18 Again Ep. 01.1

Prologue… Dae Young, pemain utama bola basket SMA Serim, diingatkan guru olahraga untuk bermain sebaik mungkin. Pencari bakat, termasuk dari universitas Hankuk, sedang memperhatikan mereka. Tapi, permainan Dae Young buruk, ia tidak fokus sama sekali.

Beberapa menit sebelum pertandingan, Da Jung menemui Dae Young. Dae Young lunglai mendengar cerita Da Jung. Di tengah pertandingan, ia berlari mengejar Da Jung. Ia telah memutuskan, Da Jung dan bayi mereka adalah masa depannya.

Episode 1: Hidup terus Bergulir

18 tahun kemudian… Dae Young tidur di rumah Deok Jin, setelah bertengkar hebat dengan Da Jung. Ia tidak mengerti kenapa Da Jung minta cerai.

Da Jung juga curhat pada teman baiknya, Ae Rin. Ia tidak yakin bisa menahan diri kalau terus hidup bersama Dae Yong. Berapa malam lalu saja, ia nyaris membekap Dae Young dengan bantal.

JBC mencari announcer baru, tanpa mempedulikan latar belakang pendidikan dan umur. Dae Young dan Jae Hwan tahu, tanpa pendidikan formal, mereka sulit dapat promosi dan kenaikan gaji. Ae Rin tahu kalau Da Jung melamar posisi itu. Da Jung sadar, umurnya yang sudah 38, akan menjadi sandungan.

Hari Dae Young benar-benar buruk. Para klien mengeluh, mengancam memberikan rating rendah, menyuruhnya membuangkan sampah mereka. Kecuali klien terakhirnya, yang senang Dae Young bisa memperbaiki TV/radio tuanya. Ia memberikan teh saat Dae Young berharap ia bisa memperbaiki hidupnya.

Dae Young mengajak si kembar makan. Ia terus menerus menasehati mereka, bahkan teman Shi A pun ia nasehati. Shi A memilih pergi dengan temannya, setelah menerima uang. Sementara, Shi Woo tidak banyak bicara. Tapi ia menegur ayahnya untuk bersikap lebih baik pada ibunya.

PD memecat Da Jung selesai menyelesaikan acara broadcast dance. Pengganti Da Jung jauh lebih muda, PD tidak ingin seorang ibu rumah tangga menjadi bintang acaranya. Da Jung tidak percaya, pasti alasannya karena ia membela staff yang dipeluk paksa oleh si PD.

Dae Young menjadi pegawai teladan bulan ini. Tapi, Dae Young tidak mendapat promosi, bahkan disuruh pindah ke cabang Busan. Kepala departemen baru adalah keponakan manager cabang.

Dae Young tidak terima, ia telah bekerja keras selama 10 tahun ini. Bos menyalahkan Dae Young yang hanya sekolah sampai SMA dan memilih membesarkan bayi. Bos terus menghinanya, sampai Dae Young tidak tahan, menjedutkan kepalanya ke jidat bos dan keluar dari perusahaan.

Dae Young bertemu Da Jung, memohon, karena ia tidak ingin bercerai. Da Jung masuk rumah, melihat foto-foto keluarga, membuatnya teringat semua kenangan mereka bersama. Tapi, saat Da Jung keluar rumah, Dae Young sudah pergi.

Dae Young pergi ke sekolahnya dulu, melihat piala dan penghargaan yang pernah ia terima. Ia masuk ke lapangan basket dan mulai melemparkan bola ke dalam ring. Ia mengambil bola terakhir, dan mengucapkan doa, kalau ia berhasil memasukkan bola itu, tolong kabulkan harapannya. Petir menyambar di luar dan lampu mati.

Bersambung

Komentar aku: hidup terus berjalan. Aaaa… sulit ya, ketika seseorang mencoba memutuskan apa yang terbaik saat itu, menjadi pemutus mimpi dan sandungan di masa depan.

Kim Ha Neul menari Jennie’s ‘Solo‘ yay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: