Isekai Izakaya “Nobu” Ep. 03

Kilas balik Shinobu bertemu Nobuyuki di stasiun kereta api. Restoran milik orang tua Shinobu ditutup, Untuk menghidupkan kembali, Shinobi diminta menikahi pria kaya. Shinobi memilih meninggalkan rumah. Sementara, restoran tempat Nobuyuki bekerja melakukan restrukturisasi, Nobuyuki memilih keluar. Nobuyuki mengajak Shinobu pergi ke arah yang sama.

Shinobu melihat kalau kunci pintu terlepas. Shinobu bertanya pada penduduk setempat, apa mungkin ada maling? Kapten Berthold mengutus Nikolaus menyelidikinya bersama Deacon Edwin yang kebetulan berkunjung.

Penyusup ternyata seorang gadis kecil bernama Eva. Eva masuk tertarik pada keran yang mengeluarkan air bersih. Pintu tidak terkunci, jadi setelah Chef Nobuyuki pergi, Eva menyelinap masuk.

Saat Chef Nobuyuki bangun, Shinobu memperkenalkan Eva sebagai tukang cuci baru, detail akan Shinobu jelaskan belakangan. Meski Chef Nobuyuki tidak yakin pernah cari pembantu baru, Chef Nobuyuki mengizinkan Eva membantu di café Nobu.  

Nikolaus mencoba membahas tentang penyusup, tapi Shinobu memberinya toriaezu zama. Hanya seteguk berubah menjadi setengah gelas. Tapi, Deacon Edwin pun sedang menikmati Sake dan Shuto (isi perut ikan yang diasinkan). Nikolaus mengingatkan Beacon agar tidak melupakan tugas mereka.

Eva mengintip dari balik tirai dan meminta maaf. Nikolaus berkata kalau memang Eva pencuri, maka dia akan diadili sesuai hukum oleh penasihat kota. Chef Nobuyuki berkata kalau Eva tidak mengambil apapun. Eva hanya tertarik pada keran. Air bersih adalah kemewahan di Aiteria. Tapi, Nikolaus tidak usah khawatir karena sekarang Eva bekerja di Café Nobu. Dia tidak akan mencuri.

Nikolaus protes karena yang mendapat pujian untuk pembatalan kasus adalah Beacon Edwin. Ia menegur Deacon, bukannya sekarang Deacon hanya boleh makan makanan tak berbumbu sampai masa puasa selesai? Deacon berkata kita tidak boleh menolak makanan yang diberikan Tuhan.

Karena Shotu adalah kudapan yang mencuri sake, artinya kalau makan Shotu akan membuat kita meminum sake lebih banyak, maka Nikolaus memutuskan akan menahan Shotu milik Deacon. Kasus ditutup.

Holger, pengrajin metal, dan Lorentz, pengrajin gelas, selalu bersaing dengan keras. Malam ini mereka mampir ke kedai Nobu. Mereka tak berhenti mengejek. Lorentz memesan Atka Mackarel. Holger memesan Sweetfish yang dipanggang dan diberi garam. Mereka saling membanggakan pesanan mereka, sampai akhirnya setuju untuk bertukar menu dan merasakan pesanan saingannya.

Keduanya menyukai rasa ikan, tetapi mereka lebih menyukai menu kesukaan masing-masing. Agar adil, mereka minta menu yang tidak pernah mereka makan sebelumnya dan segelas toriaezu zama. Kali ini Chef Nobuyuki memasakkan bacon dan croquette. Dan kembali mereka saling bertukar makanan.

Eva menenangkan Shinobu, kedua pria ini tidak akan bertengkar. Mereka mirip seperti adik-adik Eva yang suka saling mengganggu. Untuk makan malam, Chef Nobuyuki memasakkan Omu-Soba (mie goreng dibungkus omelette). Eva juga tidak usah khawatir, Chef Nobuyuki akan memberikan bekal agar adik-adik Eva juga bisa makan.

Lorentz dan Holger minta dibuatkan makanan yang sama sambil terus bersitegang. Eva menegur mereka agar berhenti bertengkar. Mereka semua tertawa. Hans yang baru datang bingung kenapa mereka semua tampak gembira.

Setelah para pelanggan pulang, giliran Chef Nobuyuki dan Shinobu yang menikmati toriaezu zama. Shinobu senang dia mengikuti Chef Nobuyuki waktu bertemu di stasiun kereta. Pilihan yang amat tepat!

Bersambung

Komentar aku: Hua, ikan panggang, bacon tebal, croquette, semua aku sukaaaaa…. Ikan panggang/bakar, kalau ikannya segar, dipanggang di tempat dan dimakan panas-panas itu enak sekali! Dulu sekali di Mall Ambassador ada kedai ikan. Pengunjung boleh pilih dibakar atau di-tim. Selalu penuh. Jam 2 siang sudah tutup, ikannya habis. Hihihi…

Resep untuk dicoba: croquette https://www.justonecookbook.com/korokke-croquette/. Untuk omelette a la Jepang itu sulit bagi aku. Karena kematangan telur harus benar-benar pas. Agar saat dibelah, masih ada bagian yang setengah matang, tetapi tidak cair. Haa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: