Mr. Queen Ep. 12.1

Anak panah Hwan Jin melesat, mengenai batang pohon di belakang So Yong. Kipas Cheol Jong terhunus di leher Byeong In.

Episode 12: Menari di Ujung Pedang

Bong Hwan tidak yakin tangan Hwan Jin terselip. Cheol Jong memperingatkan Byeong In untuk tahu diri. Ia pergi untuk berganti jubah. Jwa Geun menghampiri Byeong In, departemen kehakiman mempunyai tugas baru.

Bong Hwa frustasi, ia tidak pernah membunuh, kecuali kalau mau dimasak. Pastinya, ada yang ingin mengadu domba mereka. Tapi, Hwan Jin tidak menerima alasan Bong Hwan. Bong Hwan akhirnya menyerah, ia mempersilahkan Hwan Jin berpikir dan bertindak semaunya,ia tak lagi peduli. Bong Hwan mengajak ketiga selir yang datang kembali ke istana.

Sunwon memanggil Jwa Geun. Apa yang dilakukan Cheol Jong membuat yang hadir menghargainya. Sunwon menegur Jwa Geun. Apa saja yang telah ia lakukan saat Cheol Jong melakukan semua persiapan itu? Jwa Geun berjanji, ia telah mempersiapkan hadiah untuk raja.

Bong Hwan menerima hadiah dari Gaebi, karena ia menang telah memanah seekor harimau. Gaebi membubarkan turnamen dan menyuruh selir dan ratu kembali ke istana.

Lady Choi memperingatkan sejarah dalam istana akan selalu berulang, terutama kematian karena racun yang tak terdeteksi. Itu mengingatkan Bong Hwan akan orang yang mirip dengan sekretaris Han yang ia temui di dapur istana. Mereka melihat doppelganger Han bicara dengan inspektur makanan.

Bong Hwan ingin tak peduli dengan intrik istana. Tapi, rasa ingin tahu bercampur cemas membuatnya tak bisa memalingkan muka. Ia pun berlari ke arah dapur. Hanya saja Hong Yeon memberi tahu arah dapurnya salah. Bong Hwan menyalahkan pikirannya yang maju mundur.

Pyeong diserang segerombolan perampok yang mencoba menghalanginya membawa bahan makanan.

Bong Hwan terkesan melihat bagaimana Cheol Jong mencoba menenangkan Man Bok. Bong Hwan keluar dan minta Cheol Jong menyerah saja, atau ia dan orang-orang di dekatnya akan terluka. Tapi, Cheol Jong menolak, ia akan berusaha sekuat tenaga. Kalau itu membuat Bong Hwan kesal, tak usah pedulikan Cheol Jong saja.

Staff dapur berjatuhan karena racun yang dimasukkan ke dalam air. Bong Hwan menjadi kesal dan menetapkan hati untuk membantu Cheol Jong.

Karung beras yang dirobek perampok, membuat penduduk desa yang kelaparan berlarian memungutinya. Pyeong hanya bisa memperhatikan dengan sedih.

Lady Choi yang menguntit doppelganger Han (dan bermarga Han juga), diancam dengan pisau oleh Han di sebuah gang sepi.

Sunwon kini tahu, Cheol Jong merahasiakan banyak hal, pastinya sulit bagi Cheol Jong untuk berpura-pura. Cheol Jong membalas kalau itu sudah jadi hal biasa baginya. Jwa Geun memperhatikan mereka dari jauh, mencoba membaca mimik raja.

Lady Choi berpura-pura minta tanda tangan untuk kaleidoskop yang ia bawa. Ia berpikir doppeganger Han mirip dengan pria dalam kaleidoskop itu. Membuat pria itu menjadi bangga dan memberikan namanya, Han Shim Ong.

Man Hong yang hendak mengambil buku inventori, untuk dipaparkan saat puncak acara, menerima surat dari gadis kecil. Ia melihat, yang memberi adalah Kim Hwan, isinya minta bertemu di gazebo. Padahal, Kim Hwan ingin memberikan surat itu untuk Hong Yeon.

Man Hong mengamuk, merobek dan melempar surat yang diberikan Kim Hwan. Dipikirnya, Kim Hwan mencoba mengerjainya, seolah ada hal penting tentang klan Kim yang ingin diberi tahu pada Man Hong.

Tabib istana yang dikirim Bong Hwan menyerah, ia tak kan bisa menyembuhkan semua staff yang terkena racun dengan cepat. Man Bok langsung mengenali Bong Hwan yang menyamar menjadi Saeng Man. Dan, ia cepat mengerti saat Bong Hwan berkata ratu yang sebenarnya ada di pesta.

Para undangan sudah tidak sabar menanti, hidangan tidak juga datang. Pyeong memberi khabar kalau perampok merusak rencana mereka. Jwa geun dan Sunwon tersenyum simpul. Tapi, para dayang mulai berdatangan membawa baki makanan.

Cheol Jong menerangkan, mengingat kondisi rakyat yang kesusahan, jamuan makanan sangat disederhanakan. Klan Kim protes, makanan seperti itu tidak layan disajikan untuk para menteri dan undangan terhormat.

Cheol Jong membuka tutup saji, di dalamnya ada segulung kentang goreng dan sehelai daun.

Bersambung

Komentar aku: Bwahahahaha… comedy gold! Episode ini benar-benar membuat aku terbahak-bahak. Dan, kudos untuk orang-orang di sekitar Bong Hwan, yang kreatif. Seperti, supervisor yang tidak mau sakit, chef yang temperamental (tak jauh beda dari Bong Hwan, kan), Lady Choi yang suka kaleidoskop (ini hobi yang sangat berguna!). Dan… raja dikasih kentang gulung goreng?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: