Tale of the Nine-Tailed Ep. 09.1

Lee Rang mulai kewalahan menghadapi roh-roh jahat. Saat ia yakin kalau Lee Yeon tidak akan datang, Lee Yeon  memanggilnya. Lee Rang masih tidak percaya, sampai Lee Yeon mengingatkan saat Lee Rang ngompol.

Lee Rang kesal, tapi ia ingat semua ajaran bertempur kakaknya. Kedua adik-kakak bertempur habis-habisan, tetapi arwah penasaran hidup lagi dan lagi, tak henti mengejar mereka.

Sementara, Ji A perlu waktu untuk menyadari bahwa ia ada dalam mobil di Yeou Gogae , semuanya seperti film, di mana orang tua Ji A tidak bisa mendengar suara atau merasakan sentuhannya, tapi ia bisa mendengar dan menyentuh mereka.

Episode 9: Roh Kegelapan

Imoogi dan Eo Duk Sini berdiri di depan puing mobil yang terbalik. Imoogi tahu kalau saat ini pun Lee Yeon sedang menantangnya. Sepertinya, Lee Yeon tahu kalau ujian ini bukan hanya untuk Lee Rang dan Ji A, tapi ditujukan untuk dirinya juga.

Team MTLU membicarakan tentang si ibu penjual jus/Eo Duk Sini. Jae Hwan menunjukkan kalau ibu penjual jus itu sedang trending, selalu memberikan jus dan bertanya apa yang paling menakutkan.  Sae Rom mengatakan itu seperti urban legend ‘nenek-nenek dari Hong Kong’, bedanya setelah tertarik oleh si penjual jus, mereka akan mendengar lagu.

Pak Choi mengenali lagu itu, lagu saat orang menari ‘ganggangsullae’. Lirik yang terus diulang-ulang cukup membuat bulu kuduk berdiri, karena yang satu menyuruh membuka pintu tapi tidak ada kunci yang bisa membuka pintu itu.

Legenda berkata tidak seorang pun bisa bangun setelah mendengar lagu itu. Seorang staff panik memberi tahu kalau rekan mereka pingsan. Team MTLU menemukan Ji A pingsan di depan pintu dan lagu itu berulang-ulang berputar (dan hanya bisa didengar Ji A).

Shin Ju juga menemukan Lee Yeon yang tak sadarkan diri di basement. Yu Ri mencoba membangunkan Lee Rang yang pingsan di depan lemari di kamarnya.

Di hutan kelaparan, Lee Rang dan Lee Yeon sudah sangat kecapaian, dan Lee Yeon tidak bisa menggunakan kekuatannya. Mereka masuk ke gua untuk menyelamatkan diri. Lee Yeon tahu Ji A ada di Yeou Gogae. Akankah ia sanggup menyelamatkan mereka semua?

Lee Rang tergigit salah satu arwah dan mulai demam. Mereka hanya punya waktu satu jam, sebelum Lee Rang berubah menjadi salah satu arwah penasaran.

Hye Ja, pemilik Snail Bride, menjelaskan mereka tidak bisa membangunkan dari luar, itu juga yang terjadi pada suaminya dan kenapa ia mengusir Eo Duk Sini. Hye Ja tahu dunia di mana mereka berada bukan ilusi, apa yang terjadi di sana benar-benar mempengaruhi fisik orang hidup.

Ji A bangun dan ibunya, Young Sun, ada di rumah. Meski ibunya bisa menjawab semua pertanyaan Ji A dengan benar, ia tidak percaya. Tapi, di dunia pararel ini, Ji A baru sadar dari koma akibat kecelakaan di Yeou Gogae.  Ji A minta kue walnut dan mengambil cutter dari mejanya. Young Sun menyuruh Ji A sadar, karena ia alergi walnut.

Imoogi dan Eo Duk Sini mengamati dari luar rumah Ji A. Imoogi tahu, orang tua Ji A akan menyeret Ji A ke kehancuran, sama seperti nasib A Eum. Duk Sini mengajak pergi, karena Ji A tidak akan menyambut mereka dengan baik. Mereka berteleportasi ke rumah penjaga.

Rencana Imoogi tidak berjalan dengan baik, Lee Yeon tidak datang. Tapi, Duk Sini yakin, meski Ji A berusaha menggunakan logikanya, ia tidak akan berhasil keluar dari dunia pararel dan akan menemui kematiannya. Kalau penjaga tidak percaya, ia boleh mencoba.

Imoogi memperingatkan Eo Duk Sini untuk tidak main-main dengan miliknya. Meski ia telah tidur selama 600 tahun, Eo Duk Sini juga dipersilahkan mencoba. Eo Duk Sini menampar wajahnya sendiri dan berulang kali memohon ampun.

Ji A minta dipeluk ibunya. Ji A tidak mempermasalahkan kalau semuanya hanya mimpi, selama ibunya ada bersamanya. Ji A menceritakan semua yang ia alami dan ia tak ingin ditinggal lagi. Ia sangat merindukan orang tuanya.

Imoogi menjelaskan, begitu mereka merasakan sakit yang tak pernah ada, pintu akan mulai tertutup. Begitulah mekanisme dunia pararel itu. Eo Duk Sini mulai bernyanyi.

Lee Rang menolak meneruskan pelarian mereka. Bagi Lee Rang, ia tak sesuatu yang berharga untuk dipertahankan: kekasih atau keluarga.

Lee Yeon menyuruh Lee Rang berpikir dengan otaknya yang bebal, kalau dia, seorang dewa, tidak pernah salah menebas pedang. Jadi, kenapa Lee Rang masih hidup saat terkena pedang Lee Yeon? Lee Yeon akan pergi dan tak kan pernah kembali.

Lee Rang tertatih berdiri dan mengejar Lee Yeon. Lee Yeon menunggu dan memapah adik kecilnya.

Bersambung

Komentar aku: Hua! I love this drama! Kudos to the writer, the director and the casts! You are all awesome. Kali ini tidak ada yang bodoh, baik antagonis mau pun protagonis sama-sama pintar dan kuat. Mereka tidak ragu menggunakan kekuatan masing-masing. Mudah-mudahan menular ke peran wanita. Karena Lee Yeon tidak akan meninggalkan Ji A, kalau Ji A tidak sekuat itu. Ha!

By the way, aku takut men-google Eo Duk Sini atau ‘Nenek-nenek dari Hong Kong’. Lha, kan aku masih manusia yang belum terbebas dari banyak ketakutan… Hayo loooo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: