Mr. Queen Ep. 13.2

Byeong In melapor ke Sunwon. Ia menuduh Jwa Geun menggunakan menteri peperangan untuk mendapatkan bubuk mesiu lokal, menjatuhkan Cheol Jong dan menyalahkan pengawal raja. Byeong In minta dijadikan raja sebagai imbalan mendukung Sunwon.

Jwa Geun terbeliak melihat Hwan Jin menghampirinya. Hwan Jin memberi tahu apa yang dilakukan So Yong, membalikkan kondisi perjamuan, sehingga strategi Jwa Geun gagal mengacaukan pesta gagal. Hwan Jin tidak ingin status ratu, ia hanya ingin agar Jwa Geun menyingkirkan So Yong dari sisi Cheol Jong. Jwa Geun sadar itu artinya Cheol Jong mencintai So Yong.

Bong Hwan berjalan bersama Lady Choi dan Hong Yeon. Jwa Geun memperhatikannya diam-diam.

Mun Geun menghadap Sunwon dan meminta hal yang sama seperti yang ia ungkapkan pada Jwa Geun. Sunwon mendecakkan lidah.

Byeong In melapor pada Jwa Geun. Byeong In memastikan ia akan melakukan yang terbaik agar Jwa Geun terbebas dari tuduhan. Ia juga berkata kalau ia akan bahagia apabila bisa setengah saja sesukses Jwa Geun. Jwa Geun menyuruhnya pergi beristirahat.

Jwa Geun mengetahui kalau malam itu Byeong In bertemu So Yong. Ia tahu apa yang akan bisa menggerakkan Byeong In.

Gaebi masuk ke kamar So Yong untuk meletakkan buku inventori. Saat Lady Choi dan Hong Yeon datang, ia berpura-pura datang mencari So Yong minta dimasakkan sarapan dan kesal karena So Yong sudah ada di dapur memasak untuk Sunwon.

Man Bok kaget saat melihat Bong Hwan sudah memasak pagi-pagi di dapur. Bong Hwan tidak segan-segan mengajari resep bubur yang ia buat. Man Bong kagum dengan usaha yang diberikan hanya untuk membuat semangkuk bubur wortel, raja pasti senang. Bong Hwan protes, bubur itu bukan untuk raja.

Bong Hwan mengundang Gaebi sarapan bersama Sunwon. Ia tak mau menjadi pelanduk di antara dua gajah, atau… sekali tepuk dua lalat. Sunwon benci berada seruangan dengan Gaebi, begitu juga Gaebi. Apa yang dikatakan Gaebi selalu dibantah Sunwon, begitu juga sebaliknya. Gaebi mengatakan kalau ia tahu, So Yong dan Cheol Jong sering berkiriman surat. Kira-kira apa isinya?

Kali ini, Bong Hwan membuatkan minuman. Keduanya minum dengan lahap saat diberi tahu kalau ini adalah minuman kesehatan untuk mempertahankan kemudaan.

Pengawal memberi tahu Byeong In kalau jumlah bubuk mesiu yang dikirim dari pabrik dan yang tercatat di inventori berbeda. Byeong In tersenyum, nalurinya besar kemungkinan benar.

Sidang berlangsung tanpa raja. Jwa Geun membantah teori Sunwon kalau ledakan terjadi karena bubuk mesiu, dan mereka tidak bisa tahu pasti, karena tersangka menolak bicara. Klan Kim dan klan Jo mulai saling menyalahkan sebagai dalang di balik peledakan. Jwa Geun memutuskan kalau ketujuh bekas anggota pengawal raja akan segera dipenggal sebagai konsekwensi dari peledakan ini.

Byeong In mulai membacakan keputusan, tapi tak satupun dari para tawanan mau berbicara. Man Hong protes, itu artinya Jwa Geun mengubur investigasi dengan membunuh orang tak bersalah.

Tiba-tiba pintu ruang sidang terbuka dan Cheol Jong berjalan masuk ke dalam. Pyeong masuk ke halaman departemen pengadilan dan menghentikan penghukuman. Ia membawa surat resmi dari raja untuk membebaskan semua tahanan yang akan dihukum mati itu.

Cheol Jong mengaku ia telah menemukan dalang di balik semua ini. Dalam pikiran Cheol Jong, terlihat bagaimana ia merencanakan semua ini. Menyuruh Hong berpura-pura menjadi bandit dan membeli bubuk mesiu dari penyelundup Jepang. Ia bertanya apa Jwa Geun tahu kalau itu semua dimulai saat Jwa Geun menjadi komandan pelatihan.

Cheol Jong berteriak menuduh menteri peperangan Chang Hyuk bersekongkol mencuri inventori militer untuk melemahkan negara dan membunuh raja. Ia menghukum mereka dibuang.

Sunwon berdiri dan menegur Cheol Jong, menyuruh Cheol Jong tidak melupakan batas kemampuan dirinya. Cheol Jong berbalik meminta Sunwon meletakkan kekuasaannya, karena Sunwon sudah tak layak lagi, mengingat usianya kini.

Jwa Geun berlutut dan akan melakukan apa yang Cheol Jong inginkan. Ia hanya minta waktu untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah pada Saheonbu, organisasi yang bertugas memeriksa dan menyeimbangkan keputusan raja dan menteri. Cheol Jong setuju. Tapi, kalau Saheonbu tidak memberi keputusan besok, ia akan memecat Saheonbu dan semua menteri yang hadir di sini.

Sunwon menyalahkan Jwa Geun. Jwa Geun menjelaskan, ia salah membaca taktik Cheol Jong. Tapi, So Yong juga berkontribusi dengan memilih istri dari klan yang mendukung Cheol Jong & membantu saat perjamuan. Yang lebih menyeramkan adalah musuh dalam selimut.

Pyeong memberi tahu Hwan Jin kalau Cheol Jong sudah sadar. Lady Choi dan Hong Yeon melakukan yang sama untuk Bong Hwan. Membuat Bong Hwan meloncat dan terjatuh, lalu menangis karena lega.

Hwan Jin berlari dan memeluk Cheol Jong. Sementara, Bong Hwan sibuk minum di dapur istana, ia tak sanggup bertemu Cheol Jong dalam kondisi sadar, akan terasa canggung.

Sunwon masuk kamar So Yong, dan menyuruh dayang-dayang menggeledah dengan seksama. Ia membaca surat-surat dan menemukan yang ia cari, buku inventori.

Sunwon melempar buku itu ke hadapan Jwa Geun. Sesuai dengan dugaan mereka, Cheol Jong dan So Yong bekerja sama. Jwa Geun bertanya, apa kali ini mereka akan gunakan arsenik yang sebenarnya? Sementara, mereka akan menekan Cheol Jong dengan peringatan bahwa kalau ia bertindak macam-macam, orang di sekelilingnya akan menderita.

Dayang yang buta, mencoba memberi pesan peringatan rencana Sunwon – Jwa Geun. Tapi, seseorang menghapusnya dengan menuangkan sisa air minuman.

Cheol Jong melihat kalau orang yang membantunya saat perjamuan dan yang mengirimnya surat rahasia itu sama, So Yong.

Bong Hwan yang mabuk berat seolah melihat Hong Yeon menungguinya saat ia jatuh tertidur. Ia berterima kasih karena Hong Yeon satu-satunya yang setia dan mengerti dirinya. Saat terbangun, Cheol Jong lah yang tidur di sisinya.

Bong Hwan berusaha tidak membayangkan apa yang telah terjadi.

Bersambung

Komentar aku: Aku berharap Cheol Jong tidak berteriak-teriak sambil melotot. Karena, mengingatkan akan sinetron. Raja yang mengungkapkan kemarahannya dengan sangat dingin, tanpa emosi dan tegas, akan jauh lebih menakutkan daripada yang berteriak kehilangan kontrol emosi. Seperti ratu es di Putri Salju (Snow White and The Huntsman, tepatnya) di puncak kejayaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: