18 Again Ep. 02.1

Prologue: Musim Semi 2002… Saat para murid berpesta di jalan, Da Jung ditegur pemilik rumah yang minta uang sewa. Sementara, majikan Dae Young menolak memberikan gaji lebih awal.

Saat muda-mudi berusia 20 tahunan mulai menapaki mimpi mereka, Da Jung – Dae Yong musti berhenti bermimpi demi menghidupi putra-putri mereka.

Voice over… Dulu, ada remaja putri yang bersinar gemilang. Saat beban terasa berat, aku mengingat kutipan kesukaannya, ‘Tidak peduli seberapa berat hidup berjalan, jangan pernah menyesali apa pun yang membuatmu tersenyum.’

Episode 2: Tentang Hal-hal yang Membuat mu Tersenyum

Dalam test kali ini, para pelamar announcer JBC diminta menyampaikan ‘breaking news’ yang memotong acara berita. Da Jung melewatinya dengan lancar dan mendapat pujian dari para juri.

Woo Young dibawa ke dak atap sekolah oleh Shi A, ia mengancam Woo Young untuk tidak berurusan dengannya. Woo Young menegur Shi A yang diam saat Shi Woo di-bully. Shi A tahu, tapi mereka tidak mengatakan hal seperti itu pada orang tua mereka. Woo Young membatin, Shi A telah jauh berubah.

Shi Woo menolak menjawab alasan ia di-bully. Ja Sung cs masuk cafetaria, dan memukul kepala Shi Woo dengan bola basket. Woo Young berusaha membela dan menahan lemparan bola basket, lalu berpura-pura melempar balik ke arah Ja Sung.

Woo Young berkata, biasanya anak yang mem-bully itu cari perhatian. Lalu ia menyuruh Ja Sung meminta maaf pada Shi Woo. Saat Ja Sung hendak memukulnya, pak guru datang.

Peristiwa yang sama terulang lagi. Dulu, Dae Young membela Deok Jin yang di-bully dan diperas oleh teman-teman mereka.

Tak disangka, saat Woo Young pergi ke tempat murid biasa merokok, ia memergoki Shi A yang menghisap rokok digital. Shi A berlari sekencang mungkin, dan justru Woo Young yang dipergoki pak guru Il Kwon.

Di ruang guru, Woo Young – Shi A ditegur dan diberi nasihat, dan karena Woo Young menahan tangan pak guru agar tidak memukul kepala Shi A, orang tua mereka dipanggil menghadap.

Woo Young menyembunyikan muka saat Da Jung datang. Tapi, ia langsung berdiri dan berteriak, saat Shi A berkata rokok elektrik itu milik ibunya. Bagaimana mungkin ibu dan putri sama-sama merokok?

Da Jung terpana melihat wajah dan postur Woo Young. Ia berjalan perlahan mendekati dan mulai meraba muka Woo Young. Membuat bu guru Hye In dan Shi A terbelalak! Bu guru Hye In memisahkan mereka. Zaman sekarang, perbuatan seperti itu bisa jadi masalah.

Da Jung yakin ia melihat Dae Young muda di hadapannya. Untung Deok Jin datang. Deok Jin memberi tahu Da Jung, kalau Woo Young adalah putranya.

Bersambung

Komentar aku: kekekeke… itu adegan Da Jung meraba wajah Woo Young dan ekspresi mereka. Ha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: