Handmade Love Ep. 01.1

Apakah kalian tahu cerita ‘Penebang Kayu dan Peri’? Tapi, yang sebenarnya terjadi adalah si penebang kayu tidak mencintai peri, ia mencuri bajunya karena terlalu suka pada jubah peri itu. Woven, dewa yang mencuri jubah peri, tahu apa hukuman yang akan menimpanya. Terdengar suara letusan pistol yang ditembakkan oleh dewi penguasa.

Han Sa Rang berlatih menembak dan berhasil dengan sangat baik. Temannya menyarankan agar Sa Rang ikut kompetisi amatir. Andai Korea dalam perang, Sa Rang akan sangat senang menembak bekas pacarnya lalu membela negara. Sekali tepuk dua nyawa. Temannya tak sanggup berkata-kata.

Seminggu lalu, Lee Jung Woo, eks-pacar Sa Rang, memberinya undangan pernikahan. Sa Rang kaget, mereka baru saja berpisah dua minggu, tiba-tiba Jung Woo akan menikah. Jung Woo mengaku ia telah memacari calon pengantinnya setahun yang lalu.

Sa Rang menitikkan air mata, mereka telah bersama selama tujuh tahun. Jung Woo dengan acuh melanjutkan kalau ia ingin memulai hidup baru dan mendapat restu dari Sa Rang. Sa Rang terdiam dan terus menatap Jung Woo.

Woven masih ingin tidur, ia melemparkan weker yang terus berbunyi. Tak lama, Joey, pelayan setia, masuk dan membangunkan, memberi tahu kalau mereka punya klien baru. 10 ribu pakaian untuk 10 ribu manusia yang ditenangkan hatinya lewat pakaian yang mereka buat. Tak lama lagi, mereka akan bisa pulang ke surga.

Joey naik ke tempat tidur, membuat Woven tidak bisa menolak. Joey memberikan kopi buatannya, hasil belajar dari barista ternama. Woven menuang kopi ke vas tanaman saat Joey keluar menyiapkan kedatangan klien mereka.

Seberkas cahaya terbang melewati Sa Rang dan masuk ke sebuah kartu nama. Sa Rang mengambil kartu itu dan membacanya, ‘Handmade Love’.

Sa Rang datang ke tempat ‘Handmade Love’ dan mengagumi interior toko itu. Terutama, pistol antik yang digantung di dinding. Joey menyapanya. Sa Rang membawa baju-baju yang membawa kenangan berharga untuknya, seperti yang disampaikan Joey di telpon, sebagai pembayaran baju barunya.

Woven keluar dan berjalan menuju manekin yang terletak di pusat toko. Joey lalu mengenakan baju Sa Rang pada manekin itu. Sa Rang menyebutkan tanggal lahirnya yang ditanya Woven. Meski ia bingung apa hubungan baju dengan tanggal lahir?

Woven memegang baju Sa Rang, semua kenangan saat baju itu dipakai Sa Rang terbayang di pikirannya. Saat  Sa Rang berkencan dengan Jung Woo, sampai saat mereka bertengkar dan putus. Ia mendekati Sa Rang dan memegang baju Sa Rang. Sa Rang menepis tangan Woven, baginya itu tak pantas. Ia bergegas pergi.

Woven menghalangi jalan Sa Rang. Ia tahu Sa Rang ingin baju untuk dikenakan ke pernikahan Jung Woo. Apa sekarang Woven perlu membunuh Jung Woo? Handmade Love membuat baju berdasarkan perasaan dan keinginan klien. Jadi, Woven ingin tahu cerita Sa Rang dan apa yang ia inginkan sekarang.

Sa Rang bercerita cintanya dimulai tujuh tahun yang lalu. Lalu, perbedaan-perbedaan kecil mulai mencuat. Sampai lima tahun lalu Jung Woo melarang Sa Rang pergi ke luar negeri untuk program pertukaran pelajar. Jung Woo tidak mau ditinggal dan menunggu sendiri. Jung Woo juga marah saat Sa Rang mengingatkan kalau ia pun menunggu Jung Woo sewaktu ditinggalkan wamil.

Perbedaan semakin meruncing, saat dua tahun lalu Jung Woo menganggap Sa Rang egois karena tidak mau segera punya anak, dan terlalu memikirkan karir pribadi.

Sa Rang mengakui ia tetap bersama Jung Woo karena ia sangat mencintai Jung Woo, lebih dari siapa pun. Woven terpana mendengarnya. Sa Rang minta dibuatkan gaun yang akan membuatnya tampil beda. Woven berjanji akan membuat gaun yang akan mempesona dan menjadi pembalasan dendam Sa Rang.

Tiga hari kemudian, gaun Sa Rang jadi, gaun berwarna hitam. Woven menyuruh Sa Rang mendatangi pesta pernikahan dengan penuh keyakinan menggunakan pakaian perangnya. Joey pun memberikan semangat. Woven penasaran dengan apa yang akan terjadi, apalagi kalau Sa Rang tahu calon pengantin wanita sudah hamil.

Joey menjadi panik saat melihat pistol antik di pigura hilang. Ia yakin Sa Rang mengambilnya untuk membunuh Jung Woo.

Sa Rang memang membawa pistol itu, tapi ia panik saat melihat Jung Woo dan ibunya gembira menyambut para tamu. Tak sengaja ia bertemu dengan kakak kelasnya yang tidak menyangka melihat Sa Rang di pesta ini. Ia memuji penampilan Sa Rang dan bersyukur bahwa Sa Rang baik-baik saja.

Sa Rang melihat Jung Woo berjalan mendekat dan berlari memasuki salon pengantin. Ia mendesah bersiap untuk pergi saja. Tiba-tiba pengantin wanita, Eun Sol, keluar, menghampiri dan senang melihat kedatangan teman Jung Woo. Ji Soo mengaku kalau ia hamil dan pernikahan mereka dipercepat karenanya.

Joey menyuruh Woven cepat pergi menghalangi Sa Rang. Woven sering cerita kalau penembak dan yang ditembak akan langsung ke neraka, begitu juga mereka sebagai pemilik senjata api itu!

Sa Rang ingin mengatakan kalau Jung Woo adalah bekas kekasihnya, tapi fotografer memotong ucapannya dan menyuruh mereka cepat duduk bersama untuk difoto. Sa Rang tidak bisa mengelak. Jung Woo masuk dan melihat mereka.

Woven dan Joey menemukan Sa Rang terduduk sambil menangis di taman. Sa Rang minta maaf, ia telah dibuatkan gaun yang mempesona, tapi ia tak bisa berkata atau berbuat apa-apa di hadapan Jung Woo.

Jung Woo memperkenalkan Sa Rang sebagai teman baiknya pada Eun Sol. Sebelum Sa Rang bisa berkata apa-apa, Jung Woo menyeret dan mengusir Sa Rang keluar.

Sa Rang memang ingin mengacaukan pernikahan itu, kenapa harus Jung Woo yang bahagia sementara ia menderita? Sa Rang tidak sanggup menembakkan pistolnya, karena Eun So terlalu cantik dan tidak bersalah. Moven mengulurkan tangan, mengajak Sa Rang berdiri.

Woven menjentikkan tangannya dan mereka kembali ke toko. Joey menerangkan kalau itu adalah sentuhan sihir yang akan membantu Sa Rang. Woven mengingatkan kalau hati Sa Rang lebih berarti dari gaun yang dikenakannya. Yang Sa Rang inginkan bukan balas dendam, lalu ia memberikan sepatu pada Sa Rang. Sepatu yang dipakai Sa Rang sekarang adalah hadiah dari Jung Woo.

Sa Rang sadar, ia terperangkap pada masa lalu dan tidak bisa melepaskan Jung Woo. Woven membenarkan dan mengatakan yang Sa Rang inginkan adalah memulai hidup baru. Sa Rang bertanya siapa Woven sebenarnya?

Woven mengakui, ia adalah pemilik toko / penjahit / desainer / sekaligus dewa yang dikutuk dan dibuang ke dunia, apa Sa Rang percaya?

Sa Rang tidak akan lagi mengenakan sepatu hadiah Jung Woo dan ia berjalan memasuki hall gedung dengan mengenakan sepatu barunya. Kali ini, ia benar-benar siap.

Sa Rang berjalan penuh percaya diri, menghampiri Jung Woo yang sedang dikelilingi tamu. Jung Woo melihatnya dan menarik Sa Rang pergi.

Bersambung

Komentar aku: yas! Setengah episode yang cukup memberikan gambaran awal siapa-siapa dalam drama ini. Woven (kenapa nama dewa artinya tenunan?), dewa yang cinta mati pada pakaian, kekeke… Pakaian dalam arti kata luas, ya. Joey, yang sepertinya juga dewa. Kenapa dia ikut dihukum? Sa Rang yang benar-benar (pernah) mencintai Jung Woo. Good casts & mereka bisa masuk pada peran mereka dengan cukup baik di episode awal ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: