Tale of the Nine-Tailed Ep. 14.2

Shin Ju menemui Yu Ri. Yu Ri melarang Shin Ju pergi menemui Rang, karena tahu, Imoogi akan membunuh Shin Ju kalau itu ia lakukan. Ayah Ji A menelpon karena teman Ji A datang, pria yang memberi bunga buatan Ji A saat mereka terperangkap di ceri lentera.

Terry menyuruh kedua orang Ji A menggantung diri. Ui Ong menahan Ji A agar tidak pergi. Yeon datang menebas tali gantungan dan menahan orang tua Ji A yang terkulai tidur dibawah pengaruh Terry.

Yeon mengajak Terry bicara. Ia gagal membujuk Taluipa mengganti reset tanggal kematian Ji A. Jadi, bagaimana kalau Terry melupakan obsesinya tentang Yeon & Ji A? Bagaimana kalau Terry bisa mendapatkan kedudukan setingkat dewa untuk siluman seperti dirinya? Seperti, penjaga sungai Samdo? Terry mendekat dan mendengarkan tawaran Yeon, untuk bergabung dan membunuh penjaga sungai Samdo.

Yeon tahu, Terry pasti lebih senang menolak tawaran itu. Tapi, akhirnya mau tak mau menerima, karena mereka berdua sudah ada di jalan buntu: Terry akan kehilangan setengah jiwanya dan Yeon akan kehilangan Ji A, dan berakhir berdua di ujung kematian, di dunia akhirat.

Yeon menunggu jawaban Terry, selambatnya esok pagi. Sementara, Shin Ju menyalahkan Yu Ri yang menggunakan rasa cintanya untuk membuatnya keluar dan tidak menjaga keluarga Ji A. Ia pergi meninggalkan Yu Ri.

Ji A memeluk Yeon yang baru kembali dengan erat. Mereka juga berterima kasih pada Ui Ong. Yeon menjelaskan rencananya bekerja sama dengan Imoogi. Taluipa memberinya waktu 3 hari, dan hanya minta Yeon menangkap Imoogi. Yeon menolak menjelaskan lebih lanjut ke Ui Ong.

Yeon tahu, nasibnya akan berakhir sama, hanya salah satu yang akan hidup. Seperti kata Taluipa. Jadi, ia akan memakan sisik Imoogi, sehingga setengah Imoogi akan ada di dirinya. Lalu, ia akan membawa Terry bersamanya, terjun ke sungai Samdo. Meski ia tahu, kalau terjun ke sungai Samdo, ia tak kan bisa berinkarnasi lagi, sama seperti putra Taluipa. Atau pun bertemu Ji A kembali.

Ui Ong memberi tahu Hye Ja, kalau pak Choi yang sedang dirawatnya adalah titisan suami Hye Ja.

Rang menjenguk presdir, dengan alasan ingin menyaksikan presdir meninggal. Presdir tahu, Rang tidak ingin mengotori tangannya. Rang datang untuk membebaskan presdir agar ia bisa membunuh Imoogi dan sembuh dari penyakitnya.

Yeon & Ji A makan siang berdua. Ji A mulai merencanakan masa depan, dan meminta Yeon berjanji akan hidup bersamanya.

Rom yang sudah mulai menderita penyakit, menerima bunga dan kue ulang tahun dari Hwan. Ia menitipkan kedua ikan mas nya pada Hwan kalau ia meninggal nanti. Rom berharap tahun depan ia masih bisa merayakan ultahnya bersama Hwan.

Yeon berjanji akan melindungi Ji A, jadi jangan pernah berpikir untuk menyerah pada ancaman Imoogi. Hwan menelpon memberi tahu kondisi Rom.  Ji A datang dan memeluk Rom. Yeon dan Hwan hanya bisa terdiam.

Rang memberi presdir pistol dan menyuruhnya menjaga diri. Presdir juga menasehati Rang untuk tidak terlalu melodramatis, orang yang melodramatis biasanya berakhir menyedihkan. Rang tahu, dengan tidak ada lagi ceri lentera, ia akan mati bersama tubuh yang sekarang. Jadi, ia akan melakukan apa saja yang ia mau.

Hye Ja memasak sambil menangis, kalau saja ia tahu pak Choi adalah titisan suaminya. Ui Ong menjadi khawatir. Semua yang terhubungan dengan Yeon dan Ji A kembali bersatu dan mengalami takdir yang sama sejak mereka bertemu. Hal yang menyesakkan sepertinya akan terulang kembali.

Hari menjelang pagi, tapi Imoogi tidak juga menghubungi Yeon. Kondisi Rom semakin memburuk.

Yeon berdiri berhadapan dengan Imoogi. Imoogi setuju bergabung dengan Yeon dan menyerang penjaga sungai Samdo. Mereka berjabat tangan.

Rang tidak percaya apa yang Shin Ju katakan. Bergabung dengan Imoogi adalah misi bunuh diri. Rang tahu, Yeon akan membunuh Imoogi dengan mengorbankan nyawanya. Imoogi juga sudah menyiapkan rencana agar Yeon termakan perangkapnya sendiri. Dan ia takkan berhenti sampai salah satu dari mereka mati.

Presdir mengacungkan pistol ke arah Ji A. Tiga buah ledakan terdengar.

Hujan rubah turun tiba-tiba. Ji A yang tidak membawa payung berlari menerobos. Tapi, Yeon datang dan menariknya ke bawah payung. Mereka berbincang dan menikmati ramen di kala hujan. Ji A merasa sangat bahagia. Orang tuanya menunggu di rumah, dan ia berada bersama kekasih hatinya. Mimpi masa kecilnya tercapai sudah.

Meski mimpi Yeon menjadi manusia belum terlaksana, Ji A tak peduli. Gumiho atau bukan, ia mencintai Yeon.

Bersambung

Komentar aku: ho? Itu kenapa ada filler… Mimpi saat Ji A tertembak oleh presdir? Maklum sudah tinggal 2 episode ke depan. Huhuhu…Filler tentang Hye Ja, setidaknya untuk memberi gambaran kalau mereka-mereka yang pernah atau terhubung dengan Yeon dan Ji A kembali bertautan lagi, setelah 600 tahun. Err… makan ramen sepertinya enak. Jadi lapar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: