Mr. Queen Ep. 12.2

Terinspirasi oleh jarum akupunktur tabib istana, Bong Hwan membuat kentang gulung goreng. Bong Hwan dengan pasukannya: chef Man Bok, tabib istana, dayang, Hong Yeon, supervisor dan Dam Hyang berkerja sekuat tenaga membuat makanan pesta.

Hidangan pertama adalah ‘Yongsu Potato’ kentang yang menggambarkan kumis Naga, yang disertai dengan tiga bumbu dari daerah asal ketiga selir. Lambang keharmonisan. Para tamu menikmati kentang kripsi dengan bumbu a lá makanan jalanan masa kini.

Tidak ada pesta tanpa daging, maka hidangan utama adalah vegan burger, Mac Dunaldu! Seperti daging asli, lezat dan mengenyangkan.

Untuk hidangan penutup, Bong Hwan membuat agar-agar keberuntungan. Mereka bisa membaca keberuntungan hari ini di ujung stick agar-agar.

Jwa Geun mendapati Mun Geun bersembunyi, tidak mengikuti jamuan. Ia menegur Mun Geun untuk menggunakan matanya dengan baik. Setiap tindakan Mun Geun akan membawa akibat.

Hong tidak sengaja menabrak Sal Soo. Ia ingat luka di pipinya. Tapi, Hong kehilangan jejak saat nyaris tertabrak para dayang.

Hwan Jin berbisik pada Gaebi, kapan pengungkapan akan dilakukan? Gaebi berjanji tak akan lama lagi.

Cheol Jong membuat pengumuman. Untuk menunjukkan simpati pada penderitaan rakyat, istana akan mengurangi jumlah menu di setiap waktu makan. Dan, siapa yang menaruh daging di menunya, akan dihukum. Tidak itu saja, menteri dilarang minum, menyanyi dan menari.

Jwa Geun keluar dari barisan dan minta perhatian raja. Byeong In masuk dengan pengawalnya, mengiring beberapa anggota pengawal raja yang dituduh sebagai kriminal yang memalsukan identitas diri.

Jwa Geun menyebutkan latar belakang mereka: pengkhianat, perampok yang menargetkan pelajar, dan mereka yang memprotes kebijakan kekaisaran. Kesalahan utama mereka adalah mencoba untuk melakukan pemberontakkan.

Cheol Jong berbalik menuduh Jwa Geun merencanakan semua ini untuk melemahkan keamanan kekaisaran dan membahayakan raja. Jwa Geun menuduh Cheol Jong terlalu naif, ketiga klan tidak akan mendukung pemberontakan seperti itu.

Kali ini, Cheol Jong mencoba melawan. Tapi, Jwa Geun tak bergeming dan menyuruh pengawal memenggal kepala para tawanan. Pyeong maju berlutut minta agar mereka mengikuti hukum militer.

Para menteri dari klan Kim langsung menyatakan ketidak setujuan. Hukuman tetap harus dilakukan oleh departemen kehakiman. Jwa Geun memberi ultimatum, membiarkan departemen kehakiman menghukum mereka vs. membubarkan divisi pengawal raja dan memenggal kepala Pyeong.

Mimpi buruk Cheol Jong menjadi kenyataan. Dia hanyalah seorang kaisar boneka. Cheol Jong menutup dan meneteskan air mata, ia menyerah, ia memberi kuasa pada Jwa Geun.

Cheol Jong menaiki meja altar, membakar dupa dan memberi penghormatan pada arwah leluhur. Ia membacakan doa sembari menangis.

Saat api dupa habis dan menyentuh dasar mangkuk, terjadi ledakan. Cheol Jong terlempar ke udara. Bong Hwan berlari menghampirinya, tapi ditahan oleh Byeong In. Kepala Cheol Jong terkulai lemas.

Bersambung

Komentar aku: hua! Kalau tidak ada unsur komedi, drama sageuk itu berat. Setidak sukanya Bong Hwan pada Cheol Jong, hatinya pasti tergerak juga. Benar-benar tragis hidup Cheol Jong di sini, mirip dengan yang ditulis di sejarah. Ouch!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: