Tale of the Nine-Tailed Ep. 05.1

Episode 5: Aku pun Menunggu Mu

JI A mengobati luka-luka Lee Yeon. Sambil mengobati, ia terus bercerita. Saat berusia 9 tahun, ia dimasukkan ke RSJ. Ia melihat si dokter mencuri obat. Fakta itu digunakan Ji A untuk mendapatkan izin pulang.

Sesampainya di rumah, ada dua kunang-kunang yang menemaninya, membuatnya tidak kesepian. Ji A tidak tahu, kalau waktu itu Lee Yeon menjaganya. Sekarang, giliran Ji A yang menemani Lee Yeon.

Imoogi, sekarang berusia sekitar 5-6 tahun, belajar abstract algebra di ruangan yang penuh ditempeli jimat.

Shin Ju merangsek masuk, berteriak dan memeluk Lee Yeon. Shin Ju memperkenalkan diri sebagai pengikut sejati Lee Yeon. Sekarang, ia adalah dokter, bodyguard, dan pengurus rumah tangga Lee Yeon.

Lee Rang belanja jam mewah. Ia bertaruh dengan karyawan toko, mana yang akan karyawan itu pilih? Jam murah peninggalan ayah si karyawan atau jam mewah milik Lee Rang?  Keluarga, atau…

Shin Ju minta Ji A merawat Lee Yeon dengan baik, tidak memberikan es krim sebelum dia menghabiskan bubur dan memberinya tiga bebek kalau Lee Yeon mau mandi.

Lee Rang melempar arloji dari mobil, sekarang si karyawan tidak punya yang berharga baginya, sama seperti Lee Rang.

Lee Yeon berbagi es krim dengan Ji A. Ia bercerita tentang cinta pertamanya, A Eum, yang memperlakukannya seperti seekor anjing. A Eum keras kepala dan tahu apa yang ia mau. A Eum memilih belajar memanah, karena ia ingin membunuh ayahnya, raja negeri ini.

Ayah A Eum adalah ‘ayah’, tapi bukan ‘ayah’. Ia adalah Imoogi yang turun ke dunia dan menyengsarakan rakyat negeri.

Seorang wanita datang untuk menjadi pengasuh. Penjaga berkata kalau sekarang waktu makan si anak dan menyuruh wanita itu pergi ke kamar di lantai dua.  Imoogi memegang tangan wanita itu yang dengan cepat menyusut menjadi tulang.

Tiga orang pemain baseball menyiksa seekor anjing. Membuat Lee Rang mengamuk.

Lee Yeon sudah sembuh, ia diajak Ji A pergi ke rumah pemakaman. Lee Yeon memanggil arwah kedua bersaudari yang meneror Ji A. Kakak-adik Seo adalah korban yang jatuh dari apartemen, ayah mereka tidak pulang selama tiga hari berturut-turut.

Lee Rang membawa ketiga penyiksa binatang ke tempat penghancuran mobil. Ia memberi kesempatan mereka memilih kartu, dengan kemungkinan 50%-50%.

Bersambung

Komentar aku: Oooo… putri raja yang hendak membunuh monster yang mengambil badan ayahnya, tapi ia sendiri dimasuki oleh monster itu. Haa… terakhir kali aku menonton, itu adalah cerita drama Tiongkok. Tidak berakhir bagus… Oey! Jangan di-jinx.

Kudos untuk Lee Rang. Penyiksa binatang tidak pernah memperlakukan binatang, dan termasuk manusia juga, – apalagi kalau dianggap tidak setara kedudukan/status dengan mereka -, dengan baik. Hmm… dijadikan sampah ya, literary & figuratively.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: