Tale of the Nine-Tailed Ep. 11.1

Yeon menusukkan pedang dan mendorong Imoogi secepat kilat. Tapi pedang itu tidak bekerja pada Imoogi yang tidak lagi menggunakan badan manusia, seperti dulu kala. Mereka berkelahi dengan hebat, keduanya nyaris sama kuat dan cepat. Tetap, Yeon setingkat di atas Imoogi.

Untuk menjadi dewa, Imoogi telah menjalani ujian hidup di bawah sungai kegelapan lebih dari 1000 tahun. Ia akan berhasil kalau saja penyamarannya sebagai Naga tidak terdeteksi oleh manusia. Imoogi merasa di atas angin karena menguasai nasib adik, kekasih dan orang tua kekasih Yeon, sebagai gantinya ia minta badan Yeon.

Presdir menunjukkan branding di dahinya. Ia memberikan bunga kertas dan menyuruh Ji A membaca pesan di baliknya. Presdir minta Ji A memberikan dewa gunung sebagai ganti. Ia memang menawan orang tua Ji A karena tahu, Ji A akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan mereka, seperti dulu.

Yeon menolak tawaran Imoogi. Ia tidak percaya pada Imoogi. Tapi, Yeon penasaran, kenapa Imoogi berharap personifikasi dari bencana, wabah dan peperangan akan diterima oleh manusia? Imoogi tidak peduli dengan dunia manusia, ia hanya menginginkan si wanita, ia menyukainya.

Yeon mulai mengeluarkan kekuatannya, matanya bersinar keemasan. Imoogi tak mau kalah, ia membuat hati manusia sedemikian putus asa sehingga ingin mati saja. Orang-orang mulai membunuh diri, membuat Yeon sibuk menyelamatkan mereka.

Jantung Ji A terasa sakit. Presdir yakin, itu karena Ji A terhubung secara fisik dengan Imoogi. Presdir tahu ia manusia, tapi ia pun punya impian besar yang membuatnya bersedia mengorbankan ibu, istri dan anaknya pada Imoogi.  Presdir mengingatkan, keputusan ada pada Ji A, mau melihat pemakaman orang tuanya atau…

Setetes air dari botol ini cukup untuk membuat Yeon tidur dan Ji A mendapatkan kehidupan yang selalu diimpikan. Presdir menaruh botol racun di tangan Ji A.

Episode 11: Pohon Ceri Lentera

Ui Ong tidak terima saat Taluipa menyebut anak mereka sebagai anak yang tak berbakti. Anak mereka bunuh diri karena Taluipa membunuh menantunya yang dikuasai arwah penyebab wabah yang berusaha memusnahkan manusia.

Mereka berhenti bertengkar saat telp emergensi masuk, 132 orang melakukan bunuh diri di Geumran-Gu. Ui Ong tahu itu perbuatan Imoogi.

Rang yang melihat ambulan mulai berdatangan bisa menerka kalau Imoogi mulai mengacau.

Team MTLU melihat berita itu di internet. Pak Choi merasa ada yang aneh, tidak biasanya ada bunuh diri masal di tempat dan waktu yang berdekatan . Meski ada  gerakan bunuh diri masal, atau pengikut sekte/cult. Terry yang baru datang tidak tahu di mana Ji A.

Yeon tidak berhasil menghubungi Ji A. Ji A duduk di ruang tamu. Ia melihat telp masuk dari Yeon dan pandangannya beralih ke botol racun vs bunga kertas di depannya.

Shin Ju membawa Yu Ri ke apartemen dan memasakkan ‘Borscht’, makanan tradisional Rusia. Shin Ju terkadang kangen hutan tempat kelahirannya, tapi sekarang sudah jadi komplek apartemen. Yu Ri tahu rasa itu dan menyukainya.

Su Oh, si titisan anjing hitam Rang, menangis dipukuli ayah tirinya.  Rang menawarkan Su Oh ikut dengannya atau ayahnya? Ayah tiri menyuruh Su Oh memilih dengan bijak, membuat Su Oh pulang meski menangis tersedu-sedu. Rang kembali dan merenggut leher si ayah tiri.

Yeon menyela Shin Ju yang menawarkan agar Yu Ri melepaskan kedua ‘orang tua’nya dan memilih hidup bersama Shin Ju dan Rang. Yu Ri kesal saat tahu itu apartemen Yeon, tapi ia tersenyum saat menerima telp dari Rang, dan berteriak ‘Apa!’ pada ponselnya.

Ji A memperhatikan botol racun di tangannya. Ia keluar dan bertemu Yeon yang menunggu di depan gerbang. Yeon membawakan hadiah, sneakers baru. Yeon ingat semua kesukaan Ji A, bau harum nasi, literatur dunia, gimbab buatan ayah, sneaker dan dirinya…(Oiii!).

Meski ada pepatah yang bilang kalau seorang kekasih diberikan sneakers, ia akan lari, Yeon tidak keberatan. Ji A bisa berlari dengan sepatu baru yang hanya menunjukkan ke arah yang benar. Yeon menyukai Ji A, sampai ia tak keberatan menukar jiwanya untuk Ji A. Ji A menyadari itu.

Rang membawa ayah tiri Su Oh ke rumah Presdir untuk dijadikan ceri lentera. Presdir memasukkan ceri lentera kering ke dalam mulut korban, yang meresap jiwa dan badan dan menjadi ceri lentera segar. Presdir lalu menghisap sari ceri lentera dan memuji kebusukkan hati si ayah tiri.

Rang mengadopsi Su Oh dan dibawa ke apartmen Yeon, dijaga oleh Shin Ju. Yu Ri dan Su Oh berebut susu yang dibelikan Shin Ju untuk Yu Ri. Yu Ri berteriak kesal pada Rang dan Su Oh terus makan cereal susunya.

Ji A tidak suka cerita ‘Little Mermaid’, kenapa Ariel tidak membunuh pangeran dan memilih jadi buih? Tapi, setelah bertemu sang pangeran dan menyukainya, Ji A berubah pikiran. Cerita itu bisa berubah dengan akhir yang bahagia.

Kalau Yeon jadi Ariel, ia akan membunuh Ursula, tak hendak menjadi boneka mainannya. Sementara, Ji A ingin suaranya kembali, menemukan pangeran impiannya tanpa berubah jadi buih. Jadi, bagaimana kalau mereka berburu Ursula bersama? (Yes, princess Disney goes BOLD!)

Presdir menekan Rang dengan mengutik kelemahan terbesar Rang. Ia memberi tahu kalau Imoogi bertemu dengan Yeon, tapi Yeon tidak peduli kalau adiknya jadi tumbal. Presdir menekankan selamanya Yeon  akan mengutamakan Ji A dibanding Rang. Presdir tersenyum melihat kegundahan Rang.

Yeon datang ke kantor imigrasi dan bertanya apa yang musti dilakukan untuk bisa menghentikan Imoogi? Ia membawa Ji A bersamanya. Ji A tidak takut gertakan dan bentakan Taluipa. Ia tidak pernah berniat membiarkan nasib yang digariskan dewa mengatur hidupnya.

Bersambung

Komentar aku: Whoa! Aku cinta episode ini. Meski ada 1 saja yang kurang, kenapa sekarang tidak diterjemahkan myth/legenda spirit yang menyertai episode ini. Tapi… kelebihan episode ini banyak. Dari kekuatan Imoogi yang menyeramkan, legenda tentang bunuh diri masal, titisan anjing hitam kecil milik Rang, sampai ceri Lentara.

Aku baru tahu kalau kita memberi sneakers pada kekasih, kekasih kita lari. Aku pikir Yeon kasih sneakers yang dimantrai untuk menjaga Ji A (seperti ia memantrai sneaker Rang untuk mencari Imoogi). Juga, salut untuk Ji A, putri Disney, tepatnya Ariel, yang tahu apa yang ia mau dan tidak takut mengubah nasib. Yas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: