Lady Choi dan Hong Yeon menari. Tabib istana mengeluarkan pita. Kepala kasim bertepuk tangan. Cheol Jong berterima kasih, tertawa dan menangis. Bong Hwan termangu. HAMIL?!

Bersambung

Komentar aku: Eh, ini 20 episodes ya? Lupa, aku pikir 16… Hwan Jin dan Byeong In bernasib sama. Hiks. Membaca novel berseri = menonton drama berseri = membaca novel 400 halaman. Aku mengerti, Bong Hwan. Kemarin begadang sampai jam 4 pagi menghabiskan novel 400 halaman itu… Hanya 1 lembar lagi, 1 lagi, 1 lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: