Tale of the Nine-Tailed Ep. 06.2

Branding di dahi menandakan orang itu ada sebelum era Joseon berdiri. Beruang Bulan berkata orang itu mungkin berada dekat Ji A. Karena target kecelakaan bukan orang tua, tapi Ji A sendiri.

Beruang Bulan memperingatkan Lee Yeon untuk tidak berdekatan dengan Ji A. Seseorang memberi tahu Beruang Bulan kalau Ji A memiliki tanda sisik ular, jiwa si ‘Raja’ masih ada dalam tubuh Ji A. Peringatan itu membuat Lee Yeon teringat insiden di hutan di pulau EoHwa.

Imoogi kecil sedang duduk di taman saat seekor burung menabrakkan diri ke jendela dan mati. Ia mengerahkan tenaga dalamnya, dan burung itu hidup lagi. Imoogi kecil tersenyum.

Lee Yeon mengambil kuas dan menuliskan kata ‘Cari’ di sneakers yang ia pakai. Kalau sneakers ini dipakai Lee Rang, ia akan menunjukkan jalan ke pria berbranding ‘Seogyeong’.

Kedua siluman rubah dan Ji A bertemu di tempat peramal. Lee Rang menyuruh peramal meneliti Lee Yeon, ‘sesuatu’ yang paling berharga untuknya. Intinya, Lee Rang menjual Lee Yeon untuk membayar ‘Alis sang Harimau’ milik si peramal.

Si peramal mengetuk lengan Lee Yeon, merubahnya menjadi asap dan dimasukkan ke kantong Doraemonnya.

Ji A terbelalak. Lee Rang sudah pergi dengan mengenakan sepatu yang diberi jimat.

Ji A menahan si peramal, ia berkata ia akan memberikan yang paling berharga bagi dirinya untuk membeli Lee Yeon.

Si peramal memberi Ji A waktu sampai jam 9 malam. Kalau Ji A tidak kembali, perjanjian mereka batal. Pintu desa budaya tertutup rapat saat waktu mendekati jam 9 malam. Tiba-tiba Beruang Bulan membukakannya untuk Ji A. Ji A sangat berterima kasih.

Ji A memberikan mainan anak yang patah, hadiah ulang tahun terakhir dari orang tuanya. 21 tahun yang lalu, mereka meninggalkannya dan mainan itu yang membuat Ji A bertahan, mengetahui orang tuanya mungkin masih ada.

Lee Rang heran kenapa malam-malam ia pergi ke rumah penjaga. Dan dari sepatunya, kata ‘Cari’ menguap.

Peramal mengatakan mainan itu tidak cukup dan minta Ji A memberikan ‘Manik sang Rubah’, yang melindungi Ji A meski takdir hidupnya gelap. Manik itu adalah bulan yang menerangi Ji A.

Garis tangan Ji A berubah. Imoogi, yang memainkan catur di kamarnya tersenyum. Manik sang Rubah telah hilang dari tubuh Ji A.

Ji A memilih tidak mengikuti Lee Rang, meski tahu Lee Rang akan menunjukkan jalan pada pria ‘Seogyeong’. Ia memilih Lee Yeon, karena yakin Lee Yeon bisa dipercaya, dan akan memberi Ji A akhir yang bahagia.

Dulu Ji A sebal karena orang tuanya meninggalkannya. Tapi, sekarang saat ia tahu, dialah yang menyebabkan kecelakaan itu, ia ingin makan kaki ayam pedas. Jadi, saat ia menangis, ia tidak tahu itu menangisi hidupnya atau kaki ayam pedas?

Detik berikutnya, Lee Yeon menangis tersedu-sedu. Ada debu di matanya.

Imoogi berdiri di depan jendela kamarnya. Taluipa bisa merasakan keberadaannya.

Lee Yeon menghapus airmata dari muka Ji A. Ji A tidak ingin mempunyai pelindung, karena itu akan membuatnya lemah dan ingin bergantung. Kalau demikian, Lee Yeon lah yang berjanji Ji A akan bertemu dengan orang tuanya. Dan saat itu, Ji A akan melupakan keberadaan Lee Yeon dan dunianya.

Taluipa kaget saat Lee Yeon tiba-tiba muncul di belakangnya. Lee Yeon tahu kalau Imoogi masih hidup, begitu pula Taluipa.

Ji A dipanggil oleh Imoogi. Lee Yeon berteriak minta diberi tahu di mana Imoogi. Apa yang dibangkitkan dari sumur pergi bersembunyi. Tetapi, bagian dari dirinya telah menunjukkan diri.

Sisik-sisik ular menyembul dari leher Ji A.

Bersambung

Komentar aku: untung lihat drama ini pagi. Kalau malam pasti nightmare, aku takut sekali pada ular. Desisan lidah bercabang, gerakan merayap tanpa suara, haigh… Meski tidak beracun, dan mereka juga sama takutnya terhadap aku. Padahal pernah dikalungkan ular piton di leher, syukur tidak pingsan.

Ketawa ngakak saat lihat muka Lee Yeon menangisi ceker ayam pedas dengan seriusnya. Muka Ji A juga mendukung, muka heran. Itu waktu shooting berapa kali take ya? Ketawa melulu soalnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: