Uncanny Counter Ep. 06.2

Mo Tak tak ingin membicarakan kasus dengan So Moon. So Moon pikir itu karena membicarakan hamil di luar nikah. Tapi, So Moon merasa sudah cukup dewasa dan tahu hal itu terjadi di masyarakat. Mo Tak mengingatkan untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan, detektif harus bekerja berdasarkan data, bukan asumsi.

Mo Tak menyuruh So Moon menunggu di mobil, ia akan memberikan hasil lab ke Jung Young. Jung Young berjanji akan mengajukan kasus ini bersama dengan kasus yang ia sedang selidiki. Mo Tak tertarik melihat jejak kaki si pembunuh, tapi Jung Young menolak menunjukkan info tentang korban.

So Moon yang menunggu di mobil, mengenali Jung Young sebagai detektif yang menengoknya di RS setelah kecelakaan terjadi.

So Moon keluar dan memberi tahu Mo Tak tentang Jung Young. Mo Tak mengalihkan perhatian dengan menunjukkan jejak kaki si pembunuh yang seperti hilang ditiup angin. Si pembunuh tidak menghilang tetapi loncat setinggi beberapa meter, si pembunuh dirasuki roh jahat?

Polisi Pyo menyuruh anak buahnya menyita semua berkas hasil penyelidikan pembunuhan chairman Jeon. Ia menyuruh Jung Young dan Han Wool pulang saja, sementara ia bicara dengan kepala polisi Choi. Han Wool tidak mengerti kenapa kepala polisi Choi ingin mengubur kasus ini. Membuat Jung Young tertarik, yang ingin mereka ‘kubur’ itu si pembunuh atau korban?

Jung Young pergi ke rumah chairman Jeon dan melihat buku ‘Sejarah Kota Joong Jin’ yang ditulis Jeon.  Ia menemukan foto Yeong Min tercetak dalam buku. Gol darah Jeon adalah AB, sama seperti hasil lab. Mo Tak mengirim text, kalau Jung Young bisa meneruskan mencari jejak si pembunuh dari CCTV apotik Yeonhui.

So Moon penasaran melihat Mo Tak bekerja sama dengan Jung Young. Tak sengaja, So Moon melihat foto yang mirip dengan video yang ada di memory card milik ayahnya. Ia bingung kenapa ayahnya dan Mo Tak sama-sama menyelidiki kasus Yeong Min. So Moon ingat ucapan Mo Tak tentang kasus detektif yang meninggal.

So Moon marah dan mengambil berkas kasus kecelakaan orang tuanya di dalam laci meja Mo Tak. Mae Ok dan Ha Na turun mendengar keributan itu. Mo Tak mengaku kalau kasus kematian orang tua So Moon bukan kecelakaan, tapi pembunuhan yang ditutupi.

Ha Na menjelaskan kalau So Moon menutup ingatan tentang si pembunuh, tapi So Moon mendengar suaranya. So Moon marah, frustasi dan sedih. Ia berlari keluar sambil menangis. Ia menelpon kedua sahabat karibnya, meminta tolong.

So Moon bergegas pergi ke pertigaan Segwang. Ia terjatuh saat menyenggol sebuah mobil. Beruntung Joo Yeon dan Woong Min sempat menariknya sebelum sebuah truk melintas. Mereka memeluk So Moon dan berusaha meyakinkan kalau kecelakaan itu atau kehilangan ingatan akan hal itu bukanlah kesalahan So Moon.

Hari itu So Moon tidak datang kerja di kedai Eonni. Mae Ok mengamuk saat Mo Tak tidak mau diajak ke Yung untuk membujuk pasangan spiritual mereka. Mo Tak sengaja menghindar dari Gi Ran, karena tahu ia melanggar janjinya 7 tahun yang lalu untuk tidak menyelidiki kasus dirinya.

So Moon mengaku kalau ia anak kecil dan sedang ngambek karena team Eonni tidak memberi tahu hal sepenting itu. Ha Na menjelaskan kalau team Eonni hanya ingin melindungi So Moon, lalu masuk untuk melihat kamar So Moon. Kakek Seok Goo melihat mereka berdua. So Moon mengenalkan Ha Na sebagai pacarnya.

Ha Na menyuruh So Moon mengeluarkan gambar yang ia buat saat kecelakaan dan duduk di dekatnya. Ha Na menjelaskan kalau So Moon musti melepaskan rasa bersalahnya, agar ingatannya bisa kembali.

Mo Tak kembali menjatuhkan diri di atas meja para partner spiritual saat pergi ke Yung bersama Mae Ok. Sebelum dimarahi, Mae Ok marah terlebih dahulu menanyakan kenapa para partner tidak juga mencari orang tua So Moon. Wi Gen memberi tahu kalau orang tua So Moon tidak pernah naik ke alam baka.

Ha Na menggengam tangan So Moon di atas gambar, dan berjanji akan mendampingi So Moon dalam ingatannya. So Moon menangis tersedu-sedu mengingat kembali detik-detik terakhir bersama orang tuanya.

So Moon hanya bisa berteriak melihat kedua orang tuanya menghembuskan nafas terakhir. Dari truk kontainer yang menabrak mereka, seorang pria turun. Si pria memberi tahu kalau mereka sudah meninggal. Satu orang lagi turun dari truk mendengar hal itu, Chung Sin.

Wi Gen menyatakan kemungkinan keberadaan kedua roh orang tua So Moon, berada di alam peralihan, berubah menjadi roh jahat atau dimakan roh jahat.

Itulah yang terjadi, Chung Sin menelan kedua roh orang tua So Moon. So Moon dan Ha Na tidak percaya tentang apa yang ia lihat. Ha Na mengenalinya sebagai pria berhoodie pembunuh Cheol Joong. Chung Sin berbalik, mengenali Ha Na dan berbicara dengan suara roh jahatnya.

So Moon memukul Chung Sin. Chung Sin dengan mudah mencekik So Moon dan mengenalinya sebagai anak yang selamat. Muka So Moon yang ada di genggaman Chung Sin berubah geram.

Bersambung

Komentar aku: YAS! Bring it on! Oh… masih harus menunggu beberapa hari. Aku harap kali ini group Eonni melanggar aturan, tapi didukung oleh para partner spiritual mereka. Sama seperti ‘Pop-Up Mystic Bar’. Kekekekeke…. Adegan BFF menyelamatkan dan memeluk So Moon, Ha Na yang manyun dikenalkan sebagai pacar So Moon tapi tetap membantunya, dan mereka melihat kecelakaan membuat seperti ada air  jeruk yang kena luka sariawan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: