18 Again Ep. 01.2

Dae Young pergi ke minimarket, saat akan membayar ia kaget mendapati Shi A adalah kasir di situ. Ia mulai memarahi Shi A. Dae Young berteriak sekuat tenaga saat melihat bayangan mukanya di pintu kaca. Itu kenapa Shi A tidak mengenalinya.

Dae Young berlari ke rumah Deok Jin. Deok Jin mulai menembak, karena ia tidak mengenali Dae Young. Deok Jin mengambil palu Thor dan Dae Young menggunakan perisai Captain America. Deok Jin baru berhenti saat Dae Young jatuh dan membandingkan foto Dae Young muda.

Dae Young dan Deok Jin pergi ke SMA Serim. Dae Young menceritakan apa yang ia lakukan semalam dan tiba-tiba listrik padam. Itu saja yang ia tahu. Deok Jin bertanya, sekarang, apa mimpi yang ingin ia raih? Ia ingin menjadi ayahnya.

Deok Jin mendandani Dae Young. Da Jung terus menunggu dan menelpon Dae Young di kantor pengadilan. Dae Young menjawab text, beralasan ia pergi ke luar kota.  Sebelum Da Jung marah, ia menerima text undangan interview di kantor JBC.

Deok Jin dan Dae Young bersembunyi dekat rumah Da Jung. Ia pulang sambil menelpon dan terlihat gembira. Membuat Deok Jin menyangka Da Jung punya affair. Padahal di dalam, Da Jung berubah sedih. Ia harus berhasil dalam interview ini, sekarang ia satu-satunya pencari uang.

Hye In, guru SMA Serim, membuat Deok Jin teringat cinta pertamanya dan membuatnya tidak fokus. Ia memperkenalkan Woo Young sebagai putranya yang ikut home schooling. Woo Young berkata, ia ingin mengalami hal-hal yang biasa dialami pemuda seumurannya, yang tidak pernah ia tahu.

Da Jung dan Shi Woo pergi bersama dengan bis. Dalam bis, ada pria yang tidak mau memberi tempat duduk khusus untuk wanita hamil. Woo Young membela wanita itu. Da Jung kagum dengan pelajar itu. Tapi ia hanya melihat sosok Woo Young dari belakang.

Hye In memperkenalkan Woo Young pada kelas, yang juga adalah kelas Shi A. Shi A kaget melihat pemuda yang marah-marah tak karuan di minimarket menjadi teman sekelas.

Saat menerima telpon Da Jung, Woo Young bersikeras kalau ia sibuk dan pergi tugas dinas ke Busan. Ia tidak mau kehilangan hak asuh anak, Da Jung berkata, kenapa baru sekarang Dae Young peduli?

Woo Young pergi ke kamar kecil, membebaskan Shi Woo yang dipermainkan anak-anak dan dikurung di cubicle toilet. Shi Woo tidak mau memberi tahu siapa pelakunya, ia tak mau Woo Young jadi target juga.

Woo Young mengejar Shi Woo ke cafetaria, Shi Woo duduk seorang diri. Ja Sung dan gerombolannya menghampiri mereka, ia mulai menekan Shi Woo. Woo Young berteriak menyuruh Ja Sung berbalik. Dengan mudah ia menangkap bola yang dilemparkan Ja Sung.

Seluruh cafetaria, termasuk Shi Ah memperhatikannya. Ia berpura-pura melempar bola ke arah Ja Sung, membuat Ja Sung merunduk. Woo Young berkata kalau Ja Sung perlu pendidikan tegas.

Epilogue… Musim Gugur 2001. Ibu Da Jung memarahi Da Jung saat ia menolak aborsi. Ayah Dae Young pun memarahi Dae Young yang dianggap merusak masa depan Da Jung. Dae Young mengajak bertemu Da Jung, menyarankan aborsi, tapi Da Jung tetap menolak.

Ia berlari ke RS saat Da Jung memberi tahu dokter tidak bisa mendengar detak jantung bayi mereka. Ia menggengam tangan Da Jung dan menangis meminta maaf pada bayi di kandungan. Tiba-tiba detak bayi mereka terdengar lagi, seolah mendengar permohonan maaf ayah mereka.

Bersambung

Komentar aku: haaa… tema yang cukup berat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: