18 Again Ep. 08.2

Il Kwon menyebutkan nama-nama mereka yang masuk team, Ja Sung, Shi Woo dan Woo Young, semua masuk dalam team basket SMA Serim. Kepala sekolah setuju dengan keputusan Il Kwon dan menepuk bahu Il Kwon.

Da Jung mengirim pesan pada orang tua murid mengenai suap yang diminta Il Kwon dan mengajak bertemu. Yang hadir hanya Woo Young, mewakili ayahnya yang sibuk bekerja.

Woo Young menyuruh Da Jung menunggu, membelikan obat pencernaan dan memijat telapak tangan Da Jung. Membuat Da Jung teringat perlakuan Dae Young kalau ia sedang stress. Di rumah In Ja juga mengingatkan, ia akan selalu ada untuk Da Jung.

Woo Young berkunjung ke makam ibunya. Joo Man minum-minum dan menjadi abusive setelah mengetahui istrinya terkena kanker. Ibunya memeluk Dae Young dan berkata ia sangat mencintainya, sebelum Dae Young pergi bertanding. Saat memenangkan pertandingan, ibunya meninggal.

Dae Young ingat, ia pergi dari rumah karena menganggap Joo Man tidak berbuat apa-apa selain minum-minum, menyembunyikan penyakit ibunya dari Dae Young, bahkan menyuruh Da Jung melakukan aborsi.

Dae Young bertemu Joo Man yang juga datang ke pemakaman. Joo Man mengakui ia salah tidak memberi kesempatan pada Dae Young untuk berpamitan dengan baik pada ibunya.

Dae Young melihat Joo Man duduk di kursi senior. Ia tidak ingin tumbuh menjadi ayahnya. Tapi, kenyataan berbicara lain. Shi Woo pernah berkata ia sudah terbiasa dikecewakan ayahnya yang mementingkan diri sendiri. Dae Young perlahan berubah menjadi Joo Man, di mana alkohol menjadi pelarian.

Setiap kali dunia menekannya, setiap kali itu pula ia berteriak pada kedua anaknya. Makin lama, jarak antar mereka menjadi semakin jauh. Dae Young tidak bisa menahan tangis.

Dae Young mengundang Joo Man datang menonton, ia dan Shi Woo akan bermain. Joo Man berjanji akan datang.

Il Kwon membuat keputusan baru Ia mendudukkan Shi Woo dan Woo Young di bangku cadangan. Kepala sekolah melihat itu dan mengatakan kalau mereka kalah, ia akan mengganti pelatih, segera!

Di babak kedua, Il Kwon terpaksa memasukkan Woo Young dan Shi Woo.

Joo Man memperhatikan Woo Young, dan merasa seolah ia menonton Dae Young bersama istrinya. Di detik terakhir, SMA Serim menang 1 angka. Hasil bidikan Woo Young. Shi Woo berlari memeluk Woo Young, mengingatkan Woo Young akan Shi Woo kecil yang memeluknya.

Woo Young mengirimkan bahasa isyarat pada Joo Man. Membuat Joo Man menangis. ‘Aku sayang padamu, yah’. Mereka berpelukan di luar arena.

Epilogue… Da Jung berjalan menuju arena. Ia teringat saat Dae Young berlari mengejarnya dan berkata kalau Da Jung adalah pilihan masa depan Dae Young. Ia menangis terkenang saat itu.

Di depan arena, Woo Young berjalan menghampiri Da Jung.

Bersambung

Komentar aku: nyaris menangis. Ha! Waktunya memaafkan… Kenapa, ya, ungkapan dunia selalu berputar cocok juga menjadi peribahasa yang menunjukkan kalau sejarah sering berulang lagi. Huhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: