Tale of the Nine-Tailed Ep. 08.1

Lee Yeon berlari sekuat tenaga menuju rumah Ji A. Ji A memberanikan diri menggunakan ‘Alis Sang Harimau’. Di kaca kehidupan A Eum dan Lee Yeon bergulir. Ji A tidak khawatir akan sakit, kematian, menjadi tua, tapi ia khawatir bagaimana Lee Yeon melewati tahun-tahun tanpa dirinya.

Lee Yeon mengangkat A Eum ke atas pohon dan minta kalau sampai ia melukai A Eum, A Eum boleh memanahnya.

Pejabat/penjaga Imoogi menjemput Ji A, kondisi raja sangat kritis. Tanpa tedeng aling-aling, Ji A mengkonfrontasi raja, bahwa sesuatu yang jahat menguasainya dan membawa malapetaka bagi rakyat. Imoogi menampakkan sisik, A Eum menyuruhnya keluar dari tubuh raja dan mulai menembakkan panah.

A Eum ditakdirkan menjadi sesembahan, dan raja memberikan tubuhnya sebagai ganti. A Eum bersedia memberikan tubuhnya pada Imoogi dan pergi bersama mencari Lee Yeon.

Lee Yeon menghunus pedang ke leher Imoogi dalam badan A Eum, dan Imoogi membalas. A Eum berlutut, memohon Lee Yeon tidak membunuhnya, Lee Yeon berjanji akan mencintainya seumur hidup. Tapi, Lee Yeon menyarungkan cakarnya ke dada A Eum dan Ji A tidak sanggup melihat lagi.

Ji A berkata dulu ia dibunuh oleh Lee Yeon. Tugas utama Lee Yeon adalah mencari Imoogi, Lee Yeon menggunakannya sebagai korban persembahan. Lee Yeon mengakui semua itu. Tapi, Lee Yeon menutupi alasannya, agar takdir Ji A tidak berulang, seperti yang diingatkan oleh Ui Ong.

Lee Yeon melakukan itu karena ia harus, dan untuk menyelamatkan nyawa lebih banyak orang. Jadi, Ji A jangan terperangkap oleh emosi dan jatuh cinta pada Lee Yeon. Jangan melakukan kesalahan yang sama. Dengan begitu, Ji A akan berumur panjang dan hidup bahagia. Lee Yeon pergi.

Episode 8: Reinkarnasi

Lee Rang menemui Lee Yeon di resto ‘Snail Bride’. Lee Rang tidak peduli menitis jadi apa, jadi udang Dokdo yang mahal pun ok. Lee Yeon ingin menitis menjadi manusia, yang penuh dengan awal dan akhir.

Persis seperti yang Lee Yeon perkirakan, Lee Rang memilih Imoogi. Lee Yeon menantang Lee Rang main  catur, mengingatkan Lee Rang kalau dulu ia suka bermain dengan Lee Yeon.

Lee Yeon berkali-kali memperingati Lee Rang, untuk tidak terburu-buru, memotong ekor dengan rapi, tidak menyisakan ruang kosong tanpa alasan. Apa Lee Rang tidak sadar, Lee Yeon selalu ada untuknya dan mengalah di setiap permainan?

Kali ini, Lee Yeong tidak berniat untuk mengalah. Lee Rang melarang Lee Yeon pergi. Lee Yeon  minta maaf, telah menyelamatkan Lee Rang saat ditinggal ibunya, dengan begitu mereka seharusnya tidak menjadi saudara.

Saat ditinggal dalam hutan, zombie-zombie menyerang dan menggigit Lee Rang. Lee Yeon datang dan menyelamatkannya. Zombie adalah roh jahat yang tidak bisa mati, kesumat orang yang kelaparan seperti tiada akhir. Lee Rang bisa hidup sebagai manusia atau siluman, tapi tidak ada keselamatan bagi mereka yang tak mau berusaha.

Lee Yeon berjaga di depan rumah Ji A. Ji A melihat mugworth pemberian Lee Yeon. Lee Rang menghabiskan alkohol. Semua dengan pikiran dan kesedihan mereka masing-masing.

Jantung penjaga terasa sangat sakit, dengan terengah-engah di meraih ceri lentera dan menghirup asap hitam dari dalamnya. Kesehatannya berangsung-angsur pulih. Ia menawarkan apa Lee Rang mau? Lee Rang menolak, jiwa manusia berbau busuk setiap kali dimakan. Begitu juga dengan kenangan mereka yang menghantui mimpi dan mengacaukan kedamaian,  tapi sepadan dengan tambahan nyawa yang diberikan, ujar si penjaga.

Si penjaga melarang Lee Rang menemui Imoogi. Saat Lee Rang marah dan menarik leher si penjaga, kekuatan Imoogi melepaskan tangan Lee Rang. Imoogi dan Lee Rang saling menyapa.

Bersambung

Komentar aku: first thing first: itu Lee Yeon waktu duduk di dahan bareng A Eum yang bawa panah, kenapa mirip sekali dengan Inusyaha dan Kagome? Lalu, waktu menyelamatkan Lee Rang mirip banget dengan Sesshomaru? Apalagi rambutnya agak pirang, hueeeeee….

Hmm… Kalau Ji A tidak tahu alasan Lee Yeon sebenarnya, apa akan menyelamatkan nyawanya? Sepertinya, Ji A tidak akan ragu menyerahkan nyawanya untuk menggantikan Lee Yeon, seperti yang A Eum lakukan untuk ayahnya. Tapi, bicara takdir itu sulit. Jangankan 10 tahun lagi, esok juga siapa yang tahu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: