Chip In Ep. 07.01

Baru saja Jeong Wook memulai wawancara di TV, datang rekaman dan video yang menyatakan bahwa Jeong Wook adalah pembunuh In Gook. Jeong Wook panik dan berlari meninggalkan studio, yang justru mengukuhkan kecurigaan khayalak kalau memang dia bersalah.

Ji Hye matian-matian membela Bit Na, semua orang masuk ke kamar In Ho hari itu. Lalu kenapa Bit Na berbeda? Go Cheol berkata, itu semua karena Bit Na menutup-nutupi dan bersikap tidak bersalah. Semua mata memandang curiga pada Bit Na.

Saat berdua di kamar, Bit Na berkata ia takut dituduh bersalah. Ia datang ke studio dan menunggu. Waktu In Ho tidak datang juga, Bit Na naik ke kamar In Ho. Tapi, In Ho sudah meninggal.

Go Cheol berdebat dengan bu Park. Go Cheol percaya Bit Na bersalah, sedang bu Park membela Bit Na. Keduanya terdiam karena Go Seon berseru dan memperlihatkan rekaman interview Jeong Wook. Tiba-tiba Jeong Wook datang dan berjalan ke kamar Seol Young.

Seol Young marah karena Jeong Wook berusaha menjadi pusat perhatian. Akibatnya, persekutuan dan rencana mereka bisa terbongkar. Ia menyuruh Jeong Wook bersembunyi.

Ji Hye dan Bit Na pergi ke studio, mencoba mengira-ngira siapa yang mengambil dan mengirim foto. Ji Hye menemukan toples cat yang berisi cairan bening di antara warna hijau. Dia membuka dan menciumnya, tak berbau. Gubrak… Ji Hye jatuh pingsan. Bu Park membuka toples yang sama dan juga pingsan. Jeong Wook berjalan melintas.

Saat sadar, Bit Na memberi tahu kalau Ji Hye dan bu Park pingsan karena mencium nikotine. Ji Hye kembali membela Bit Na. Siapa pun, terutama yang mengambil foto Bit Na, bisa menaruh nikotine di jejeran toples cat. Seol Young keluar dari kamar dan mendengar semua keributan itu.

Bu Park mengajak Bit Na ke taman dan berkata kalau ia mempercayai Bit Na. Waktu Hae Joon datang, bu Park mengasihaninya. Bagaimana dia bisa bertahan setelah mengetahui pembunuh ayahnya. Bit Na masuk kamar Hae Joon. Hae Joon minta kalau Bit Na tidak tahu cara menghiburnya, lebih baik jangan.

Go Seon kesal pada Bit Na yang dianggap menyalahgunakan kepercayaannya. Bit Na merasa sedih. Ia pun kesal pada Ji Hye yang dianggap hanya mempercayai Bit Na karena tidak ingin Bit Na kehilangan warisan. Ji Hye kecewa sekali dianggap seperti itu, bahkan oleh putrinya sendiri.

Bu Park melihat Ji Hye menangis dan menghiburnya. Ia berkata kalau ia curiga pada satu hal. Mereka berdua masuk kamar Bit Na mencari sampah kertas dari kamar Seol Young. Bu Park menunjukkan kalau drama yang ditulis Seol Young mirip dengan kejadian yang mereka alami, seorang putri yang meracuni ayahnya.

Ji Hye merangsek ke kamar Seol Young, menuduh Seol Young merencanakan pembunuhan ini dan melemparkan semua bukti untuk menjebak Bit Na. Keduanya saling berteriak bahwa yang satu membuat yang lain hidup menderita. Ji Hye mengakui kalau ia salah, tetapi berusaha bermanis-manis pada In Ho. Karena ia tidak mau Bit Na kehilangan seorang ayah. Ji Hye tahu rasanya ditinggalkan seorang diri. Kalau Seol Young marah, timpakan semuanya pada Ji Hye. Karena kesalahan Bit Na hanyalah ia lahir dari kandungan Ji Hye. Bit Na mendengar semua itu. Mereka menangis berpelukan.

Bersambung

Komentar aku: B.R.A.V.O !!! Whoah! Drama di dalam drama. Kalau ini dijadikan drama panggung, keren sekali… Humor + sisi kemanusiaan + kegelapan hati manusia + misteri. I love it! Juga, waktu Ji Hye dan bu Park sama-sama gubrak… Komedi slaptik yang berhasil dimasukkan dengan mulus ke drama yang penuh tragedi manusia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: