Uncanny Counter Ep. 01.2

So Moon pulang dan disambut kakek Seok Goo, yang mempersiapkan kue ulang tahun So Moon. Tapi, tiba-tba nenek Choon Ok mengambil dan melempar kue itu ke muka So Moon. Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama.

Keriting So Moon tidak mau hilang, meski sudah dikeramas. Lalu, ada titik hitam di setiap ujung jarinya. So Moon berusaha mencuci, menggosok, menghilangkan titik-titik itu, tetapi tidak berhasil. So Moon bertanya-tanya, apa itu karena dia disambar petir? Tapi, tubrukan itu tidak seperti petir. Sesuatu yang sedingin es, mengaliri seluruh tubuhnya dan terasa sangat intense. So Moon meletakkan tangannya di dada.

Saat So Moon membuka mata, ia berada di depan lautan luas. Dari belakang, sebuah tangan menggapainya dan sesosok wanita memperkenalkan diri sebagai Wi Gen. So Moon terkesiap dan terbangun.

Ketiga sahabat berada di perpustakaan sekolah. So Moon melihat Woong Min di-bully oleh Cheon Jung dkk. Tidak seorang pun berani membela Woong Min. So Moon berusaha mengajak Woong Min pergi, yang membuat bullier menampar Woong Min berulang kali. Para bulliers pergi saat guru jaga berteriak menyuruh tenang.

CEO Jang Mul Retail, Choi Jang Mul, datang ke pemakaman Cheol Joong. Setelahnya, ia pergi ke warung mie ‘Eonnie’. Mereka berdiskusi tentang roh jahat yang mengambil jiwa Cheol Joong. Jang Mul memberi tahu kalau Wi Gen menemukan counter baru, yang tak disangka, sehat walafiat. Pemuda ini sangat berenergi, memiliki kemarahan dan gairah yang menyala-nyala.

Jang Mul mengatakan mereka akan sangat memerlukan anak ini. Mereka harus mengusahakan agar bisa berjalan dengan baik.

Inspektur Choi Yoon Young dari divisi kejahatan brutal di kepolisian kota Joong Jin, datang ke lokasi bunuh diri. Ia tak yakin itu adalah bunuh diri, dan bertanya pada polisi yang bertugas, apa ia mau menghilangkan atau mencari bukti? Tempat yang Yoon Young datangi adalah kantor ‘Love Joong Jin’, tempat si roh jahat membunuh CEO Kwon Jin Seung.

Yoon Young mencoba mencari bukti yang tersisa, tetapi polisi sudah membawa semuanya, kecuali sebuah foto. Foto si korban bersama anak yang terkena kanker dan mengenakan topi.

Walikota Joong Jin, Shin Myeong Hwi, berkendara menuju balai kota. Ia membaca banner milik ‘Love Joong Jin’. Asistennya memberi tahu kalau Jin Seung mati bunuh diri. Si asisten menyuruh staff balai kota membuang semua papan/banner dan menghancurkan file yang berisikan data kalau pencemaran lingkungan akibat pembangunan kota membahayakan jiwa anak-anak.

Woong Min marah karena So Moon mengurusi masalahnya. So Moon juga marah karena Woong Min dan Joo Yeon menutupi bullying itu darinya. Woong Min akan berlari, akan menahan pukulan kalau perlu. Karena yang paling menakutkan adalah mereka menjadikan So Moon sebagai target. Dan guru tidak melakukan apa-apa, karena Shin Hyuk Woo, salah satu bulliers, adalah putra sang walikota.

Benar saja, ketiga bulliers itu telah menanti So Moon di gang samping sekolah. Mereka mulai menyiksa So Moon. Saat Hyuk Woo akan memukul So Moon dengan pemutar CD hadiah dari ibunya, Ha Na datang dan menampis Hyuk Woo. Ia mengajak So Moon pergi bersamanya, dan membanting semua bulliers.

Ha Na tahu kalau akhir-akhir ini So Moon bermimpi aneh, seperti mimpi tetapi terasa nyata, bertemu Wi Gen. Ha Na memperlihatkan titik-titik hitam di jarinya. So Moon kaget.

Mo Tak cemberut saat tahu So Moon anak SMA. Mae Ok menerangkan kalau pekerjaan mereka adalah mengembalikan roh orang mati ke akhirat, dan akan melatih So Moon supaya bisa melaksanakan pekerjaan itu. Mae Ok memberi tahu kalau titik-titik hitam itu adalah pintu ke akhirat. Dan menyuruh So Moon pergi ke dunia akhirat. Tepatnya, meletakkan tangan dengan titik hitam ke dada dan diam selama 3 detik.

Mae Ok berjanji, kalau So Moon bergabung, ia akan menyembuhkan kaki So Moon. Di bawah pandangan tajam Mo Tak, So Moon menutup mata dan menghitung sampai tiga. Ia kembali ke pantai dan bertemu Wi Gen. Kali ini, So Moon menerima uluran tangan Wi Gen.

So Moon berada di ‘Yung’ dunia antara akhirat dan fana, tempat di mana jiwa dari dunia akhirat bisa bertemu jiwa dari dunia fana. So Moon ingin bertemu orang tuanya, tetapi Wi Gen tidak bisa mengabulkan. Wi Gen mengajak So Moon pergi ke sebuah tempat di dunia fana.

Wi Gen mengajarkan kalau satu-satunya cara roh jahat bisa hidup di dunia fana adalah dengan menjadikan manusia sebagai inang. Roh jahat akan hidup dengan memakan jiwa manusia yang dibunuh oleh inangnya. Mereka akan memilih manusia yang sudah pernah atau punya keinginan kuat untuk membunuh.

Wi Gen memperlihatkan adegan di mana seorang pria akan membunuh pacarnya. Tapi, itu adalah kenangan yang diingat oleh tempat itu, karena kejadiannya telah berlalu. Sehingga, So Moon tidak bisa mencegahnya. So Moon dihadapkan pada kenangan yang kejam dan brutal.

Semakin banyak jiwa terbunuh yang ia hisap, semakin kuat si roh jahat itu, sampai akhirnya menguasai tubuh dan jiwa inangnya. Setelahnya, membunuh adalah kesukaannya. So Moon tidak tahu, apa ia sanggup? Tapi, Wi Gen berjanji akan memberikan kekuatan melebihi batas normal manusia. Meski demikian, So Moon bisa saja terluka dan terbunuh.

So Moon punya kebebasan untuk menolak.

Ketiga counters melongo saat So Moon kembali dari ‘Yung’ dan menolak bergabung. Wi Gen sendiri memberi waktu seminggu sebelum So Moon memutuskan. Tapi, So Moon benar-benar tidak bisa. Tidak adil bagi kakek-neneknya untuk kehilangan dirinya, setelah mereka kehilangan anak dan menantu mereka.

So Moon pamit. Ha Na bersiap menghapus ingatan So Moon, tapi Mae Ok mencegahnya. Ia ingin So Moon mempertimbangkan lagi. Di depan warung, So Moon menerima telp dari Woong Min, menyuruhnya cepat datang ke gym sekolah membawa Ha Na, atau bulliers akan memukuli Woong Min sampai tak berbentuk.

So Moon masuk ke ruang gym dan memohon agar mereka membebaskan Woong Min. Sebagai gantinya, So Moon meminta maaf atas kejadian di gang dan akan menanggung semua biaya RS. Hyuk Woo tidak terima dan terus memukuli So Moon. Sampai So Moon bertahan dan menahan pukulan Hyuk Woo.

Bersambung

Komentar aku: Whoa, jadi teori hantu juga dipakai di drama ini. Teori yang aku baca adalah ‘hantu’ adalah semacam gelombang, seperti gelombang TV, yang direkam oleh sebuah tempat atau benda. Gelombang itu terjadi saat manusia mengeluarkan atau memiliki emosi yang sangat tinggi. Itu sebabnya, kenapa tempat-tempat di mana tragedi berlangsung biasanya berhantu. Seperti perang, pembunuhan, kecelakaan, dll… Hooooo… kok jadi hantu? Syeeremmmm… Tapi drama ini menarik, hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: