Tale of the Nine-Tailed Ep. 15.2

Rang membawa Shin Ju pergi menemui Yu Ri. Mereka hanya bicara tanpa masuk ke rumah Terry. Rang kesal karena tidak ada yang membelikan makanan kesukaan dan Su Oh menempel banyak sticker. Sementara Shin Ju minta Yu Ri tetap menjaga diri dan hendak melamar. Tapi ditarik pergi oleh Rang. Yu Ri terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Ji A memeluk Yeon yang berdiri menunggu. Hari itu Yeon ingin berkencan dengan Ji A. Mereka menghabiskan waktu bermain di arcade. Dan mengakhirinya dengan makan ice cream dan berciuman.

Taluipa berbicara di depan tempat abu anaknya. Ia tak pernah bisa memaafkan dirinya.

Yeon dan Ji A duduk berdua. Yeon berharap Ji A tak pernah sakit, terluka atau menangis. Dan melupakan Yeon apabila rencana mereka gagal. Ji A berharap ada dewa yang bisa membawakan keajaiban dan menyelamatkan mereka berdua.  

Taluipa meminta Yeon datang. Taluipa ingin berhenti merokok, dan sudah hidup terlalu lama. Taluipa ingin mencoba hal yang berbeda. Taluipa tahu cara mengakhiri semua ini, tanpa mengorbankan nyawa Yeon atau pun Ji A.

Taluipa memberi pedang dan menyuruh Yeon menusuk Ji A sampai sekarat. Jiwa Imoogi akan menghindari kematian dengan bersatu bersama Terry. Saat itu, ia akan membekukan Imoogi /Terry, dan menghidupkan kembali Ji A. Meski tahu ia akan kena hukuman surga. Yeon memeluk Taluipa.

Terry menemui Beruang Bulan di desa budaya dan merampas ‘Cermin sang Bulan’, mustika milik Beruang Bulan.

Terry tahu Rom sedang sekarat dan menyuruh Ji A menemuinya. Tapi, Terry bukan datang untuk memberikan obat penawar, ia ingin membangkitkan Imoogi. Imoogi menyuruh Terry tidak bekerja sama dengan Yeon. Terry tidak khawatir karena ia punya tugas untuk Imoogi.

Yeon pulang menemui Imoogi di tubuh Ji A, memberi tahu kalau Terry akan menggunakan mustika ‘Cermin sang Bulan’. Sementara, Terry datang menemui Taluipa yang terkejut bukan kepalang karena tubuh Terry adalah tubuh milik putranya. Imoogi sengaja memilih tubuh itu untuk mengguncang Taluipa. Yeon tahu Taluipa dalam bahaya.

Tentara-tentara Imoogi telah dibangkitkan. Rang, Shin Ju dan Hye Ja bersatu menahan Yeon. Terry mengakui kalau ia yang menanamkan wabah itu pada istri putra Taluipa. Taluipa mengangkat tangannya dan Terry menyiapkan ‘Cermin sang Bulan’.

Yeon berusaha menyadarkan Ji A tapi, hanya Rang, Shin Ju dan Hye Ja yang terbangun. Mereka pergi ke gedung imigrasi, tapi Terry telah mengubah Taluipa menjadi batu dengan bantuan ‘Cermin sang Bulan’. Kelemahan Taluipa adalah ia masih memiliki hati.

Terry menyalahkan Yeon yang tidak mau mengalah, akibatnya Taluipa menjadi batu dan Ji A akan mati. Mereka bertarung, tapi setiap kali posisi Terry terancam, Imoogi menghalanginya. Yeon tak bisa melukai Ji A.  Dua Imoogi lawan Yeon, dan Ji A mulai kesakitan. Matanya berubah menjadi mata ular.

Yeon mengeluarkan sisik ular dan akan menelannya.

Yu Ri berusaha melarang Rang masuk gedung. Di saat terakhir, Ji A melarang Yeon menelan sisik ular dengan menodongkan pistol ke kepalanya. Selamanya ia akan melindungi Yeon. Tapi, Yeon berhasil melempar pistol dan menelan sisik ular. Imoogi mulai pindah ke tubuh Yeon.

Terry tertawa, ia menang. Rang masuk dan mulai bertengkar dengan Terry. Tetapi, Terry bukan lawan Rang. Ia menebas tangan Rang. Terry tiba-tiba merasa kesakitan, itu hadiah dari Yeon. Sebelumnya, Yeon memakan bunga Pimrose Senja dari kuburan. Yang fatal bagi Yeon, tetapi juga fatal bagi Imoogi.

Yeon memeluk Imoogi erat-erat dan berteriak pada Rang. Ia menyuruh Rang menebas dirinya dan Imoogi. Pintu ke sungai Samdo terbuka. Yeon memohon, sebentar lagi ia akan berubah jadi Imoogi. Biarkanlah ia tetap menjadi Yeon. Yeon minta Rang menyelamatkan jiwanya.

Rang menghujamkan pedang ke tubuh Terry. Imoogi berjanji akan berinkarnasi kembali. Tapi Yeon menusuk pedang lebih dalam, hingga menebus dirinya dan membawa Terry terjun ke sungai Samdo.  Pintu sungai tertutup.

Ji A menangis tersedu-sedu. Ia tahu Yeon pergi dengan tersenyum , karena telah menyelamatkan dirinya. Cerita akhir yang bahagia bagi Yeon. Ji A sendiri seperti mendengar kata cinta diucapkan dari bibir Yeon, sebelum ia terjun.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Kaget saat tahu Imoogi mengambil tubuh putra Taluipa untuk mengguncang lalu menyerang balik Taluipa. Tapi, tidak kaget kalau benar cerita dari legenda siluman rubah ini berakhir sedih. Semua juga tahu, kalau legenda dewa-dewi tidak pernah berpihak pada manusia. Kecuali, Hephaestus, yang memberikan api untuk manusia. Tapi, Hephaestus sendiri diasingkan karena cacat. Heh…

Aaaa… tinggal satu episode lagi. Sedih deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: