18 Again Ep. 02.2

Guru Il Kwon bertemu dengan Da Jung dan Deok Jin, Deok Jin langsung pergi. Il Kwon tahu, apa yang dulu ia lakukan pada Deok Jin salah.

Saat pulang sekolah, Woo Young kembali memarahi Shi A yang bekerja di minimarket. Kalau murid perlu uang, seharusnya mereka bilang pada orang tua mereka. Shi A malas menjelaskan dan pergi. Ji Ho tahu kenapa Shi A bekerja, tapi bukan haknya untuk memberi tahu itu pada Woo Young.

Woo Young mengikuti Shi Woo, yang pergi bermain basket sepulang sekolah. Ia lalu menelponnya. Tapi, semua yang Woo Young tahu, dibantah oleh Shi Woo, termasuk kalau ia tidak tertarik bermain basket. Woo Young lalu bergabung dengan Shi Woo.

Saat Da Jung bertanya kenapa Shi A merokok, Shi A dengan ketus berkata kalau Da Jung tidak usah khawatir, Shi A tidak akan hidup seperti ibunya. Tapi, saat Da Jung bertanya menurut Shi A kenapa ia hidup seperti ini, Shi A berteriak kalau ia tidak minta dilahirkan.

Da Jung menyesal ia dulu membelikan rokok elektrik itu untuk Dae Young, seharusnya ia buang saja.

Woo Young mengantar Shi Woo dan mengajaknya menjadi partner berlatih basket. Mereka bertemu Da Jung yang hendak membuang sampah dan kena marah lagi oleh Woo Young, saat ia lihat Da Jung memegang rokok elektrik.

Woo Young melampiaskan kekesalannya pada Deok Jin, ia sedih melihat apa yang terjadi dengan keluarganya, tapi tidak bisa memberi tahu kalau ia adalah Dae Young. Ia sadar, saat masih menjadi Dae Young, ia tidak tahu apa-apa tentang kehidupan anak kembarnya.

Da Jung melampiaskan kesedihannya pada Ae Rin, putrinya merokok. Ia mencoba yang terbaik 18 tahun ini, tapi tetap tidak mudah menjadi ibu, dulu atau pun sekarang. Apalagi sekarang ia memutuskan bercerai. Mendengar kata bercerai, Il Kwon, yang membantu kakaknya di bar itu, langsung menawarkan diri mengantar mereka pulang.

Da Jung mencoba resep Ae Rin, berjalan 10 langkah sambil menutup mata dan saat membuka matanya, kencani pria pertama yang ia lihat. Saat Da Jung membuka mata, ia ada dalam pelukan Woo Young yang menyelamatkannya dari mobil yang berlari kencang. Seperti 18 tahun yang lalu…

Saat Il Kwon datang dengan mobilnya, Woo Young memaksa ikut, minta diantar. Il Kwon dan Ae Rin kaget saat tahu Woo Young adalah putra Deok Jin. Hanya Ae Rin yang merasa Woo Young tidak mirip dengan Dae Young, Woo Young jauh lebih tampan.

Da Jung tahu kalau Woo Young juga habis minum. Ia memberi nasehat kalau Woo Young ingin sehebat Dae Yong, Woo Young sebaiknya tidak minum atau merokok dan menghabiskan waktu luang untuk berlatih basket sebaik mungkin.  Rawatlah dirimu sebaik mungkin.

Woo Young memperhatikan Da Jung dari dalam taksinya. Ia tahu dari Deok Jin, kalau rokok elektrik itu untuknya, Da Jong tidak pernah merokok. Kalau ada yang berhenti merokok, itu hanya dirinya.

Woo Young melaksanakan nasihat Da Jung. Ia bangun pagi dan mulai berolah raga, begitu pula Da Jung. Da Jung mulai memikirkan tentang Woo Young dan semua kemiripannya dengan Dae Young. Ia mengambil foto Dae Young muda.

Da Jung berlari ke rumah Deok Jin, berdiri di depan Woo Young dan berkata, ‘Kau… Hong Dae Young?’

Epilogue: 5 bulan yang lalu… seseorang mengambil foto-foto Dae Young, yang keluar dari minimarket dan bertemu Shi A, yang melihat ayahnya membeli minuman keras, lagi. Lalu, ia juga mengambil foto-foto  Woo Young, yang pergi dari minimarket tempat Shi A bekerja.

Bersambung

Komentar aku: aaaa… orang tua vs remaja. Sejarah akan selalu berulang kalau soal perbedaan pendapat antara orang tua vs remaja. Wartawan tahu tentang perubahan fisik Dae Young/Woo Young? Jangan-jangan polisi waktu seperti ‘Alice’, minus drone, kekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: