Mr. Queen Ep. 16.1

Bong Hwan membenarkan ia yang menyelamatkan Cheol Jong dari sumur, tangannya masih pegal sampai sekarang. Ia menyalahkan Cheol Jong yang tidak berhati-hati sampai dua kali jatuh ke sumur! Cheol Jong terus berbicara kalau ia pikir So Yong menyelamatkannya juga 8 tahun lalu. Tapi, Bong Hwan sibuk makan ramyeon, yang akan mengembang kalau ditinggal terlalu lama.

Cheol Jong terus mempelajari ilmu beladiri dari Ming, karena ia ingin membangun pertahanan yang baik. Bong Hwan mencoba menghibur kalau nanti Cheol Jong gagal, itu lebih karena jalannya sejarah, bukan karena ketidak mampuan Cheol Jong.

Cheol Jong sering merasa aneh, seolah mimpi adalah masa depan dan sekarang ia hidup di masa lalu, sekedar menanti kematian sebagai seorang raja boneka yang tersia-sia. Ia ingin merubah itu, ia ingin memerangi takdir yang tertulis untuknya.

Bong Hwan yakin Cheol Jong akan berhasil, karena ia selalu memihak sang pemenang. Cheol Jong tertawa, keyakinan diri Bong Hwan menghiburnya. Kalau Cheol Jong tidak percaya bahwa Bong Hwan datang dari 200 tahun yang lalu, bagaimana kalau ia mendengarkan isi mimpi Bong Hwan?

Joseon tidak lagi ada, berganti menjadi Republik Korea, di mana rakyat memilih rajanya. Tidak ada lagi perbedaan kasta. Begitu orang berusia 18 tahun, mereka berhak memilih raja.

Sal Soo melaporkan setiap gerak-gerik So Yong pada Jwa Geun. Jwa Geun memberinya obat dan menyuruhnya terus membuntuti So Yong.

Kim Hwan memberikan selamat atas pengangkatan Byeong In. Ia ingin keluarga mereka bisa hidup selaras dengan Cheol Jong. Byeong In menolak, ia sangat membenci Cheol Jong yang bermuka dua dan memperalat So Yong dengan cintanya. Kim Hwan tidak setuju, Cheol Jong yang justru mencintai So Yong. Gosip para dayang mereka berdua menghabiskan waktu semalaman bersama.

Bong Hwan – Cheol Jong tertidur di ruang kerja raja. Bong Hwan berusaha meyakinkan diri, kalau Cheol Jong sukses, pendudukan Jepang tidak akan terjadi dan sekretaris Han tidak akan ada. Ia akan melakukan sepenuh hati membuat Cheol Jong sukses, agar dirinya selamat, itu saja.

Bong Hwan pergi menjenguk ayahnya yang sakit. Mun Geun menyelesali kelakuannya, dan yang terpenting baginya adalah melihat So Yong selamat dan hidup bahagia. Bong Hwan meyakinkan kalau ia akan hidup melebihi harapan ibunya sebelum meninggal, dan membalas dendam pada mereka yang menyakiti diri dan keluarganya. Untuk itu, ia minta bantuan Mun Geun.

Gosip beredar kalau tuan tanah kehilangan akal sehatnya. Mun Geun yang terkenal kikir mengadakan cuci gudang! Para penduduk berlomba mengambil barang-barang itu. Bong Hwan meminta Mun Geun melepaskan semua harta hasil korupsi/suap.

Pengorbanan Mun Geun tidak hanya sampai di situ, ia pun menuliskan semua daftar harta yang ia ingat dari buku inventori, setiap isinya. Bong Hwan memberikan dokumen itu pada Cheol Jong.  Tidak ada yang tidak mengantongi keuntungan. Bahkan kalau perlu perahu berisi garam diganti batu lalu ditenggelamkan, dan garamnya mereka ambil untuk keuntungan pribadi.

Cheol Jong mengusulkan bagaimana kalau Mun Geun membantu mengumpulkan bukti korupsi itu? Dengan demikian itu akan mengurangi hukuman Mun Geun yang merupakan tokoh penting dalam semua tindak korupsi klan Kim.

Di sidang istana, Cheol Jong mengumumkan pengangkatan Pyeong sebagai pemimpin Ijungchung. Kembali ia tidak peduli protes para menteri dan mencap dokumen pengangkatan resmi. Ia juga telah mengirim petugas untuk menyelidiki tindak perampasan harta, dan pelaku akan dipaksa menyerahkan diri.

Para menteri menolak dan menyatakan Menteri pertahanan telah memanggil semua kepala militer dan menyuruh mereka menangkap dan menghukum mereka-mereka yang diduga melakukan perampasan. Para pemimpin kejahatan ini harus segera dibungkam agar pemberontakan tidak pernah terjadi.

Cheol Jong memutuskan akan memeriksa penjara, agar yang tidak bersalah tidak dihukum. Ia ingin memastikan pejabat dan pemimpin militer yang terlibat mendapatkan hukuman seberatnya. Bong Hwan yang menyamar menjadi kasim, mendengarkan itu semua.

Byeong In melaporkan semua itu pada Sunwon. Sunwon mengakui ia sulit memaafkan So Yong. Apalagi kalau membaca surat menyurat mereka, yang bahkan rela mati satu sama lain. Byeong In terdiam.

Begitu keluar istana, teman Byeong In menarik leher baju Byeong In. Keluarganya difitnah dan dihukum, apa itu balasan mengabdi dengan setia? Byeong In menyarankan temannya bersyukur, setidaknya keluarganya tidak dipenggal. Tapi, setelahnya Byeong In mengulurkan tangan, mengajak temannya bekerja bersamanya di istana. Akan ia tunjukkan kalau ia berbeda dari Jwa Geun.

Hong, yang tugas dinas, mendatangi petugas yang minum-minum ditemani dua wanita. Petugas melempar badge kerajaan yang ditunjukkan Hong. Tapi ia tak berkutik saat Hong menodongkan senjata api.

Para menteri menghadiri undangan Bong Hwan. Ia menyebut mereka sebagai sampah masyarakat. Saat para menteri tersinggung, Bong Hwan mengancam akan bertindak. Mereka menjadi menteri juga lebih karena hubungan keluarga. Mulai sekarang, tidak ada yang boleh menentang raja saat sidang.

Byeong In mengajak Gaebi tidak menyerang So Yong. Lebih baik mereka bekerja sama untuk musuh mereka, Cheol Jong. Tapi, muka Byeong In berubah saat pengawal masuk dan melaporkan sesuatu.

Byeong In merangsek masuk menanyakan perbuatan Bong Hwan. Bong Hwan meminta Lady Choi dan Hong Yeon memberinya waktu. Bong Hwan memastikan kalau perasaannya pada Byeong In telah berubah. Ia tak ingin memanfaatkan rasa cinta Byeong In. Karenanya, lebih baik mereka berpisah jalan.

Byeong In memohon, baginya So Yong adalah segalanya. Tapi Bong Hwan berbalik pergi dan meninggalkannya sendiri.

Melihat sang ratu tidak semangat, Cheol Jong mencoba melucu. Membuat semua yang ada di dalam istana membeku.

Hong Yeon masuk membawakan pedang yang diminta Bong Hwan. Bong Hwan ingin pedang itu menjadi hadiah untuk seseorang special baginya. Cheol Jong berharap (dialah seorang yang special bagi So Yong).

Bersambung

Komentar aku: bwahahahaha… judul novel yang tidak masuk dalam perpustakaan istana tapi sangat diminati dayang-dayang dan menjadi sumber sumpah serapah adalah… ‘The World of the Married’. Ceritanya, seorang bangsawan yang menyeleweng dengan anak gadis tetangga yang lebih muda. Guling-guling ketawa… Bayangkan ‘The World of the Married’ a la sageuk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: