Tale of the Nine-Tailed Ep. 11.2

Taluipa pun terkesan akan ketangguhan Ji A. Ji A langsung minta izin meminjam ‘Waskita’ (Clairvoyance) agar bisa melihat di mana orang tuanya, sebagai balasan membawa Imoogi ke Taluipa. Taluipa mendesah.

Ji A keluar bersama Ui Ong, bersyukur ia bisa keluar dengan selamat, badannya gemetar selama berada di hadapan Taluipa. Mereka berdua tertawa. Ji A memuji Ui Ong, orang akan bersyukur ditemani penjaga seperti Ui Ong saat jiwa mereka pergi ke Akhirat. Ui Ong membalas dengan membesarkan hati Ji A, bahwa ia & Yeon akan berhasil.

Yeon tidak mengerti kenapa Taluipa tidak mengubah Imoogi jadi batu seperti kebiasaanya kalau ada dewa/jiwa yang nakal.

Taluipa mengingatkan, sebagian jiwa Ji A dikuasai Imoogi, kalau itu ia lakukan, sama saja dengan mengubah ji A jadi batu. Sayangnya, tidak ada cara memisahkan keduanya, kecuali Ji A mati atau Imoogi melepaskan dengan rela. Semua karena Ji A ditakdirkan untuk menjadi tumbal bagi kebangkitan Imoogi. Roda takdir kembali berputar, dan Yeon akan patah hati.

Yeon berterima kasih pada Taluipa, ia mengerti sekarang kenapa Taluipa tidak ingin Yeon bertemu Ji A lagi. Bagaimana pun Yeon tetap memilih Ji A, meski tahu takdir seperti apa. Taluipa akhirnya memberi tahu kalau orang tua Ji A ada di pohon ceri lentera. Yeon memberi salam cium untuk Taluipa.

Rang memperhatikan dengan sedih saat Yeon dan Ji A yang berlalu dengan mobil mereka mencari pohon ceri lentera.

Imoogi memperingatkan Presdir untuk tidak gegabah. Meski Presdir percaya kalau ia berhasil menekan Rang dengan menggunakan titik lemahnya, kegagalan mereka dulu adalah karena menyepelekan kekuatan lawan. Presdir minta Imoogi memberikan jabatan lebih tinggi, ia bosan jadi presdir sebuah stasiun TV.

Rang senang Yeon menelponnya, hanya untuk sedih saat tahu Yeon hanya menanyakan pohon ceri lentera tempat orang tua Ji A ditawan. Ia menawarkan membantu mencari dan minta bertemu dengan Yeon esok hari.

Waktu Rang tinggal sedikit, ia pergi ke bar dan minum. Ia melihat bunga Azalea yang dibawakan Yeon padanya. Ia ingat perkataan Taluipa kalau hanya rubah yang mati yang bisa membatalkan perjanjian yang dibuat oleh si rubah.

Ji A bercerita pada Rom dan Hwan tentang PresDir, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan, karena polisi tidak akan percaya seorang dari era Goryeo, yang berteman dengan Imoogi, tapi adalah presdir stasiun TV, terlibat perkara mumi.

Rang meninggalkan minuman dan bunga Azelea di bar, pergi dan berkata pada Presdir kalau ia akan menyerahkan Yeon. Ia memilih hidup. Ia akan menjebak Yeon datang dan Presdir bisa mengambil hati Yeon. Presdir memberi botol racun dan mempersilahkan Rang tidur di rumahnya malam itu.

Rom & Hwan memuji-muji Terry yang bisa beberapa bahasa. Ji A menangguk, Terry juga membantunya di lapangan. Pak Choi mengundang mereka semua makan malam bareng menyambut bergabungnnya Terry.

Yeon datang menghampiri Rang. Rang mempersilahkan Yeon memilih tanaman yang ia suka untuk Ji A dan ia meneteskan beberapa cairan racun ke dalam kopi.

Bagi Yeon, Rang adalah keluarga dengan ayah yang sama. Jadi, Rang punya hak untuk berbuat iseng pada Yeon. Meski bagi Rang, Yeon tidak pernah berbuat baik padanya, Rang ingin menjadi seperti Yeon. Presdir tertawa saat melihat Yeon meneguk kopi buatan Rang.

Saat keluar dari Hutan Kelaparan, Rang pernah berpikir untuk mati demi Yeon. Tapi, sekarang ia tak bisa dan memukul kepala Yeon dengan vas bunga. Rang mengeluarkan botol racun, Yeon tersungkur ke lantai. Kalau saja Yeon menunjukkan perhatian sedikit saja seperti Yeon memperhatikan Ji A…

Yeon jatuh tak sadarkan diri.

Presdir masuk dan menelpon Imoogi, mengatakan mereka telah mendapatkan Yeon.  Imoogi menyuruh Presdir menunggu kedatangannya. Ia sedang makan malam bersama team dan akan mencoba menyelinap pergi.

Ji A menghalangi Terry pergi dan menggandengnya masuk kembali ke resto. Waktu terus berlalu, Rang mendesak Presdir menghapus hutangnya, karena ia telah membawakan Yeon. Tapi, Presdir tidak bergeming, karena tahu Rang tidak akan bisa membunuh siapa pun yang punya memberinya hutang budi.

Kali ini giliran Rang yang memprovokasi Presdir, sekali budak selamanya akan menjadi budak. Bagaimana rasanya melihat seluruh keluarga mati dihisap Imoogi? Saat Presdir menjadi marah dan hendak menikam Yeon, Rang menendangnya.

Presdir mengingatkan kalau rubah akan mati apabila melanggar janji. Tapi, rubah yang ini tidak melanggar apa-apa. Rang berubah menjadi Yeon dan Yeon menjadi Rang.

Mereka bertukar wujud sejak malam. Yeon mendatangi Rang di bar dan meminta maaf pada Rang. Selama ini, ia tidak pernah terpikir kalau Imoogi akan membunuh Rang. Bagaimana kalau Rang tetap hidup dan mendampingi Yeon. Yeon tahu cara membatalkan janji rubah.

Yeon membalikkan pisau yang hendak ditusukkan oleh Presdir, dan mencekik lehernya. Jadi, pilih mati atau batalkan perjanjian dengan Rang? Cincin kasat mata di jari Rang mulai bersinar. Presdir merangkak ke pohon ceri lentera, untuk menyambung nyawanya.

Ji A melarang Terry naik taksi, ia akan memanggil pengemudi pengganti dan pakai mobil Ji A. Terry minta Ji A putus dengan pacarnya, karena pacar yang seperti pangeran dari negeri dongeng cenderung punya akhir yang menggenaskan.

Presdir lari terbirit-birit, cincin kasat mata di jari Rang menguap dan mereka berdua memandang pohon ceri lentera yang mereka dapatkan.

Ji A menyuruh Terry melupakan romantisme basi, karena baginya Terry tidak lebih dari mahluk yang menawan orang tuanya. Terry tahu kalau Ji A tanpa perlindungan, ia menarik tangan Ji A dan menciumnya.

Ji A ketakutan dan berlari pulang, ia memeluk Yeon yang telah menunggu di depan rumahnya. Ia melihat kedua orang tuanya ada di rumah mereka. Ji A berlari memeluk mereka. Yeon memperhatikan dan tersenyum.

Bersambung

Komentar aku: Yay! Strategi pintar dari kakak-adik siluman rubah. Meski, Rang akan cocok jadi bintang film, menurut Yeon. Kekeke… meta maksudnya? Kim Bum? Tapi, kenapa orang tua Ji A tidak punya reaksi ya? Mmmm… 12 tahun (atau berapa tahun, ya?) menghilang, terakhir bertemu saat Ji A 8 atau 9 tahun, tidak salah kalau bingung atau kehilangan koneksi. Mudah-mudahan cepat sadar.

Tumben, Presdir mudah sekali ditipu. Itu manusiawi, lho. Karena sudah terbiasa yakin kejahatannya akan berbuah sukses, dia kehilangan buah ceri lentera. Oiii… Dan, Taluipa itu keturunan Medusa? Membuat dewa/spirit/roh jadi batu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: