Mr. Queen Ep. 15.2

Bong Hwan mendesak Hwan Jin ke tepi danau, menyuruhnya bercermin, melihat betapa jelek hati Hwan Jin sebenarnya. Bong Hwan menahan saat Hwan Jin nyaris terjatuh ke dalam danau. Itu saja sudah menjadi bukti kalau So Yong lebih baik dari Hwan Jin, dan pergi meninggalkannya.

Di depan sidang, Cheol Jong membacakan surat pengunduran diri Jwa Geun. Ia juga memutuskan akan mendirikan Samjung Ijungchung, kantor yang didirikan untuk mengatasi masalah pajak tiga turunan. Siapa pun yang mengancam petani, sebagai dasar negara Joseon, akan dikenai hukuman berat.

Cheol Jong menolak protes yang diajukan Man Hong, kalau itu artinya melarangnya berbuat kebaikan. Ia lalu mencap dokumen pembuatan Samjung Ijungchung. Ia juga memberikan gelar resmi pada almarhum raja.

Byeong In memasukki sidang sebagai calon menteri pertahanan baru yang dipilih oleh para menteri dari kedua klan. Ia lalu memberikan hormat pada Cheol Jong.

Cheol Jong, Pyeong dan Hong membahas hal ini yang akan bisa membuat kedua klan kembali mencoba menguasai Cheol Jong kembali. Ia menyuruh Pyeong segera mendirikan Ijungchung dan Hong tugas dinas ke tiga kota dekat perbatasan. Kepala kasim datang membawakan surat dari ratu.

Bong Hwan merenung, balas dendam ternyata memuaskan hatinya. Ia bersalaman dengan Cheol Jong, karena sekarang mereka rekanan. Klan Kim telah membuangnya, jadi ia tak punya beban lagi dan bebas mendukung Cheol Jong.

Cheol Jong menjelaskan alasan kenapa malam itu ia mencoba membunuh So Yong. Setelah kesalahan pahaman terurai, Cheol Jong ingin membangun negaranya dengan baik. Tapi, Bong Hwan sadar, tidak mungkin merubah orang dan sejarah. Meski, ia setuju, kalau Cheol Jong kuat, maka Bong Hwan juga aman.

Kalimat terakhir Bong Hwan, mengingatkan Cheol Jong akan kalimat yang sama, yang diucapkan gadis yang menyelamatkannya saat ia bersembunyi di sumur dulu.

Bong Hwan menyiapkan makan siang dan mengirimnya saat siap. Ia tiba-tiba ingat ada satu orang lagi yang belum sempat ia balaskan dendam, apa dikebiri hukuman yang paling tepat? Lady Choi melotot mendengarnya.

Makanan berhias tengkorak yang ia siapkan untuk Sunwon.

Bong Hwan memanggil Shim Ong. Bong Hwan menganugerahkan jabatan di istana yang bergaji besar dan tak kan dipecat, menjadi kasim untuk ratu. Pertama, karena Shim Ong meracun air dapur dan merusak persiapan jamuan. Kedua, karena keturunan Shim Ong buah yang jelek. Shim Ong bingung dibuatnya…

Byeong In menghadap Bong Hwan, ingin memastikan kalau ia tidak berpihak pada ayahnya atau pun pada klan Kim. Bong Hwan bertanya-tanya, jadi Byeong In kawan atau lawan?

Byeong In berdiskusi bersama Sunwon tentang Samjung Ijungchung. Byeong In tidak khawatir, kantor itu hanya akan sekedar nama, karena para pegawai akan berlomba-lomba mendukung atasannya agar korupsi mereka tidak terungkap.

Byeong In memberi tahu Sunwon, yang tidak nafsu makan, kalau So Yong sedih karena Sunwon salah sangka. Karena Mun Geun memberi tahu Byeong In kalau yang memiliki buku inventori dan berkhianat adalah Hwan Jin, bukan So Yong. Sunwon kaget mendengarnya.

Hwan Jin senang mendengar Cheol Jong datang. Cheol Jong memberi tahu kalau badan yang ditemukan di sumur pastinya bukan Oh Wol dan semua itu direncanakan oleh Gaebi. Hwan Jin yakin Gaebi menaruh jenazah itu di sumur, karena di sumurlah Hwan Jin bertemu Cheol Jong untuk pertama kali. Ia merasa bersalah mempercayai Gaebi.

Pyeong yang berjaga, terdiam. Dalam pikirannya terulang lagi saat Hwan Jin memberikan buku inventori secara diam-diam pada Gaebi, juga semua perkataan Hwan Jin. Cheol Jong juga terdiam saat Hwan Jin menyesali terjatuh dalam perangkap yang dibuat Gaebi.

Bong Hwan yang menghabiskan waktu bermain bersama Hong Yeon dan Lady Choi menangis tersedu-sedu mengingat Dam Hyang. Mereka menangis sambil terus bertaruh. Lady Choi menang.

Pyeong membuka lukisan dirinya yang dibuat oleh Hwan Jin. Saat mereka meeting tadi, Pyeong tidak memberi tahu Cheol Jong atau pun Hong, kalau buku inventori itu diberikan oleh Hwan Jin pada Gaebi.

Hwan Jin berlatih memanah dan memikirkan yang terjadi. Pyeong mendatanginya dan mengkonfrontasi yang terjadi. Mungkin Hwan Jin salah memilih jalan, tapi ia selalu bisa kembali. Hwan Jin menolak, baginya jenazah di sumur itu adalah jenazah Oh Wol dan So Yong lah yang musti bertanggung jawab atasnya.

Man Bok bingung, kenapa Bong Hwan masak ramyeon malam-malam? Bong Hwan lalu membawa ramyeon itu pada Cheol Jong. Tak sengaja Bong Hwan menaruh mangkuk ramyeon di buku Dongmongseonseup. Bong Hwan buru-buru menyelamatkan buku itu karena baginya buku itu berharga.

Mendengar perkataan Bong Hwan, Cheol Jong bertanya apakah dulu yang menyelamatkannya dari sumur adalah So Yong? Bong Hwan akhirnya mengakui, benar itu adalah dirinya.

Bersambung

Komentar aku: Whoa… semua terbuka satu demi satu. Hwan Jin… kenapa tidak memilih bergabung bersama Cheol Jong, Pyeong, Hong & Bong Hwan cs? Huhuhu… Itu asosiasi mengundang makan ramyeon dan tidur bersama. Kekeke… Bahkan Cheol Jong pun bingung mereka bicara tentang makanan, kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: