Mr. Queen Ep. 11.1

Gaebi datang atas undangan Hwan Jin dan memberikan anak panah baru. Hwan Jin merasa ia hidup dalam mimpi buruk. Ia memutuskan untuk memberikan buku inventori pada Gaebi. Mata Gaebi berbinar gembira. Hwan Jin minta Gaebi menyeret So Yong ke mimpi buruk yang dialaminya sekarang.

Gaebi berterima kasih pada almarhum raja yang datang ke mimpinya dan memberikan kekuasaan besar. Ia tersenyum sambil memeluk buku inventori.

Mimpi indah Bong Hwan berubah menjadi buruk saat semua selir berganti menjadi Cheol Jong. Ia bangun seperti orang menerima hukuman mati, itu menurut Lady Choi. Sementara, Cheol Jong sangat senang hatinya, dan menyuruh kepala kasim menyiapkan pesta perjamuan.

Episode 11: Dia yang tak Termaafkan

Bong Hwan memulai sesi terapi bagi dirinya sendiri. Ia merasa seperti dibuat dari pecahan lego, yang masing-masing mempunyai keinginannya sendiri. Ia bingung dengan jati dirinya. Tabib istana menyeletuk kenapa dipanggil sebagai dokter?

Tabib menyatakan kalau kondisi seperti itu biasa terjadi pada pasien yang sadar dari koma. Bong Tabib menyuruh Bong Hwan mendengarkan kata hatinya agar bisa melanjutkan hidup. Bong Hwan menjadi lega, ketidak konsistenan adalah ciri khas Bong Hwan. Jadi, tak masalah untuk terus hidup dengan dua jiwa dan tidak konsisten. Mata tabib berkedip-kedip bingung.

Pyeong melapor soal jenazah Oh Wol pada Cheol Jong. Hwan Jin datang dan memberikan gambar Oh Wol pada Pyeong, untuk bisa dicocokkan dengan pemilik toko. Hwan Jin lalu memeluk tangan Cheol Jong memberinya izin untuk Cheol Jong terus menyukai So Yong.

Bong Hwan meyakinkan Mun Geun kalau ia baik-baik saja. Ia memutuskan membiarkan Mun Geun dan Cheol Jong menyelesaikan masalah mereka dan tidak memberi tahu tentang Cheol Jong yang pingsan di dasar sumur di halaman rumah Mun Geun.

Bong Hwan pusing melihat banyaknya silsilah keluarga Han. Ia lalu memutuskan akan mendekati Sunwon saja, dan datang memberikan perawatan kulit dan rambut buatannya.

Pemilik toko meyakinkan kalau bukan gadis yang digambar yang menjual perhiasan itu padanya. Begitu diberi uang, ia langsung lancar membantu pelukis istana dengan gambaran si penjual.

Cheol Jong melihat ide yang ditawarkan oleh chef istana. Ia minta Man Bok merubah susunan menu menjadi sederhana, dan sisanya dimasak untuk dibagikan ke penduduk yang kelaparan. Man Bok terkesan dengan kebijaksanaan Cheol Jong dan berjanji akan bekerja sebaik mungkin.

Man Hong kagum pada ketelitian Mun Geun menuliskan daftar dan sumber korupsi klan Kim di buku inventori. Gaebi ingin menggunakan buku itu untuk menjatuhkan klan Kim sekaligus menurunkan So Yong dari tahta ratu.

Jwa Geun memerintahkan menteri pertahanan Chang Hyuk merahasiakan raibnya buku inventori. Jwa Geun merasa Cheol Jong yang memegang buku itu sekarang. Jwa Geun sudah punya rencana untuk melemahkan dan menyerang posisi Cheol Jong.

Cheol Jong cs juga berkumpul membicarakan masalah yang sama. Pyeong melaporkan tidak ada pria dengan luka di pipi di departemen kehakiman. Cheol Jong meminta mereka memeriksa klan lainnya.

Bong Hwan menyalakan radar 5 detik, hanya perlu 5 detik untuk jatuh cinta, saat melihat barisan calon selir raja. Mimpi Bong Hwan pun kesampaian, ia mandi dengan ketiga calon selir, plus sekian dayang-dayang menunggui mereka.

Hong memberikan masukkan agar Cheol Jong memenangkan dukungan setidaknya dua dari klan lainnya, agar rencana Cheol Jong berjalan lancar. Cheol Jong pun mengundang tetua-tetua dari klan lain untuk minum teh.

Pilihan calon istri Bong Hwan sesuai dengan klan yang ingin didekati Cheol Jong. Raja mengangkat mereka menjadi selir resmi dan mengundang tetua klan yang terpilih ke acara jamuan dan perburuan. Jwa Geun bisa membaca taktik itu, Man Hong juga memperkirakan hal yang sama.

Gaebi dan Hwan Jin mengunjungi So Yong. Bong Hwan mengaku, ia jago menghantui (haunting) tapi tidak jago berburu (hunting), jadi ia akan menikmati kemenangan Hwan Jin dalam berburu. Gaebi mengingatkan tujuan mereka ke Surit-Nal adalah mengusir roh jahat dengan mempersembahkan darah, kali ini darah binatang buruan.

Hong Yeon memberi tahu mungkin itu berhubungan dengan jenazah Oh Wol yang ditemukan di salah satu sumur istana. Tapi, Bong Hwan cepat melupakan semua itu dengan bermain bersama ketiga selir.

Bong Hwan tidak bisa tidur. Ia memutuskan menulis surat untuk ketiga selir baru. Tapi, Hong Yeon tidak memberikan kepada para selir, ia memberikan ke raja. Cheol Jong bingung kenapa So Yong ingin tahu apakah ia tidur atau tidak, sampai tiga kali?

Bong Hwan kagum akan balasan yang ia terima, ia tidak tahu kalau itu ditulis oleh Cheol Jong. Ia langsung menulis balasan. Surat itu diberikan ke Hong Yeon, yang ternyata menggunakan jasa angkutan kurir tandu. Cheol Jong berpikir ratu juga mencintainya. Mereka berbalas surat semalaman.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Kenapa dulu tidak terpikir bahwa kita bisa hidup dengan ketidak-konsisten-an? Bwahahahaha… Bayangkan mengisi diari atau lamaran kerja, ‘moto hidup: tidak konsisten’ *jatuh terguling karena ketawa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: