Uncanny Counter Ep. 08.2

Mo Tak dengan mudah mengalahkan satu persatu pengawal Hang Gyu. Ia masuk ke ruangan Hang Gyu. Hang Gyu meminta Mo Tak langsung bicara tanpa basa basi, tunjukkan kalau memang punya bukti. Mo Tak melihat poster pembangunan TaeShin Group dan mengaku tahu tentang persembunyian mayat Yeong Nim. Mata Hang Gyu berkedip.

Chang Gyu masuk membawa pengawal, tapi Hang Gyu menyuruh mereka membiarkan Mo Tak pergi. Hang Gyu yakin kalau Mo Tak kehilangan ingatan, ia berpikir itu adalah tempat penyimpanan air. Chang Gyu nyaris menangis. Meski Hang Gyu melarangnya berbuat apa-apa, ia juga tak bisa mencelakai Mo Tak kalau pun mau. Mo Tak seperti tak bisa mati, selalu hidup kembali, meski sudah dilempar dari atap gedung atau ditabrak dengan truk kontainer.

Mo Tak menerangkan So Kwon mengambil video sedikit berbeda dari yang Mo Tak punya. Mo Tak bingung, kalau bukan mayat Yeong Nim, lalu apa yang sebenarnya ayahnya cari dari pengintaian itu?

Joo Yeon membantu mencari ‘reservoir’ yang So Moon bicarakan. Mereka tidak menemukan apa-apa, sampai Joo Yeon punya ide untuk melihat peta yang sama tujuh tahun yang lalu.

TV menyiarkan berita pencarian Chung Sin, juga menyebutkan nomor-nomor plat palsu. Bahkan, walikota Myeong Hwi pun membuat konferensi pers untuk pencarian ini.

So Moon bersepeda dan melihat angka-angka yang ditempel di tiang beton. Ia mencocokkannya dengan angka-angka dari buku harian ayahnya. Ternyata itu adalah nomor tiang utilitas kota. Ia menelpon Mo Tak untuk memberi tahu hal itu.

Jung Young memperhatikan saat Myeong Hwi berbincang dengan kepala polisi Choi. Ia tahu ada yang tak beres. Mo Tak menghubunginya untuk mencari tahu nomor tiang utilitas. Genk Eonni bergegas pergi ke alamat yang ditunjukkan Jung Young.

Kepala polisi Choi menyuruh Jung Young memimpin briefing pencarian Chung Sin. Jung Young mulai mendelegasikan tugas, sesuai dengan info dari masyarakat yang melapor.

Polisi mewawancara Hyang Hee. Tapi, Hyang Hee malah sibuk dengan hidungnya yang patah dan menyuruh pengacaranya menuntut Mo Tak. Hyang Hee juga mengancam polisi, sampai pengacaranya mengajukan kegilaan sebagai pembelaan pembunuhan. Hyang Hee terus tertawa terbahak-bahak, seolah siap merencanakan pembunuhan berikutnya.

Saat akan dibawa ke penjara, Hyang Hee memutuskan borgol yang ia pakai dan menjatuhkan semua polisi pengawalnya. Ia berlari sambil terus tertawa. Ia baru bisa dilumpuhkan setelah disetrum dengan tembakan listrik berulang kali.

Genk Eonni mengikuti nomor tiang utilitas, dan sampai di tanah pribadi dengan tanda larangan masuk. Mo Tak mematikan drone yang terbang ke arah mereka. Ha Na mendobrak pintu dan mereka masuk. Mereka mencium bau tak sedap. Sepertinya ini adalah tempat pembuangan limbah beracun yang tidak diolah. Limbah itu mengalir mengkontaminasi bendungan Joong Jin, yang merupakan sumber air kota, yang berada tak jauh darinya.

Para penjahat itu meracuni seluruh kota Joong Jin dengan limbah mereka. Termasuk, air untuk mie yang dimasak warung Eonni selama ini. Mo Tak memasang kamera tersembunyi. Mae Ok benar-benar marah dan ingin lapor ke polisi.

Mae Ok memberi So Moon daging, untuk dimasak persiapan peringatan hari kematian orang tua So Moon. Joo Yeon dan Woong Min pun datang membantu dan membawakan makanan yang dimasakkan keluarga masing-masing.

Jung Young memeriksa dan mengisi pistolnya dengan peluru. Ia dan Han Wool pergi ke tempat yang dilaporkan. Tanpa ia sadari, mereka melewati rumah So Moon.

So Moon mengambil bunga di taman dan meletakkannya di pertigaan Segwang, ditemani Joo Yeon dan Woong Min. Setelahnya, mereka berpisah pulang ke rumah masing-masing.

Di perjalanan pulang, Chung Sin sengaja menunjukkan diri, dan So Moon bergegas mengejarnya. Mereka berhadapan.

Bersambung

Komentar aku: ouch… cliffhanger. Berhenti di saat naik klimaks. Coba, sekali-kali partner spiritual turun dari ‘Yung’ dan ikut berantem. Tapi, mungkin tak bisa, ya? Mereka tidak punya fisik, dan mereka memberi kekuatan secara spiritual. Ini mengingatkan aku akan mimpi ditabrak mobil, lalu terjadi tabrakan beruntun. Semua yang menabrak pas aku lihat ternyata seperti boneka yang dimainkan dengan tali. Hah!

Uncanny Counter ini benar-benar membuat hati hangat. Bagaimana Joo Yeun dan Woong Min sangat menyayangi dan mendukung So Moon. Sampai kakek mengingatkan Joo Yeun, kalau So Moon jatuh cinta, Joo Yeun tetap harus jadi sahabat. Huhuhu… Atau, Mae Ok yang memberi daging untuk masak. Atau So Moon, yang jadi pintar memasak karena membantu kakek-neneknya… Huhuhu… menangis senang! Oh, dan aku suka Yoo Joon Sang jadi ajusshi preman rambut keriting 1000x lipat daripada di ‘Grateful Friends’! Ha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: