Tale of the Nine-Tailed Ep. 16.2

6 Bulan Kemudian

Saat Ji A menyelesaikan tulis ulang tentang Siluman Rubah Berekor Sembilan, Yeon seolah menghubungi Ji A, seperti mimpi.

Ji A merayakan ultah bersama orang tuanya. Ayah memberikan syal buatan sendiri, dan ibu memberikan tali jam tangan. Dan ada hadiah berupa pakaian pengantin. Ji A ingat, ia pernah minta hadiah lamaran pada Yeon. Ayahnya memberikan surat, yang datang diantar kurir bersama box pakaian itu.

Shin Ju ngambek saat melihat rumahnya berantakan, hanya Su Oh yang membantunya mengurus rumah. Tapi, ia kembali ceria, saat Rang menghadiahkan frezeer khusus kimchi model terbaru.

Ji A mencari tempat sepi dan mulai membaca surat dari Yeon. Yeon berharap Ji A suka pakaian yang ia pilihkan. Meski rasanya ia sudah membenci calon suami Ji A, ia tetap berharap yang terbaik untuk Ji A. Yeon suka karakter Ji A yang tidak kehilangan harapan, meski menghadapi rintangan dari sejak kecil.

Surat cinta yang berisi harapan agar Ji A merelakan Yeon pergi.

Tak jauh dari situ, hakim pengadilan Akhirat yang sering menghilang a.k.a peramal buta dari desa budaya a.k.a pengumpul benda-benda mustika, membuka booth. Ji A dan Rang tentu saja harus menghampirinya. Peramal mengakui ia adalah raja ke sepuluh yang menguasai dunia kegelapan dan hakim terakhir. Ia membuka kacamatanya, dan mata si peramal/hakim sehat. Ia tidak buta.

Peramal/Hakim terakhir bertugas untuk mengawasi reinkarnasi. Dan ia kembali ke dunia fana, bukan semata karena Yeon. Lebih karena Taluipa terus mendesak para hakim untuk membantu Yeon. Tapi, tidak ada yang gratis. Dan mereka sudah tahu aturan main si peramal.

Satu lagi, bagaimana kalau Yeon bisa reinkarnasi tapi tak mengenali mereka? Rang dan Ji A tak peduli. Yeon boleh bereinkarnasi setelah mereka tiada, atau kembali dalam tubuh berbeda, yang penting Yeon bisa kembali. Kalau begitu, berputarlah jam pasir sang peramal. Mereka harus memberikan yang paling berharga sebelum pasir mengalir habis.

Taluipa bisa merasakan kehadiran sang hakim terakhir. Ia berlari ke luar. Seekor gagak terbang dan menguak tiga kali. Taluipa melihat orang mengenakan baju berkabung, akan ada kematian lain.

Hakim Akhir tidak menerima bayaran kenangan paling berharga tentang Yeon yang dimiliki Ji A. Ia minta sisa hari kehidupan Ji A. Nyawa berbalas nyawa. Ji A siap memberikannya. Bagaimana dengan Rang? Rang pun siap memberikan nyawanya. Sayangnya, Hakim Akhir tahu Rang tidak lagi ingin hidup. Jadi, nyawa Rang tak berharga.

Kejutan, setelah melihat mata Rang dengan kaca pembesarnya, Hakim Akhir bisa melihat kalau Rang menghargai hidup bersama keluarganya. Rang lulus, nyawanya akan ditukar dengan nyawa Yeon.

Rang hanya punya satu permintaan terakhir, bertemu dengan keluarganya dan mengucapkan selamat tinggal.  Sayang, waktunya habis sebelum ia sempat berpisah.  Hakim Akhir, Rang dan booth ramalan menghilang saat mereka sampai di sana.

Su Oh meletakkan karangan bunga dan mengelus makam Rang.

Ji A berjalan seorang diri di tepi pantai. Ia menutup kedua kuping dengan tangannya, untuk mengurangi rasa sakit dalam hatinya. Seseorang meletakkan bunga Azalea di makam Rang. Yeon sudah kembali.

Hujan Rubah turun lagi. Sekuriti memberikan payung merah yang ia temukan di lobi pada Ji A. Ji A melihat berkeliling mencari Yeon. Ia menemukan Yeon di seberang jalan. Yeon tidak datang menemui Ji A, karena ia bukan lagi Yeon yang dulu. Ia tak punya kekuatan atau keabadian lagi.

Ji A berlari memeluk Yeon. Yeon telah menjadi manusia. Bagus, Yeon dalam kesulitan sekarang, karena Ji A takkan pernah melepaskan sampai ajal menjelang. Mereka menghabiskan malam bersama.

Yeon melihat video dan memperhatikan Rang bersama Su Oh. Ia lalu mendatangi Shin Ju. Yeon bertanya tentang Rang. Rang menangis beberapa malam, dan tak pernah berhenti mencari Yeon. Yeon berharap Rang tidak terlalu ketakutan. Shin Ju memberinya ponsel milik Rang.

Yeon memperhatikan foto-foto yang ada di ponsel Rang, dan video dari Rang. Rang sedih, tapi juga merasa lega. Ia tahu akhir yang ia hadapi dan tahu kalau Yeon tidak bisa menyelamatkannya sekarang.  Juga, ia akan kembali sebagai udang bungkuk, jadi jangan pernah makan udang. Kalau mereka berinkarnasi lagi, mari bertemu kembali, kakakku…

Yeon tahu Rang mewariskan hal yang berharga saat melihat Su Oh yang diledek teman-temannya karena tak punya ibu dan jatuh miskin, dijemput oleh Yu Ri.  Yu Ri dan Su Oh berjalan bersama dengan gembira. Secara tak diduga, cinta meninggalkan jejak dan menurun, tak berhenti saat seseorang meninggal.

Yeon mampir ke gedung imigrasi dan memeluk Taluipa. Ini kali terakhir mereka bertemu, karena sekarang ia bukan siluman lagi. Yeon berterima kasih atas rasa sayang mereka pada dirinya. Taluipa menyuruh suaminya membeli tteokbokki. Mereka makan bersama. Taluipa – Ui Ong sekarang bisa terbuka berbincang tentang anak mereka, dan berbagi tteokbokki level pedas sedang…

Yeon dan Ji A bertukar janji sehidup semati di tengah padang. Kelopak bunga tiba-tiba menghujani mereka. Taluipa tahu, alam, angin, pepohonan, mengucapkan selamat atas kehidupan baru Yeon, yang selalu mengurus mereka.

Yeon mengaku hidup sebagai manusia tidak sehebat yang ia bayangkan. Terlalu banyak kemungkinan, seperti harus mengenakan kacamata, harus ke dokter gigi. Tapi ada hebatnya, mie instant dan soju adalah anugerah.

Yeon menolong seorang anak yang jatuh dari sepeda. Mukanya mirip Rang waktu kecil. Ia mengingatkan, kalau nanti jatuh lagi, berusahalah untuk bangkit lagi. Anak itu tersenyum dan berterima kasih pada Yeon. Kali ini, ibu si anak sangat perhatian padanya. Yeon senang, Rang tidak kembali sebagai udang bongkok.

Ji A bercerita ia bertemu pria tua di kantor polisi yang mengenakan topeng Hahoe , tapi topeng itu tak bisa lepas dari muka si bapak tua. Yeon bertanya apa Ji A menginjak kotoran burung. Bapak itu adalah titisan ketidak beruntungan yang datang pada manusia setiap tahun ke-9 atau ke-10.

Ji A tersenyum. Banyak legenda yang mereka dengar setiap harinya. Ada mahluk-mahluk dari dunia lain yang hidup bersama manusia. Ia sudah pernah menginjakkan kaki di dunia itu.

Bagi Yeon, hidup di dunia fana, banyak melalui ‘yang pertama’ dan ‘yang terakhir’, dan yang terbaik, melalui bersama cinta sejatinya.

Yeon melihat senjata payung merahnya dan pergi ke luar. Ia menegur sang roh pembawa ketidak beruntungan. Payungnya berubah menjadi senjata dan mata Yeon menyala terang.

TAMAT

Komentar aku: 5/5, ***** Yup! Cerita: 5, pemain utama: 5, editing dan cinematografi 5… Terutama, karena ceritanya mengaitkan legenda-legenda yang membuat aku senang, terhibur dan tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Ha!

Hampir aku nilai 5-, karena kenapa Taluipa dimaafkan dan tidak menjadi batu, setidaknya untuk beberapa tahun, tapi Yeon jadi 100% manusia. Juga, kenapa Rang yang harus mati? Janjiannya kan nyawa Ji A + nyawa Rang. Tapi, setelah tahu Yeon jadi ‘manusia’ dengan tanda kutip, dan Rang langsung bereinkarnasi jadi anak yang disayang ibunya, aku tidak jadi kesal, kekeke… Setidaknya, Rang tidak dihukum jadi udang bongkok dan waktu reinkarnasinya ditahan (lebih parah lagi…). I really love this drama! Thanks to you all those make it happens!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: