Mr. Queen Ep. 01.2

Kim Jwa Geun, menteri dan tangan kanan ratu nenek, Sunwon, dari klan Kim, mengeluarkan besi panas. Hanya Sunwon dan dirinya yang mendengar diagnosa calon ratu. Tabib istana bersumpah akan menyembuhkan So Yong dan merahasiakan kondisi itu.

Jwa Geun yakin ada berpura-pura menjadi raja dan menyuruh So Yong menemuinya. Tetapi, akan sulit mengetahui siapa dalang di balik insiden itu.

Dayang mata-mata memberi tahu Daebi Jo, dari klan Jo, istri dari almarhum raja Heonjong, tentang kondisi So Yong. Daebi tersenyum, artinya kutukan dari dukunnya berhasil. Ia melempar kantong uang dan menyuruh dayang terus memata-matai.

Jwa Geun ingin Sunwon tetap waspada pada klan Jo. Karenanya, Sunwon ingin menggunakan insiden ini untuk menekan klan Jo dengan menyalahkan Jo Hwan Jin, calon selir kerajaan.

Di sidang istana, Cheol Jeong kebingungan mendengarkan laporan dari menteri. Sunwon mengeluarkan kode isyarat yang tak luput dari perhatian para menteri. Jwa Geun maju untuk menerangkan dan memberi saran, yang langsung disetujui Cheol Jong. Beberapa tersenyum sinis melihat kebodohan Cheol Jong.

Menteri Jo Man Hong, dari klan Jo, mengkritik kondisi calon ratu. Menteri Kim Byung Hak dari klan Kim membela dan melaporkan, saat insiden terjadi, kasimnya melihat Hwan Jin, putri dari sekretaris istana, Jo Dae Su, berlari ke arah danau. Sunwon dan Jwa Geun tersenyum, rencana mereka akan berhasil.

Cheol Jong tertawa terbahak-bahak dan mengatakan Hwan Jin bersamanya semalamam. Klan Jo menahan senyum. Selesai pertemuan, masing-masing klan mulai menyusun strategi mereka.

Cheol Jong meminta maaf pada Sunwon. Sunwon mengingatkan harem istana penting, tapi kedudukan ratu tetap berada di atas para selir. Sunwon bersikeras tetap akan menyelidiki, agar bisa melindungi wanita misterius dari tuduhan palsu dan menjaga keharmonisan hubungan kedua klan.

Dayang memuji Hwan Jin yang merubah tetesan tinta menjadi bagian dari puisi yang ditulisnya. Tak lama pengawal kerajaan datang membacakan titah raja menyuruh Hwan Jin bersiap ke istana menjadi selir kerajaan.

Mereka memandikan Bong Hwan, yang masih memikirkan cara untuk kembali. Lady Choi memberi tahu semua danau di istana kering. Bong Hwan putus asa dan mencoba menenggelamkan diri di air yang ada: air bekas pel, air di tempat dia mandi, air pot kolam.

Bong Hwan tahu, ia terperangkap entah sampai kapan. Untuk bisa bertahan dan hidup nyaman, ia musti memanfaatkan kondisi yang ada. Ia mulai mencari tahu apa dan siapa. Bong Hwan memutar otak, mengingat pelajaran sejarah waktu di sekolah.

Bong Hwan berteriak saat tahu raja yang sekarang adalah Cheol Jong. Cheol Jong berkunjung untuk memberi tahu besok mereka akan menikah. Bong Hwan tidak percaya, ia akan menikahi pria yang terkenal suka main wanita dan anggur. Ia harus bicara empat mata.

Bong Hwan memberi tahu, kalau ia adalah seorang pria, berbadan sehat dan datang dari Korea di 200 tahun mendatang. Cheol Jong percaya, ia menyuruh kasim dan dayang memanggil tabib. Ia memeluk Bong Hwan, apa pun yang terjadi, ia akan selalu berada di sisinya.

Hong Yeon memegangi tangan dan Lady Choi menjepit mulut Bong Hwan. Tabib kerajaan berusaha memasukkan obat terbesar yang pernah Bong Hwan lihat – gagal. Teknik kedua, tabib memberikan terapi asap, seperti sauna dengan berpakaian lengkap – gagal. Akhirnya, tabib mengeluarkan jarum akupuntur terbesar yang ia punya. Bong Hwan mengancam akan membalasnya saat besok ia menjadi ratu. Tabib pun mengurungkan niatnya.

Bong Hwan juga menyerah, ia setuju untuk menikah. Bong Hwan tidak percaya berapa banyak lapisan pakaian yang musti ia pakai. Tapi, tak lama ia tersenyum, ‘Aku adalah wanita Joseon pertama yang tak pakai bra’.

Di upacara perkawinan, lady Choi dan dayang musti menendangnya agar Bong Hwan menunduk memberi hormat. Bong Hwan pun memberi hormat, a lá pemakaman. Minum anggur pun dilakukan, sambil melambaikan mangkuk di atas kepala, ‘bottom up!’. Membuat gaduh para undangan.

Bong Hwan tiba-tiba merasa sesak nafas dan nyaris jatuh, saat menteri menyebutkan nama lengkap dirinya. Sekilas, ia melihat ingatan So Yong yang melihat sosok Cheol Jong berbalik.

Hwan Jin berpamitan. Dae Su berpesan agar Hwan Jin selalu berhati-hati, istana penuh dengan intrik, saling tikam dan kesepian. Hwan Jin menenangkan hati ayahnya.

Di tepi sungai, Kim Byeong In, berlatih pedang. Partnernya heran kenapa Byeong In kelihatan tidak gembira, padahal sepupunya diangkat jadi ratu hari ini. Byeong In tidak menjawab dan mengajak berlatih dengan tangan kosong.

Bong Hwan dibawa ke Dejojeon Hall. Lady Choi mengingatkan, kalau Bong Hwan mau duduk di istana ini, ia harus melahirkan putra mahkota untuk raja. Mata Bong Hwan terbelalak selebar-lebarnya. Malam pertama… krisis terbesar dalam kehidupan Bong Hwan selama 33 tahun ini.

Bong Hwan yakin, pasti ada jalan keluar menghindari malam pertama. Yup, anggur. Ia membujuk Cheol Jong minum anggur. Tapi, Cheol Jong menolak. Bong Hwan tak mau mengalah dan mengajaknya bermain. Cheol Jong mulai membuka ikatan pakaiannya.

Bersambung

Komentar aku: yas, Hye Sun mulai masuk ke perannya. Saat ia manyun sambil memberi hormat di upacara perkawinan, kekeke… Atau, saat Bong Hwan masuk ke pot kolam. Pernah dengar ikan kena serangan jantung, saat tiba-tiba ada muka manusia berenang di dekat mereka? Kalau manusia kena serangan jantung saat ikan hiu tiba-tiba muncul, mungkin sekali.

Karma oh karma, Bong Hwan harus menikah dengan orang yang suka main perempuan dan minum anggur. Bukannya, ia dulu begitu ya? Saat ada di masa sekarang?  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: