Tale of the Nine-Tailed Ep. 03.2

Shin Ju memergoki Yu Ri mencoba masuk ruang staff. Yu Ri tidak suka dianggap mengambil jiwa manusia, ia mendapatkan segalanya karena ia baik dan berbahaya. Yu Ri menodongkan pistolnya dan menarik lepas kalung Shin Ju.

Shin Ju memberi tahu itu pada Lee Yeon. Tanpa kalung itu, Shin Ju tidak mengerti bahasa hewan.

Pendeta wanita sedang melakukan ritual di depan laut. Lee Yeon melihat batang pohon pinus patah dan mengobatinya. Ia merasakan angin laut dan tahu akan ada yang datang.

Jae Hwan memberi tahu hasil penyelidikan di perpustakaan. Peristiwa pulau Eohwa terjadi sejak tahun 1954. Ji A menemukan kesamaan, semua terjadi tanggal 15 Juli berdasarkan penanggalan bulan. Hari ini adalah tanggal 15 Juli.

Tiba-tiba nelayan ketiga berlari ke arah ji A. Ia berlari ketakutan dan menyerang Ji A dengan palu. Lee Yeon menahan pukulan berikutnya dan si nelayan berbalik, terus berlari.

Luka di pundak Ji A membara dan mengeluarkan pola sisik. Ia mencekik leher Lee Yeon, bertanya kenapa Lee Yeon membunuhnya? Ji A berkata seharusnya Lee Yeon tidak menahannya melewati sungai Samdo.

Tiba-tiba Ji A melepaskan cekikannya dan bertanya apa yang Lee Yeon lakukan? Sisiknya menghilang. Lee Rang datang, mencoba menangkap Ji A. Lee Rang menyalahkan Lee Yeon yang membunuh orang tuanya. Mereka berdua berkelahi habis-habisan.

Ji A masuk makin ke dalam hutan, dan menemui rumah tua. Pendeta wanita menyamar menjadi wanita desa mengatakan ia tahu tentang orang tua Ji A dan menyuruhnya meminum teh yang ia sajikan.

Ia berkata bayi di kandungan itu terlilit tali pusar. Jadi orang tuanya berdoa pada Dewa Naga yang selalu memberi kebaikan. Penduduk pulau memuja Dewa Naga. Upacara dilakukan saat Festival Hantu, tanggal 15 Juli.

Ji A tahu kalau wanita itu adalah si pendeta. Pendeta itu berkata Ji A tidak akan bisa meninggalkan pulau. Bukan teh yang ia racuni, tapi dupa yang ia bakar yang mengandung obat. Bayangan di kaca menunjukkan sosok wanita tua.

Lee Rang tahu kalau pendeta wanita sudah berhasil menangkap Ji A, jadi ia berhenti berkelahi.  Ji A akan dikorbankan dalam ritual ‘Dewa Naga’ di hari ini.

Pendeta wanita memulai ritual itu dan mulai mengasah pisau. Ia berkata, Ji A sama dengan ibunya, datang dengan sukarela ke pulau ini. Ji A sudah mempermainkan ibunya sejak dalam kandungan.

Lee Yeon memanggil roh-roh di pulau EoHwa, minta bantuan menunjukkan jalan menemukan Ji A. Mereka datang.

Semua korban adalah persembahan si pendeta wanita. Lee Yeon bertanya siapa yang memberi wanita itu kemudaan, siapa yang ia layani? Tapi, si pendeta telah menabur pembatas spiritual, sehingga Lee Yeon tidak bisa lewat.

Ji A berusaha melawan mati-matian sampai tangannya terluka dan dilempar ke dalam sumur. Lee Yeon mengeluarkan kesembilan ekornya, hujan pun turun menghapus pembatas. Lee Yeon memanggil petir yang menyambar mengenai si pendeta wanita.

Taluipa tersentak, Lee Yeon mengambil nyawa manusia. Sementara, Lee Rang menatap hujan dan tersenyum sinis. Lee Yeon mengobati luka di tangan Ji A dan menggendongnya kembali ke rumah Kyung Hee.

Ji A mengajak Lee Yeon minum dan bertanya kenapa Lee Yeon menyelamatkannya lagi? Ji A berterima kasih dan berjanji akan membalas kebaikan budi Lee Yeon. Membuat Lee Yeon teringat A Eum.

Penduduk desa bergerak menghampiri sumur dan menatap ke dalamnya. Tampak Lee Rang memberikan seorang bayi di tepi laut kepada seorang lelaki.

Lee Yeon memperingatkan Kyung Hee untuk tidak membalas dendam, kali ini bersyukur hanya sebelah kakinya yang ‘diambil’. Karma bisa sangat menyengat. Tiba-tiba Ji A datang dan memberi tahu seluruh penduduk pulau menghilang.

Lee Yeon dan Ji A berdiri di depan dermaga, saling menatap. Rumah-rumah ditinggalkan begitu saja, kosong.

Bersambung

Komentar aku: Ha… Jadi, berapa ‘dosa’ Lee Yeon pada Lee Rang? Menterlantarkan, melukai, mengkhianati, membunuh orang tua (orang tua mereka berdua) dan? Err… Itu dari ‘sisi’ Lee Rang ya? Penjelasan dari sisi Lee Yeon?

Lee Yeon tahu ia akan dihukum, meski nyawa manusia yang ia ambil bisa dibilang ‘jahat’. Kalau pendeta wanita itu membunuh manusia agar mendapatkan keawet mudaan, kenapa siluman rubah tidak boleh menghukumnya?

Bayi yang diberikan oleh Lee Rang itu titisan Imoogi dari nyawa seluruh penduduk desa? Ha… seram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: