Graceful Friends Ep. 16.2

Rating: M, R-19+

Petugas kremasi memberi tahu det. Tae Wook kalau ia mengkremasi Hae Sook beserta: trophy, ponsel dan sepasang sepatu merah. Ia tahu itu ilegal, tapi ia kasihan pada Hae Sook. Det. Tae Wook ternganga…

Voice over… Sahabatku, kalian adalah wakil hari-hari terbaikku. Satu permintaan terakhirku, tolong kunjungi prof. Koo mewakili diriku meminta maaf.

Keempat sahabat mengunjungi dan berlutut meminta maaf pada Prof. Koo. Ia menepuk pundak mereka satu persatu dan bertanya di mana suaminya? Do Hee memberi tahu kalau kondisi Prof. Koo seperti roller coaster, berganti dari benci lalu rindu, karena kelakuan suaminya.

Mereka juga berkunjung ke makam Hae Sook.

Voice over… Sahabatku, kalian selalu menjadi ksatria bagi diriku. Sekarang, saatnya aku menjadi ksatria untuk kalian. Jangan lagi hidup dalam penderitaan…

Kilas balik… sebelum pertunjukkan group Phoenix terakhir, Hae Sook mengembalikan ponsel pada prof. Han. Prof. Han mencoba memperkosa Hae Sook. Man Shik mengancam akan melaporkan prof. Han. Kecelakaan pun terjadi. Jung Hae melihat Man Shik berlari keluar dari ruang profesor.

Hae Sook masuk panggung dalam kondisi berantakan. Keempat sahabat berlari ke kantor prof Han, melihat jasad prof. Han, dan Goong Cheol menyembunyikan ballpoint Man Shik.

Saat diinterogasi det. Tae Wook, mereka mengaku sedang bersama-sama melakukan persiapan panggung. Di kamar mandi, mereka mendukung Man Shik. Saat Hae Sok digiring ke kantor polisi, mereka hanya terdiam.

Jung Hae akan pergi ke US tapi ia minta ayahnya menyewa pengacara terbaik untuk membela sahabatnya yang ditahan di kantor polisi dengan tuduhan membunuh. Seorang wanita melihat foto-foto Hae Sook dan prof Han, dan menggantung diri.

Anak buah Tae Wook berkomentar kalau Hae Sook melakukan itu semua untuk membayar budi sahabat-sahabatnya. Seluruh barang bukti telah dimusnahkan, artinya satu lagi kasus yang tidak terselesaikan.

Keempat sahabat minum di OW. Choon Bok dan Hyung Woo berbincang tentang pemberian maaf dari prof Ko. Lalu mereka meninggalkan Jae Hoon dan Goong Cheol, agar bisa menyelesaikan perseteruan mereka.

Det. Tae Wook menceritakan itu semua pada Jung Hae, kasus pembunuhan Kang San selesai disitu. Ia bertanya untuk siapa Hae Sook melakukan itu semua? Untuk Jae Hoon, Goong Cheol, atau Jung Hae?

Goong Cheol berkata kalau semua sudah tidak penting lagi, membuat Jae Hoon bertanya apa yang Goong Cheol ingin Jae Hoon lakukan sekarang? Goong Cheol ingin mereka melupakan semuanya, itu pasti adalah keinginan Hae Sook juga.

Perlakuan Jae Hoon membuat Goong Cheol melepaskan semua prinsip hidupnya, membunuhnya juga. Karenanya, mari tidak usah bertemu lagi.

Di RS, Jung Hae memohon agar Goong Cheol melupakan semua yang telah terjadi, mengubur semuanya dan mulai dari awal. Jung Hae tahu semua dari det. Tae Wook. Mari hargai permintaan Hae Sook terakhir, hadiah Hae Sook terakhir. Goong Cheol mengangguk. Kali ini, Goong Cheol memeluk balik Jung Hae.

Sebulan kemudian, Choon Bok dan Hyung Woo menyuruh Goong Cheol mengambil alih bar OW. Goong Cheol mengajak Choon Bok bergabung, kalau begitu lebih baik Hyung Woo bergabung juga.

Mo Ran menemukan Jae Hoon tidak keluar rumah dan terus menerus minum miras. Jae Hoon bertanya kenapa Mo Ran memberi tahu Hae Sook. Hae Sook ingin agar Jae Hoon melepaskan penderitaan yang ditahannya selama ini. Jae Hoon menepis Mo Ran dan melanjutkan minum.

Jung Hae memutuskan rehat selama setahun. Para suster menangis dan berjanji menjaga kantor Jung Hae selama ia tidak ada. Jung Hae melihat semua kartu ucapan yang diberikan Jae Hoon.

Mo Ran pamit, malam ini ia akan pergi ke US. Jae Hoon mohon agar Mo Ran tidak pergi, Mo Ran menolak. Kalau ia tinggal, ia tidak akan pergi. Ia berpesan, kalau Jae Hoon sudah bisa melupakan orang di dalam hatinya, tolong kasih tahu Mo Ran. Meski Jae Hoon hanya tinggal cangkang kosong, Mo Ran akan kembali untuknya.

Saat Gong Cheol mengambil pisau dan perlengkapan masak, ia masuk ke ruang rahasia Jae Hoon. Goong Cheol mengambil trophy yang berlumuran darah dan menaiki pembatas atap apartemen. Ia melihat ke bawah.

Sebelum pergi, Mo Ran membisikkan pada Jae Hoon kalau yang Mo Ran bawa tidak lain hanyalah tas kosong. Jae Hoon berdiri tertegun.

Bersambung

Komentar aku: Mo Ran menggunakan logika dan hati juga. Tahu kapan musti berhenti. Kalau begitu, bagaimana kalau melupakan Jae Hoon? Bukannya nanti kalau kembali pada cangkang Jae Hoon, akan terus bertanya-tanya apa arti dirinya untuk Jae Hoon? But, love is blind… Cinta itu buta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: