Flower of Evil Ep. 02.02

Hee Sung menunduk dan menyuruh Eun Ha meminta maaf juga. Ji Won kesal karena Hee Sung dianggap tidak memikirkan perasaan Eun Ha. Kekesalan Ji Won tak berlangsung lama, karena Hee Sung terus tersenyum dan membujuknya, juga ada telpon dari koroner tentang perkembangan kasus. Ji Won kembali ke kantor.

Eun Ha marah pada ayahnya, orang yang ia paling cintai, tapi memihak temannya, Soo Young. Hee Sung menjelaskan, terkadang minta maaf itu perlu, agar citra anak teladan melekat pada Eun Ha. Satu saat, kalau ada kejadian lagi, orang tidak akan mencurigai Eun Ha. Soo Young selain citranya jadi buruk juga kehilangan boneka. Hee Sung lihat Soo Young menangis. Sebagai permintaan maaf, Hee Sung memberikan extra tartlet. Eun Ha kembali tersenyum, ayahnya adalah ayah terbaik di dunia.

Tentu saja Eun Ha tidak tahu, kalau tadi Hee Sung yang mengambil dan membuang boneka Soo Young ke tempat sampah.

Det. Choi menangkap Jong Goo atas tuduhan membunuh dengan alasan harta warisan sembari memperlihatkan wasiat yang dibuat Moon Ok. Tetapi, Jong Goo dibebaskan karena tidak ada bukti kuat. Saat Ji Won melihat surat wasiat yang dibuat dengan tanda cap jari berwarna merah, ia teringat ucapan koroner. Ternyata dugaan Ji Won benar. Pembunuh memotong jempol Moon Ok karena bekas lipstik di bawah kuku sulit dihilangkan. Lalu, menutupinya dengan membuat seolah ini copycat. Orang yang mengetahui itu adalah si pekerja sosial, Seo Young. Tinggal motif yang masih menjadi tanda tanya.

Hee Sung menitipkan Eun Ha pada mertuanya, sehingga ia bebas seorang diri di workshop. Ia  meneliti isi tas Moo Jin dan menemukan note janji temu. Ia turun ke basement, mengintimidasi Moo Jin dengan air minum. Moo Jin yang kehausan mengakui kalau hari ini ia akan ketemu pak Nam yang mengaku punya info tentang Hyun Soo.

Ji Won menemui Seo Young, minta agar Seo Young bersedia memberikan sampel DNA. Det. Choi dan Det. Im yang meneliti rekaman CCTV, menemukan kalau baju yang dipakai Seo Young sebelum dan sesudah pergi dipakai berbalik sisi. Det. Choi menelpon Ji Won untuk memberi tahu info itu.

Hee Sung pergi Cheonggyecheon, memperhatikan pak Nam yang duduk menunggu. Dari jauh, ia menelpon pak Nam menggunakan HP Moo Jin. Pak Nam mengaku pernah bekerja dengan Hyun Soo sebagai kurir tahun 2002 – 2005, tapi ia tidak tahu kalau Hyun Soo putra dari Min Seok, kalau tahu, pasti ia laporkan. Juga, Hyun Soo pernah mengancamnya. Pak Nam ketakutan, ia ingin Moo Jin melindunginya.

Balai Kesejahteraan Gangsu memperlakukan donatur seperti dewa. Apapun permintaan Moon Ok harus dipatuhi. Membayangkan harus menaiki ribuan anak tangga untuk sampai ke rumah Moon Ok sampai akhir hayatnya, membuat Seo Young muak. Saat itulah Seo Young membunuh Moon Ok.

Sebulan ini pak Nam menerima telpon setiap jam 4 pagi dari orang yang ia kira adalah Hyun Soo. Pak Nam pernah melukai Hyun Soo untuk mengambil dompet Hyun Soo. Hee Sung berkata untuk melupakan semua itu, Hyun Soo sudah mati. Pak Nam merasa lega, seseorang seperti Hyun Soo mati. Pak Nam memberikan kartu mati untuk dirinya sendiri.

Seo Young menyerang Ji Won dengan pisau lipat. Det. Im menenangkan polisi yang berjaga agar tidak mencampuri. Ji Won membalas dengan beberapa kali tamparan, menyilahkan Seo Young melaporkan perbuatannya. Ia membacakan hak-hak dan memasangkan borgol ditangan Seo Young.

Hee Sung mampir ke apotik Mi Ja, pengunjung memuji Hee Sung. Hee Sung minta obat tidur. Sesosok orang mengenakan jaket hujan pergi ke toko serba ada dan mengambil tali Hound Dog. Ia memasuki restoran milik pak Nam yang sudah tutup dan berlari menghampiri pak Nam. Pisau terhujam berkali-kali ke tubuh pak Nam. Sosok itu lalu pergi ke tempat pertokoan yang terbengkelai. Dia menempel potongan koran tentang berita pembunuh berantai Jeonju di tengah  puluhan potongan berita lainnya.

Air mengalir dari jas hujan yang dipakai Hee Sung saat ia pulang ke rumah, dan Ji Won berdiri, menunggunya.

Bersambung

Komentar aku: pak Nam, itu… Sudah tahu ia yang salah, melukai Hyun Soo. Tapi, tetap saja menyumpahi Hyun Soo. Hmm… berapa orang yang sudah mem-bully/mencelakai Hyun Soo?

Sudut pandang Hee Sung menarik dan mengerikan: apa yang ingin kamu lihat, itu yang aku beri; membuat citra teladan dan pemaaf sehingga tidak seorang pun curiga; dan dukungan alibi dari satu keluarga (termasuk ikut ganti nama dan bersandiwara). Ouch…  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: