Chip In Ep. 07.02

Episode 07.2: Pengakuan Jeong Wook

Mereka sarapan mie instan dalam diam. Seol Young bergabung. Ia menanyakan apa Bit Na tidak merasa bersalah telah menuduhnya? Bukankah ini waktu yang tepat bagi Bit Na untuk mengaku kalau tindak kekerasan terhadap In Ho dilakukan oleh Bit Na, bukan oleh Ji Hye? Yang Seol Young khawatirkan adalah Bit Na menyimpan kecenderungan berbuat kekerasan. Sekarang, siapa yang bisa mempercayai Bit Na?

Hae Joon mendengar Seol Young berbicara via telp dengan Jeong Wook. Ia mengikuti Seol Young ke café. Seol Young membujuk Jeong Wook untuk tidak khawatir karena Hae Joon mempercayainya dan semua akan segera berakhir sesuai rencana mereka.

Hae Joon membongkar kamar Seol Young. Ia menemukan foto-foto Bit Na dan menyerahkannya pada Bit Na. Hae Joon minta Bit Na berhati-hati pada Seol Young yang berkomplot dengan Jeong Wook. Seol Young menyuruh Jeong Wook datang untuk mengaku dialah yang mengambil foto-foto Bit Na.

Ji Hye menunjukkan bukti kalau yang mengambil foto adalah Seol Young, artinya Bit Na tidak bersalah.

Hae Joon menegur Jeong Wook. Apa Jeong Wook pikir Seol Young akan membagi sisa warisan dengan Jeong Wook, kalau Bit Na terbukti bersalah? Seumur hidup Jeong Wook menjadi budak In Ho, sekarang mau diperbudak lagi?

Jeong Wook masuk ke kamar Seol Young, memberi tahu kalau Hae Joon tahu semua. Ia mengancam memberikan buku catatan berisi plot pembunuhan In Ho kalau Seol Young mengkhianatinya. Seol Young tertawa dan menyilahkan Jeong Wook pergi ke polisi, karena ia tahu Jeong Wook tidak akan punya nyali, tidak pernah punya nyali.

Jeong Wook turun dan berkata ini adalah rumahnya, kenapa ia tidak boleh pulang? Betul, ia yang membunuh In Ho. In Ho adalah otak di belakang semua kejahatan yang ia lakukan. In Ho yang menyuruhnya tutup mulut untuk kematian In Gook. Ia yang menyuntik nicotine dan memukul kepala Bit Na.

Jeong Wook merasa tidak hidup sebagai manusia, tetapi budak dan pelayan. In Ho memperlakukannya seperti sampah dan selalu mengancam menggunakan bukti kematian In Gook. Ia mengambil lukisan matahari. Ini adalah karyanya, miliknya! Jeong Wook membawa lukisan itu ke studio dan mengubah warna matahari menjadi merah.

Bit Na berlari menyusul Jeong Wook ke garasi. Bit Na berkata kalau ia selalu mempercayai Jeong Wook bahkan lebih dari ayahnya sendiri. Tapi, kenapa Jeong Wook mencelakainya? Jeong Wook memberikan buku catatan dan flash disk. Itu adalah hadiah terakhir darinya untuk Bit Na.

Bit Na duduk dan mulai membaca buku catatan Jeong Wook.

Alergi cat merah mulai berdampak pada tubuh Jeong Wook, sampai ia tidak bisa lagi bernafas. Hal terakhir yang terlintas di benaknya adalah senyuman In Ho dan Seol Young, saat mereka masih muda dan berteman akrab.

Di  buku catatan, adalah ide In Ho untuk membuat amplop dan surat wasiat palsu untuk mengetahui reaksi anggota keluarganya. Tapi, Seol Young menggantinya dengan yang asli dan memastikan kalau semuanya akan dituduhkan ke Bit Na. Agar ia bisa menguasai harta warisan In Ho.

Seol Young masuk ke kamar In Ho, membawa pembersih udara. In Ho sedang sekarat karena alergi obat tidurnya. Seol Young mengatakan ia telah hidup dalam penderitaan selama 20 tahun ini. Dan sekarang ia ingin bebas. In Ho tidak seharusnya mendekatinya lagi setelah mereka bercerai dan membawanya kembali ke rumah ini. Seol Young mengatakan itu sambil menangis, dan melihat In Ho menghembuskan nafas terakhir.

Bersambung

Komentar aku: Oh, manusia, dengan segala cinta, kecemburuan, sakit hati, keserakahan, kemarahan, putus asa, penyesalan. Akhir hidup yang tragis untuk In Ho dan Jeong Wook. Merinding jadinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: