Missing: The Other Side Ep. 02.1

Prologue: Saat tulang belulang Byeong Eun ditemukan petugas pembuat jalan, ia menghilang di depan mata Kim Wook. Semua rentetan peristiwa dan ucapan para penghuni desa mulai bertautan.  Meski demikian, otak Kim Wook masih menolak semua itu.

Hyun Mi memarahi Kim Wook yang membuat onar. Pan Seok kena marah juga karena membela Kim Wook. Setiap kematian mempunyai cerita sendiri, jadi jangan berprasangka yang tidak-tidak.

Il Doo menerangkan kalau penelpon bukan penipu. Luka di pergelangan tangan Ha Neul itu hal yang tidak diberitakan di media, Il Do sendiri baru tahu hari ini dari ibu Ha Neul.

Pan Seok menerangkan desa Duon adalah tempat singgah para arwah orang-orang hilang, sampai jasad atau tulang mereka ditemukan. Hanya Pan Seok dan Kim Wook yang bisa melihat itu semua.

Kim Wook meninggalkan Pan Seok sambil marah-marah. Ia menatap desa di lembah kejauhan, yang mulai menyalakan lampu satu persatu di malam hari.

Joon Ho menangkap manager Myun Jin atas tuduhan pembunuhan Mi Ok. Ia mendapat petunjuk dari copy tanda terima ekspedisi. Saat memeriksa rumah Myun Jin, Joon Ho menemukan beberapa suvenir, dari ikat kepala sampai sepatu wanita. Karena prestasi ini, petinggi menyuruh Joon Ho bergabung dengan satuan tugas orang hilang (satgas orlang).

Wan Sik, pemimpin satgas orlang, memperkenalkan Joon Ho sebagai partner baru Il Doo. Meski Il Doo kesal, tapi ia kagum saat tahu Joon Ho telah menangkap pembunuh Mi Ok. Mereka melihat rekaman CCTV. Joon Ho kaget saat melihat si penelpon.

Kim Wook melapor ke polisi lokal dan dianggap gila. Tidak ada desa di daerah Duon. Il Doo beranggapan sama. Tapi, Kim Wook tidak bergeming dari ceritanya. Akhirnya, mereka memutuskan pergi ke desa Duon. Yang dilihat Il Doo – Joon Ho berbeda dari yang dilihat Kim Wook. Untuk meyakinkan mereka, Kim Wook minta mereka bertanya pada Pan Seok.

Pan Seok minum kopi di café Hawaii. Thomas yakin Kim Wook akan kembali untuk menyelamatkan Ha Neul. Kim Wook mengingatkan Thomas pada Pan Seok saat ia pertama menemui desa ini.

Il Doo menyapa Pan Seok. Pan Seok berkata ia menemukan Kim Wook yang jatuh dari jurang dan tidak sadarkan diri selama dua hari. Pasti kepalanya terbentur keras sehingga Kim Wook jadi agak ‘tidak sehat’. Kim Wook memperburuk kondisinya sendiri dengan mengelus arwah ibu anjing.

Polisi melepaskan Kim Wook karena alibinya kuat. Ia kembali ke toko gadai dan memperingatkan Nam Gook dan Jong Ah untuk berhati-hati. Para gangster mengetahui semua dari ponsel Kim Wook.

Kim Wook tidak bisa tidur, ia ingat Ha Neul dan dirinya sendiri yang juga ditinggal pergi ibunya. Benar saja, para gangster menemukan toko gadai itu. Nam Gook mengajak Kim Wook tidur di rumahnya, Kim Wook menolak.

Nam Gook – Kim Wook berjalan sambil mengenang masa-masa di panti asuhan. Di dekat rumah Nam Gook, Kim Wook melihat kalau para ganster sudah menunggu. Ia menyuruh Nam Gook bersembunyi. Ia sendiri tahu ke mana dia akan pergi.

Kim Wook pergi ke rumah Pan Seok. Ia kesal karena Pan Seok tidak membelanya saat polisi datang. Pan Seok mengingatkan untuk tidak terlibat dalam kehidupan desa Duon. Pan Seok tinggal di situ karena ia yatim piatu dan tidak ada tempat lain baginya. Bagus, kalau begitu, Kim Wook juga akan tinggal di sini.

Bersambung

Komentar aku: meski Joon Ho sarkatis, pengamatannya tajam dan detail. Ha Joon berhasil menampilkan karakter ini dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: