Tale of the Nine-Tailed Ep. 09.2

Shin Ju bersedia melakukan apa pun yang Taluipa mau, asalkan bisa membebaskan Lee Yeon dan mereka yang terperangkap di dunia pararel.

Ui Ong menjelaskan mereka semua terperangkap dalam dunia yang mereka buat sendiri. Lee Yeon dan Lee Rang, ada dalam masalah keluarga yang harus mereka selesaikan. Ji A, kalau ia mengurung diri dalam kenangan keluarganya, selamanya ia akan menutup diri, bahkan untuk Lee Yeon sekali pun.

Lee Yeon mulai bisa menerka kerjaan Eo Duk Sini, saat Lee Rang bercerita kalau ia masuk dari lemari pakaian di kamar dan keluar di rumahnya yang dulu, ibunya hanya diam saat ia dipukuli penduduk desa. Eo Duk Sini membuat dunia dari ketakutan Lee Rang.

Ji A sadar, ia berada di dunia yang tidak nyata. Ia mulai mendengar suara tetesan. Suara tetesan dari IV yang tersambung ke nadi Ji A yang terbaring di RS. Ji A mulai menuliskan apa yang terjadi padanya sejak pagi hari: lounge kantor, ibu penjual jus, Yeou Gogae, di mana saya?

Tapi, saat ayahnya masuk, Ji A melupakan segalanya.

Waktu tersisa semakin pendek, Lee Yeon memaksa Lee Rang menghadapi ketakutannya: ditinggalkan. Kabut menguak dan pintu pun terlihat.

Lee Yeon jatuh ke jurang, saat ia merenggut arwah penasaran yang mirip ibu Lee Rang, yang mencoba memakan Lee Rang. Lee Rang menaiki dinding jurang, ia terbangun. Lee Rang mencoba meraih pintu lemari, tapi terjatuh. Yu Ri berlari menolongnya.

Ayah Ji A memasakkan gimbap. Ji A merasa hidupnya yang lama adalah rangkaian mimpi buruk, dan sekarang ia telah terbangun. Kalau pun itu mimpi, Ji A tidak ingin terbangun. List yang Ji A tulis pun menghilang dan jantungnya mulai melemah.

Shin Ju melarikan Ji A dari RS, membaringkannya di samping Lee Yeon dan mengikat lengan mereka berdua dengan tali yang diberikan Taluipa. Hanya itulah yang bisa ia lakukan.

Ji A tiba-tiba mendengar suara telpon berbunyi, herannya kedua orang tuanya tidak bereaksi sama sekali. Ji A naik ke kamarnya. Suara di telpon berkata kalau ia adalah Lee Yeon, minta Ji A mengingatnya dan kembali. Lee Yeon akan selalu menunggunya.

Sementara, Lee Yeon yang terluka, berada di depan padang luas. Entah di mana, berharap JI A akan kembali.

Ji A melihat kabel telpon terputus, rangkaian mugworth pemberian Lee Yeon dan menikam tangannya. Saat itu, semua kenangan tentang Lee Yeon kembali.

Racun arwah penasaran masih bersarang di tubuh Lee Rang. Yu Ri memohon pada Shin Ju agar menyelamatkan Lee Rang.

Ji A meminta maaf pada orang tuanya, ia pun akan mencari mereka sampai ke ujung dunia untuk bisa bersama mereka. Orang tuanya membujuk agar Ji A tidak pergi. Ji A tahu ia sangat dicintai kedua orang tuanya, dan Lee Yeon selalu menunggu, juga Ji A yakin akan Lee Yeon. Karenanya, ia siap pergi.

Eo Duk Sini berteriak karena Lee Rang dan Ji A terbangun. Imoogi menyuruh Eo Duk Sini tidak melakukan apa-apa, karena ia telah mengetahui kedalaman hati Ji A.

Ji A berusaha membangunkan Lee Yeon.

Lee Yeon berjalan sendiri di padang, itu adalah dunia yang ia buat. Dunia sepi dan sekarat tanpa Ji A di dalamnya.

Hye Ja, Shin Ju, Ji A bergantian berjaga di samping tubuh Lee Yeon yang tidak juga sadar. Lee Yeon mulai sampai ke batas ketahanannya. Ia ingin menyampaikan banyak hal, menghabiskan berapa waktu pun yang tersisa, menjaga saat siang dan malam, semuanya hanya untuk Ji A.

Eo Duk Sini menghampiri Lee Yeon dan menyuruhnya bangun. Eo Duk Sini meledek Lee Yeon dengan berkata kalau JI A selamat, meski sebaiknya tinggal di dunia mimpi saja. Lee Yeon mendongak dan tersenyum. Ia berdiri dan mengibaskan bajunya.

Tidak mudah menjebak Eo Duk Sini untuk datang. Imoogi yang memegang lengan Eo Duk Sini terkesiap. Lee Yeon tahu, Eo Duk Sini sedang sekarat. Orang sekarang tidak lagi tertarik dan percaya tentang dirinya. Ia mencari perhatian dengan membagikan jus atau sengaja mengganggu Hye Ja yang lebih terkenal.

Eo Duk Sini beranjak pergi, tapi kekuatan Lee Yeon menahannya. Eo Duk Sini lupa, ia berada di dunia yang Lee Yeon ciptakan, artinya dalam kekuasaan Lee Yeon. Tapi, bukan Eo Duk Sini yang Lee Yeon kejar. Lee Yeon mengarahkan tangannya ke Imoogi dan menarik kancing bajunya.

‘Sekarang setelah aku menemukanmu, duduklah dengan tegak. Aku akan segera menemuimu,’ pesan Lee Yeon pada Imoogi.

Lee Yeon menghabisi Eo Duk Sini dengan pedangnya. Eo Duk Sini berunah menjadi abu di hadapan Imoogi.

Hujan tiba-tiba turun. Ji A melihat Lee Yeon, berdiri di bawah payung merahnya. Kali ini, Ji A yang akan menghampiri Lee Yeon. Mereka berciuman di bawah hujan.

Bersambung

Komentar aku: YAS! Ah, benar-benar. Aku seperti Eo Duk Sini juga lupa, kalau dunia pararel yang dibuat adalah berdasarkan pikiran si orang yang masuk ke dunia itu! Ahahaha, pintar, pintar, pintar… Sayangnya, Eo Duk Sini hanya sekedar pion bagi Imoogi, yang bisa dibuang dan dikorbankan dengan cepat.

Syukur, akhirnya Lee Rang sadar, kalau Lee Yeon tidak pernah meninggalkannya. Di satu sisi, aku juga bebal. Dari penuturan Lee Rang, aku juga merasa kalau Lee Yeon meninggalkan Lee Rang seorang diri. Huhuhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: