Chip In Ep. 06.02

Episode 06.02: Aku adalah Budaknya

Bu Park setuju memberi tahu tentang In Gook Foundation, dengan syarat Ji Hye dan Go Cheol memberikan bagian bu Park, tapi dengan kontrak tertulis kali ini.

Seol Young mengerti sekarang. In Ho menderita insomnia sejak 15 tahun lalu dan membuat kamarnya kedap suara. Meski hal itu menunjukkan kalau nurani In Ho mungkin terusik, Seol Young juga mengerti kalau Hae Joon tidak memaafkan In Ho. Seol Young memberi tahu, In Gook Foundation didirikan untuk membeli lukisan-lukisan In Ho. Say what???

Bu Park menceritakan hal yang sama. In Ho menyuruh Jeong Wook membeli lukisan via In Gook Foundation. Pada saat dia mati nanti, harga lukisan akan melambung tinggi dan posisinya sebagai pelukis ternama akan terpatri selamanya. In Ho ingin menjadi immortal. Jeong Wook sendiri akan tambah kaya $15juta, bayaran yang cukup untuk membantu bunuh diri In Ho.

Go Cheol, Ji Hye dan bu Park membahas bagaimana pelit dan betapa In Ho tidak punya hati. Tentu saja dari versi mereka… Kecuali, bu Park, yang hanya diberi kenaikan gaji sekali selama 20 tahun, sebesar Rp 220rb/bulan. Bu Park bertahan karena dijanjikan dapat warisan.

Ji Hye memperlihatkan bukti lain pada Bit Na. Jeong Wook mengambil warisan yang disembunyikan In Ho di jam dan dipindahkan ke brangkas. Bit Na memperlihatkan video itu ke Hae Joon. Hae Joon memberi tahu kalau ia tidak pernah menjadi kaki tangan In Ho. Hae Joon bertanya, apa mungkin Jeong Wook yang membodohi mereka semua?

Bit Na curiga kalau Jeong Wook dan Seol Young bekerja sama. Jeong Wook menaruh wasiat di brangkas dan Seol Young membuat map.

Seol Young menunjukkan pada Hae Joon satu lukisan yang dilukis bukan oleh In Ho, tapi dipasang di ruang keluarga. Sebagai peringatan agar pelukis asli sadar kalau ia alergi cat lukis. Tapi fakta tersebut tidak pernah tersiar ke publik.

Seol Young memberi tape recorder para polisi. Meski statute of limitation untuk kasus In Gook sudah berakhir, bisa jadi kasus itu ada hubungannya dengan kasus sekarang. Jeong Wook sendiri mengambil salah satu lukisan In Ho dan membawanya pergi dengan mobil.

Seol Young menemui Jeong Wook. Ia mengingatkan agar Jeong Wook bersabar dan bersembunyi, sampai rencana mereka berhasil. Jeong Wook menatap Seol Young yang beranjak pergi dengan tajam.

Bit Na menerima surat berisi foto-foto yang menunjukkan ia ada di depan studio di saat kematian In Ho. Bit Na mengaku kalau ia mendapat pesan dari In Ho menyuruhnya menunggu di studio jam 4 pagi, tapi In Ho tidak pernah datang. Jadi benar, Bit Na yang menyuntik Nikotin ke In Ho?

Sementara Jeong Wook tampil di TV, memberi tahu kalau lukisan-lukisan In Ho itu selama ini dilukis olehnya, bukan karya si pelukis kesayangan masyarakat, Yoo In Ho.

Bersambung

Komentar aku: immortality, keabadian. Jadi bertanya, kalau saja legend vampire itu benar, apa 90% manusia akan memilih menjadi vampire, ya? Kalau darah manusia yang bukan vampire habis, buat darah sintetis… Demi keabadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: