Isekai Izakaya “Nobu” Ep. 02

Hari ini Johan Gustav datang bersantap bersama keponakannya, Hildegard. Hildegard minta dibuatkan makanan yang enak, tidak berbau-panas-asam-pahit-keras. Bukan roti-kentang-bubur-telur-rebusan. Johan menegur karena permintaan Hildegard dianggap tidak masuk akal. Tapi, chef Nobuyuki menyanggupi.

Shinobu memberikan air putih. Johan tidak habis pikir, kedai apa yang sanggup memberi air yang mahal dengan gratis dan chef yang menyanggupi permintaan Hildegard yang tidak masuk akal. Mereka semakin heran saat Shinobu memasang kompor dan menaruh pot berisi air dan lembaran rumput laut di depan mereka.

Bagi Hildegrad, ini pengalaman baru, karena biasanya dia makan makanan dingin untuk menghidari dia diracun. Johan mengadopsi Hidelgrad, saat orang tuanya meninggal. Hildegrad tumbuh menjadi gadis mandiri yang selalu mempertanyakan ketulusan hati orang.

Shinobu memasukkan tahu putih. Setelah matang, tahu putih ditaruh di mangkuk diberi kaldu kental dan potongan daun bawang di atasnya. Hidangan tahu rebus dengan saus kental. Johan merasa ia dipakaikan selimut yang hangat saat memakannya. Kali ini, Hildegard tersenyum dan terus menyantap dengan lahap. Satu kekurangannya, porsinya sedikit.   

Hildegrad mulai tertawa dan menikmati suasana kedai, yang membuatnya nyaman. Ia minta agar pamannya berjanji membawa Hildegard bersantap lagi. Johan berjanji akan mengajak Hildegrad sampai saat Hildegard menikah dua bulan mendatang.

Kapten Berthold makan malam bersama Hans dan Nikolaus. Chef Nobuyuki pergi hendak membeli acar untuk pesanan kapten, ayam saus tartar. Kedai akan dijaga oleh Shinobu.

Chef Nobuyuki memberikan mereka jajaran menu: ikan bakar – Tempura – Tamagoyaki. Johan dan Hildegrad makan dengan senang.

Gernot datang berkunjung. Gernot terkenal dengan sikapnya yang dingin dan tak bersahabat. Tidak ada yang lebih penting bagi Gernot daripada mengumpulkan pajak setinggi-tingginya. Semua orang tahu, Gernot menarik pajak 2-3x lipat dari seharusnya, dan sisanya ia ambil untuk membangun rumah megah dan mewah.

Gernot sendiri sibuk meminum toriaezu zama dan makan salad kol yang diberi irisan rumput laut tipis. Meski enak, Gernot tidak mau kehilangan muka. Ia berkata makanan itu terlalu sederhana untuk warga Aiteria, juga tidak mau dilayani Shinobu. Shinobu dengan tersenyum mengingatkan kalau makanan yang enak akan jadi pahit kalau dinikmati dengan muka marah. Shinobu terus melayani dengan senyum dan kesabaran. Melihat Shinobu memasak pasta, Gernot minta dibuatkan pasta.

Shinobu membuatkan Spaghetti Napolitana dengan irisan bacon yang cukup tebal. Gernot masih protes, Napolitana itu pasta untuk anak-anak. Shinobu memberinya keju Parmesan tabur dan Tabasco. Gernot menambahkan keju dan banyak Tabasco. Begitu disantap, Spaghetti Napolitana memberinya putaran harmoni yang tak juga berhenti. Harmoni dari rasa manis, asam dan pedas di setiap putaran garpunya. Lada hitam memberikan rasa pahit, rasa lembut dari bawang Bombay, dan rasa kuat dari bacon.

Rasa Spaghetti Napolitana mengingatkan Gernot pada masa kecil yang ia lupakan. Manis dan penuh nostalgia… tapi membuat nyaman. Rasa ini menyentak hati Gernot akan hal yang kalau ia buang akan membuatnya kehilangan hati sepenuhnya. 

Gernot berdiri, mengucapkan terima kasih dan memberi Shinobu satu coin emas. Untuk pertama kalinya, Gernot berbalik dan berkata, ‘Pasta buatanmu sangat enak, nona. Terima kasih.’

Gernot berniat melepaskan jabatan sebagai pengumpul pajak. Mungkin ide bagus untuk berdonasi dan kembali ke kampung halaman. Gernot merasa bermimpi karena orang-orang tersenyum padanya, satu hal yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sementara orang-orang tersenyum dan menunduk karena berusaha menahan tawa, melihat mulut Gernot belepotan saus Napolitana…

Kapten Gerthold cs tidak percaya Gernot pergi begitu saja tanpa menarik pajak. Membuat kapten ingin makan Spaghetti Napolitana juga. Sayangnya, Shinobu telah menghabiskan bacon milik chef.

Bersambung

Komentar aku: Ho! Drama ini adalah surga makanan. Owowowowo…. Tahu dengan saus kental itu kalau tidak salah Tofu with Ankake sauce. Komentar aku sama dengan iklan salah satu toko online, ‘Pengen… pengen… pengen…’ Huhuhuhu… Ini resep yang aku temukan yang paling mirip https://www.alldayieat.com/recipe/japanese-tofu-recipe-ankake-doufu-savory-dashi-sauce/

Untuk pasta, aku paling suka Spaghetti Carbonara.  Itu dulu ada resto Jepang di Jakarta pusat yang menyajikan Spaghetti Carbonara yang super enak. The cherry on top adalah tambahan kuning telor mentah utuh di atas uliran tumpukan spaghetti. Mamma Mia, eh… Oishii~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: