Tale of the Nine-Tailed Ep. 13.2

Presdir menyerahkan diri dan mengaku kalau ia yang membunuh ‘mumi’ yang tertanam di dinding beserta empat wanita lainnya. Presdir hanya menginginkan keabadian. Polisi pasti akan memilih hal yang sama, kalau mereka ingin bisa abadi.

Yeon mengantar Ji A pulang. Ji A tahu, selama tidak terancam atau ada darah, Imoogi tidak akan keluar. Tapi, waktunya juga semakin pendek, sebelum ia berubah seluruhnya menjadi Imoogi. Yeon akan mencari Hye Ja,  ia minta Ji A membawa Hwan dan Rom datang bertemu kemudian.

Rang tersadar. Su Oh memberi tahu Yu Ri dibawa pergi pria menakutkan dan takkan pernah kembali.

Hye Ja memberi tahu, kalau ada gosip bahwa salah satu hakim dunia Akhirat, sering pergi mendatangi dunia fana. Yeon merasa gosip itu menarik. Hye Ja diminta terus memperhatikan peramal/hakim itu.

Yu Ri mencium Shin Ju dan memutuskan hubungan mereka. Ia tak mau lagi bersama Shin Ju. Terry memperhatikan itu semua dari dalam mobil yang disupiri Yu Ri.

Rang masuk dan berkata itu karena Imoogi. Yeon melompat dan memeluk Rang.  Rang minta Shin Ju tidak gegabah mencari Imoogi, dia bukan lawan Shin Ju. Dan Su Oh? Su Oh ditinggal sendiri di rumah, sibuk bermain puluhan mainan baru yang dibelikan Rang.

Yeon, Rang, Shin Ju dari sisi siluman Rubah berkumpul dengan Ji A, Hwan dan Rom dari sisi manusia. Yeon & Ji A memberi briefing, Imoogi yang ‘asli’ bersemayam di tubuh Ji A.  Imoogi mengancam akan membunuh mereka lalu menyebarkan virus. Saat ini, pikiran Yeon dan Ji A yang tidak bisa dibaca Imoogi.

Yeon memberi tahu kalau si peramal adalah hakim dunia Akhirat dan mempunyai ‘Sin Slayer’. Belati penebas pendosa yang sekarang dibawa Hye Ja ke resto Snail Bride. Belati itu dibuat oleh Hades menggunakan pohon yang menanggung dosa mereka. Belati kayu itu tidak akan melukai mereka yang tak berdosa.

Yeon dan Rang menghabiskan waktu di café. Rang mendapati kalau Yeon terluka. Rang bertanya, apa yang terjadi pada dirinya kalau Yeon sampai gagal? Itu sebabnya, Yeon membutuhkan Rang.

Di kantor polisi, ruam mulai muncul di tubuh presdir. Begitu juga, di leher detektif yang mewawancarainya. Detektif itu jatuh tak sadarkan diri. Saat diberikan CPR benda berdarah keluar dari mulutnya.  

Yeon cs mulai menjalankan rencana mereka. Ji A akan melukai dirinya. Saat Imoogi keluar, Yeon akan menusuknya dengan ‘Sin Slayer’. Shin Ju berjaga di pintu, tak seorang pun boleh masuk. Yeon tak ingin jiwa Imoogi yang keluar dari tubuh Ji A masuk ke salah satu dari mereka.

Selama Yeon sadar, Imoogi tak bisa masuk ke tubuhnya. Untuk itu, Shin Ju telah menyiapkan ular, wadah untuk jiwa Imoogi. Hye Ja memberikan kotak belati pada Yeon dan menutup pintu.

Rang merasa tidak enak hati. Tapi, Rang, Hye Ja dan Shin Ju hanya bisa berjaga di luar pintu ruangan. Ji A minta dipeluk sebelum Yeon mengikatnya di kursi. Saat tahu kalau belati itu juga bisa membunuh Yeon, Imoogi keluar dan menusukkan belati pada Yeon.

Imoogi tertawa dan mengibas peniti yang sengaja ditaruh di lengan baju Ji A untuk melukai tangan Ji A dan membangkitkan jiwanya. Imoogi membanting kursi ke tubuh Yeon yang tak bergerak dan ia mulai menarik kulit di lehernya. Terry, yang ada di dalam mobil bersama Yu Ri, berteriak kesakitan.

Imoogi menjejalkan sisik ke dalam mulut Yeon.  Yeon tiba-tiba bangun dan mengeluarkan sisik dari mulutnya. Sekarang ia tahu bagaimana Imoogi bisa menguasai beberapa tubuh.

Saat menghibur Shin Ju yang patah hati, Hye Ja menelpon Yeon. Memberi tahu kalau hakim akhirat tidak bisa dilacak, bahkan oleh Ui Ong sekali pun. Yeon menyuruh Hye Ja mencari sembarang belati kayu tumpul.

Juga, siluman Rubah bisa membaui darah saat Imoogi melukai tangan Ji A. Jadi, rencana Imoogi tidak akan berhasil. Imoogi menggertak Ji A pun akan terseret-seret kalau Yeon menanamkan sisiknya pada ular.  Yeon mengurungkan niatnya. Untuk sementara ia lebih senang sisik itu tetap ada di Ji A.

Tapi, Yeon mengingatkan, bagian lain dari Imoogi lebih tertarik pada Ji A daripada bersatu lagi dengan Imoogi. Bagi Imoogi, Terry tak lebih dari pion yang mudah dikorbankan. Imoogi menertawakan Yeon kalau ia bermimpi akan membuat Terry melawannya.

Tiba-tiba Ji A memegang kepalanya dan pingsan. Sementara, Yu Ri memperhatikan dengan heran, Terry berteriak kesakitan dan memaki si bodoh.

Taluipa memperhatikan komputer di depannya, mengetik dan menekan tombol. Bagi Ui Ong, Taluipa adalah simbol bencana yang ia ciptakan sendiri. Ui Ong berjalan menuju pintu. Taluipa mengancam kalau Ui Ong keluar dari pintu itu, Ui Ong akan kehilangan segalanya.

Terry berjalan di pusat kota, setiap ada yang melewatinya akan jatuh.

Ji A tersadar dan minta Yeon segera melakukan rencana mereka. Ia ingin mengakhiri pertempuran ini dan berada di sisi Yeon. Yeon setuju, mari akhiri pertempuran yang melelahkan ini.

Computer Taluipa masih menyala. Tanggal kematian Ji A adalah hari ini.

Bersambung

Komentar aku: yas! Itu, aduh… kenapa Shin Ju bawanya ular, ya? Kan nanti Ji A jadi terseret-seret, arti harafiah. Meski sebetulnya itu hanya ungkapan. Bagaimana kalau Shin Ju bawanya kelinci saja? Kan Ji A paling hanya meloncat-loncat saja.

Drama yang asyik, menghibur, tegang dan membuat gigit kuku. Semua menunjukkan ‘taring’ dan ‘cakar’ mereka. Legenda yang dikaitkan juga membuat aku semangat google, cari tahu ini dari negara mana.  Kalau belati kayu itu sama dengan pancang kayu untuk membunuh drakula ya? Atau virus yang dibawa Imoogi itu SARS-CoV-2? Wkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: