Flower of Evil Ep. 02.01

Prologue: Beberapa tahun yang lalu, Hee Sung membeli bir di toko milik Ji Won. Ji Won meminta ID karena tidak yakin Hee Sung sudah cukup umur, juga karena Hee Sung penduduk baru. Hee Sung membenarkan, ia baru pindah. Desa ini tempat yang sunyi, cocok untuk memulai hidup baru.

Ji Won masih terlelap, sementara Hee Sung ada di kamar mandi, mempelajari ekspresi wajah. Hari ini ia belajar bagaimana mengekspresikan kebahagiaan, rahasianya: jangan terlalu dipaksakan. Setelahnya, Hee Sung menyiapkan sarapan. Saat Ji Won terbangun, Hee Sung melakukan apa yang ia pelajari tadi. Apa yang ingin Ji Won lihat, adalah apa yang akan Hee Sung perlihatkan…

Selesai masak, Eun Ha minta dikeringkan rambut karena Ji Won membersihkan workshop. Di basement, Moo Jin terbangun saat jam lemari berdentang 8 kali. Hee Sung buru-buru turun ke workshop dan mengajak Ji Won sarapan. Pecahan cangkir teh yang ditemukan Ji Won itu karena terjatuh saat Hee Sung menjamu teman, teman SMP tepatnya.

Park Seo Young, seorang pekerja sosial, berjalan menuju rumah Jung Moon Ok. Ia berteriak saat menemukan Moon Ok sudah menjadi mayat dengan jempol hilang. Det. Im berkata hal itu mirip pembunuhan di kota Yeonju. Kasus yang dilupakan karena pelaku bunuh diri dan adanya pertandingan World Cup yang lebih menarik. Ahn Jong Goo, putra Moon Ok, memaksa masuk sambil terus berteriak.

Hari ini, Hee Sung menutup workshop dan membuka pintu basement. Hee Sung duduk di depan Moo Jin dan membuka lakban dari mulutnya. Moo Jin seharusnya ingat, kalau 18 tahun lalu, posisi mereka terbalik. Moo Jin dan beberapa temannya mengikat dan menyiksa Hyun Soo karena menganggap Hyun Soo membantu ayahnya melakukan pembunuhan. Hari pembalasan akhirnya datang juga.

Hee Sung mengambil palu, meletakkannya di kepala Moo Jin, mengatakan hal yang dulu dikatakan Moo Jin padanya, ‘Kalau terlalu sakit, bilang…’ Moo Jin memohon ampun. Hee Sung berkata kalau ia mau membunuh Moo Jin, Moo Jin sudah mati dari kemarin. Moo Jin bisa memohon atau mengiba, mencoba membuat Hee Sung kasihan, tapi Hee Sung tidak merasakan apa-apa. Mulai sekarang, Moo Jin jangan pernah mencoba batas kesabaran Hee Sung.  Hee Sung minta password HP Moo Jin.

Koroner mengatakan Moon Ok meninggal 8 – 9 jam yang lalu, karena kehabisan darah akibat luka tusukan 8 kali. Pembunuh juga mematahkan kaki dan memotong jempol setelah kematian. Koroner berkata kalau hal itu mirip kasus pembunuhan Jeonju. Si pelaku Do Min Seok, mengoleksi jempol korban-korbannya untuk tanda mata. Koroner menemukan noda merah di tangan Moon Ok yang nyaris saja terlewati.

Kepala team Lee tidak percaya ini pembunuhan copycat, demikian juga Det. Choi. Moon Ok adalah wanita kaya, dia meminjamkan $20ribu pada para pemilik toko sambil menjalankan warung gimbap, ditambah ia adalah penyumbang terbesar di Balai Kesejahteraan Gangsu, dengan nilai $370ribu. Ji Won menambahkan, Do Min Seok bukan pembunuh serial terkenal, lalu kenapa ditiru? Det. Im berkata mungkin itu karena Moo Jin mengulasnya dalam artikel berseri yang ia buat, dan artikelnya banyak dibaca.

Hee Sung menyuruh Moo Jin menelpon bosnya, Kang Pil Young. Moo Jin berusaha memberi tahu kondisinya, tapi telpon langsung diputus oleh Hee Sung. Deadline Moo Jin adalah Jumat, jadi Hee Sung punya waktu 3 hari sampai ada yang melaporkan kalau Moo Jin menghilang. Moo Jin berusaha mengancam Hyun Soo bahwa Hee Sung beristrikan polisi, tentu Hyun Soo tidak mau ditangkap. Hee Sung bertanya, apa Moo Jin tidak mengerti juga bagaimana ia bisa menghilang selama 18 tahun? Hee Sung menggoda Moo Jin, sebagai wartawan ia pasti penasaran ingin tahu siapa pembunuh kepala desa, kan? ‘Itu AKU’, ujar Hee Sung.

18 tahun lalu… Hyun Soo berdiri di depan mayat kepala desa. Hae Soo berdiri di depannya, minta agar gunting kebun yang menjadi alat pembunuhan diberikan padanya. Hyun Soo menolak, berkata ia baik-baik saja sambil tersenyum…

Ji Won dan det. Im mempelajari berkas kasus pembunuhan Jeonju. Det. Im membacakan kemiripan dengan kasus yang mereka kerjakan sekarang; jeratan di leher, luka di pergelangan kaki, jempol yang diputus. Bedanya, pada  jeratan diakibatkan tali anjing dengan merk khusus Hound Dog dan luka di kaki adalah sayatan di otot Achilles. Jelas pembunuh yang sekarang hanya sekedar meniru saja.

Di dekat kantor polisi, Det. Choi melerai Jong Goo yang mencoba mengancam Seo Young agar memberi tahu di mana ibunya menyimpan buku besar. Seo Young memberi tahu Det. Choi kalau Jong Goo adalah penjudi kambuhan, juga Moon OK memanggilnya semalam ingin tahu cara melegalisasi warisan. Warisan?

Ji Won dipanggil kepala sekolah karena Eun Ha berkelahi berebut boneka dengan temannya. Hee Sung tak lama bergabung dengan mereka.

Bersambung

Komentar aku: pernah lihat di mana, ya, tentang psikopat yang belajar ekspresi? Hhmm… ingin tahu apa motif Hyun Soo/Hee Sung membunuh orang. Kalau Hannibal, psikolog pembunuh serial, itu menghabisi korban yang dianggap tidak berguna. Padahal korbannya rata-rata pasiennya sendiri. Lalu, kalau Hee Sung? ‘Well, Hello, Clarice’. Eeekkk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: